Kamis, 14 Januari 2021

RESUME HARI KEEMPAT

 


Pertemuan kali ini dalam program public speaking membahas tentang Hypnotic language Pattern untuk Public Speaking oleh Asep Hernage Pattern. dia seorang penulis dan trainer tingkat nasional.

keberhasilan publik speaking harus memahami beberapa hal:

1. memahami mekanisme mental manusia

2. Memahami teknik menggerakkan audience engan pola bahasa verbal (hiptotic Language Patern)

3. Memahami cara menggerakkan audience dengan bahasa non verbal

 Komunikasi pada manusia itu dientukan oleh cara bagaimana seseorang menyampaikan pesan yang ingin disampaikan, dalam keefektipannya komunikasi ternyata ditentukan bagaimana menyentuh rasa atau emosi seseorang sebagaimana kata Jim Rhon "Efektivitas komunikasi itu 20% berangkat dari apa yang anda tahu, dan 80% dari apa yang anda rasa".

Cara komunikasi yang efektif adalah yang menyasar emosionalitas orang ketinmbang rasionalitas. rasionalitas itu harus disublimasikan terhadap emosionalitas. Seorang komunikator harus mengemas pesan yang rasional yang bisa menyentuh perasaan lawan bicara.

Seperti perokok dinasihati dengan rasionalitas seperti banyaknya bahaya roko, menyebabkan banyak penyakit, biasanya orang akan menerima karena itu dimengerti tetapi ketika 1-2 jam biasanya akan kembali menjadi perokok. Berbeda kalau cara menasihatinya dengan menyentuh aspek emosionalnya maka keberhentiannya bisa total, kasus seperti ini banyak ditemui yang dilakukan oleh para psikiater dan para hipnoterapi.

manusia dalam mengolah informasi mempunya mekanisme pikiran manusia diantaranya:

- Conscious Mind (12% dominasinya terhadap tindakan manusia)

Conscious Mind tu memperhatikan logis, rasional, sistematik, hitam-putih (prinsip benar-salah), memori jangka pendek

- Subconscious Mind (88% dominasi terhadap tindakan manusia

sesuatu yang berhbungan dengan emosi, cinta kasih, spontanitas, irasiona, semua data adalah benar (absolut), tidak mengenal nilai, gudang memori.

tipe Sugestibilitas Audience

Menurut Standford Hypnotic Scale (SHSC), tingkat kemampuan manusia menerima saran terbagi ke dalam 3 kelompok

1. kelompok pertama, orang yang mudah disugesti.populasinya 10%

2. Kelompok kedua, orang moderat, tidak sulit tidak mudah, populasinya 85% (paling banyak)

3. Kelompok ketiga, tipe yang sulit disugesti, populasi 5% saja (paling dikit)

Cara menentukan menentukan kriteria tipe manusia dilakukan dengan permainan dengan instruksi permainan tangan dan kelopak mata, apabilabila sesuai intruksi dari peserta maka dia termasuk kedalam tipe 1 dan apabila tidak sesuai dengan instruksi maka masuk ke tipe 2.

Sebagai guru harus mengetahui dulu karakteristik siswa, sehingga kita bisa mengeksplorasi kecerdasan siswa, sehinga dengan begitu guru akan lebih mudah mempengaruhi peserta didik. guru juga bisa dengan cara mengetahui hobi siswa.

 cara menghilangkan pobia dengan cara mengedukasi diri kita minimal sebanyak tiga kali misalnya dengan membuat afirmasi

Setiap kata memiliki nilai emosi yang dibangun dari pengalaman sejak ia lahir hingga detik ini. saat sebuah kata diucapkan, maka otak kita akan searching atau mencari makna atas kata tersebut, dengan menghubungkannya atas setiap pengalaman yang pernah dirasakan. itulah yang disebut Trans Derivational Searc (TDS). ketika proses TDS terjadi, maka proses TRANCE pun terjadi.

Pola Bahasa Hipnotic

1. RHYMING

Penggunaan rima yang konsisten, mampu membius orang memasuki trance. itu sebabnya ayat-ayat suci, juga mantra akrab sekali dengan rima

- Asonansi: permainan bunyi vokal

- Aliterasi: Permainan 

2. Repetisi

kata, frase, atau kalimat yang diulang merupakan alat efektif untuk trance.orator seperti Bng Karno, Hitler, termasuk Obama sering memakainya. Sesuatu yang diulang akan mewujudkan dirinya menjadi sebuah realitas. 

repetisi itu harus dilakukan sebanyak tiga kali.

Hitler pernah berkata " betapapun sebuah data diragukan kebenarannya, saat disampaikan berulang-ulang maka akan dianggap sebagai sebuah kebenaran".

contoh repetisi "Kalau malaysia melawan kita dengan diplomasi kita hadapi dengan diplomasi, kalau malaysia melawan kita dengan ekonomi maka

3. pola Klimaks & anti klimaks

pikiran bawah sadar manusia sangat peka dengan pola bahasa ini.pola ini begitu efektif memainkan intensi audience.

4. Asosiasi

penggunaan Metafora, personifikasi dan analogi untuk menyampaikan sebuah pesan, berpotensi pesan masuk langsung ke pikiran bawah sadar tanpa filter critical factor terlebih dahulu.

contoh-contoh metafora

- gantungkanlah cita-citamu setinggi langit kalau kau jatuh, kau jatuh diantara bintang-bintang

- kalau kau ingin mutiara, kau harus berani terjun ke lautan

5. Quote

Kalimat menjadi powerful ketika mengeksplorasi quote di dalamnya. Kita meminjam senjata oran-orang besar menjadi kelengkapan dari senjata kita. 

6. Eksplorasi kata benda

7. Present tense

Gunakan penanda keterangan waktu sekarang hindari kata "akan", "bakal" :"nanti" dan sejenisnya, karena kata-kata itu bermakna sesuatu yang tidak mungkin terjadi, dan tidak dikenal oleh subconscious manusia.

8. kata Negasi Versus Positif

Pikiran bawah sadar manusia tidak mengenali kata "tidak" "tak", nggak". "jangan" dan kata negasi lainnya. ubah pola kalimat nagasi dengan afirmasi atau pernyataan positif.

9. Sebab-akibat

Eksplorasi kalimat, momen,adegan dengan format sebab-akibat atau sebaliknya, untuk memancing kepercayaan subjek. Pikiran bawah sadar sangat peka dengan formulasi kalimat seperti ini, bahkan ketika format "sebab-akibat" ini tidak memiliki hubungan logis.

10. Double Bind

Mengkondisikan subjek seakan memiliki 2 pilihan.padahal realitas sebenarnya subjek tidak memiliki pilihan, kecuali ide yang kita tawarkan.

11. Submodalitas

Teknik ini cocok untuk komunikasi personal. bukan massal.

Eksplorasi kata-kata yang sesuai dengan submodalitas subjek. Apakah subjek

12. Pacing Leading

Menerima dan mendukung apa yang dipikirkan, dikatakan, dan diyakini subjek, lalu dengan lembut menggiringnya untuk selaras dengan ide

13. Indirect Suggestion

 


2 komentar:

PERAN GURU SEBAGAI FASILITATOR

  Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, peran guru tidak lagi terbatas pada penyampaian materi pelajaran semata. Salah satu peran pe...