Kamis, 08 April 2021

Resume ke-1 Belajar Nulis Bersama Bu Kanjeng

 



Bu Kanjeng begitu namanya dipanggi atau nama aslinyari  Sugiastuti , dilahirkan  di  Semarang  8  April  1961, dari pasangan  Sugiman- Hj Sri Yatminten. Ia pernah belajar di UNS tahun 1980-1984,  FKIP Bahasa Inggris, setelah jeda melanjutkan ke S2 di UMS Surakarta tahun 2007-2010. Saat ia diamanahi  sebagai  Kepala  SMK  Tunas Pembangunan 2  Surakarta.

Bu kanjeng ini keren, belajar menulisnya diusia yang tidak muda lagi namun karya-karyanya mengalahkan banyak anak muda. Semangat literasi terus menggelora meski telah pensiun.

Menulis meupakan sebuah keahlian yang perlu dilatih, yang terpenting ketika menulis itu harus punya semangat, dengan semangat dan belajar maka akan berhasil.

Dalam menulis kadang bingung apa yang harus ditulis, kebingungan seperti ini banyak ditemui oleh orang-orang yang memulai ingin menulis, sebenarnya ketika kita mau merenung sejenak, melihat sekelilinng kita maka itu bisa dijadikan ide untuk menulis. Menulis juga bisa didapat dari teman kita atau pikiran kita. Semua hal sebenarnya bisa kita tuliskan.

Memulai dalam menulis ya menulislah jangan terlalu banyak berpikir akan ketakutan-ketakutan yang membuat kita tidak menulis. Biasanya orang menjadi berhenti dalam menulis dikarenakan takutnya salah ejaan, takut tidak sistematis dan lain-lain.

Setelah kita terbiasa menulis yang ringan-ringan maka kita bisa menulis untuk sebuah buku. Proses dalam pembuatan buku yang baik maka bangun dulu mental yang kuat, bikin outline dan sub judul terus bangun semangat.

Supaya semangat tulislah apa yang dalam pikiran. Bacaan supaya enak dibaca maka penulisannya bisa kita mulai dengan kata, bijak, hadis, Alquran dll.

Sebelum menulis buku pasti punya tujuan yang berbeda maka tentukanlah tujuannya, dan segmen pasarnya. Berdasrkan tujuan yang jelas akan membuat kita fokus dalam berkarya sehingga kita bisa mempersiapkan materi-materi yang akan kita tuliskan.

Menulis sebuah buku itu merupakan sebuah amal yang sangat berharga, maka dalam menulis jangan bertujuan kepada materi, kita menulis buku bisa bertujuan sebagai terapi jiwa, seperti berbagi ilmu, berdakwah dengan tulisan serta bisa memberikan inspirasi dengan sebuah cerita dalam sebuah buku.

Dalam tujuannya menulis itu harus punya keyakinan bahwa takdir Allah itu akan indah pada waktunya. ketika menulis buku bahwa ketika menulis itu adalah mendialogkan kebenaran,  menulis itu mengikat ilmu dan menebar kebaikan bahwa dalam menulis pun menghargai guru, dalam menulis itu merupakan perjuangan dan kenangan. menulis juga bagai seorang desainer, dalam sebuah tulisan itu mempunyai ciri khasnya masing-masing. pada awalnya kita mengikuti para penulis hebat namun pada akhirnya akan membuat karakter tulisan masing-masing.

Cara menulis buku adalah dengan membuat outline yaitu daftar isi yang merupakan sub judul. dengan membuat outline dan kumpulkan materi-materiyang mendukung.

Persiapan membuat outline

1. Memilih topik

2. Tentukan sifat tulisan kita

3. Fokus

Untuk menulis bisa dimulai dengan menulis antologi, dimana kita bersama-sama menulis dengan tema yang sama. Antologi menjadi sarana untuk mencoba keberanian dalam menulis.

Ketika menulis kita harus yakinkan bahwa kita itu bisa menulis, untuk menjaga mood menulis maka tulislah tulisan yang ringan dahulu misalkan kita menulis hal-hal kecil yang kita lakukan. untuk membangkitkan menulis maka menulislah setiap hari bahwa menulis itu harus menjadi kebutuhan, ketika kita tidak menulis maka kita akan merasa ada yang kurang dalam menjalani hidup.

Terkadang dalam menulis kita susah disiplin dikarenakan moodnya berubah-rubah. Supaya kita bisa stabil berdisiplin menulis maka coba dengan cara membagi waktu, bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing misalkan setelah subuh atau ketika santai, menulis harus memiliki waktu luang bisa 30 menit sampai 1 jam, atur saja waktu secara fleksibel dan sesuaikan dengan kondisi kita yang terpentingkita menulis setiap hari atau menulis dengan cara dicicil.


Resume : Ke 1

Tema : Cara Menjadi Penulis 

Gelombang : 18

Garut: 5 April 2021

 

 




 


 


 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERAN GURU SEBAGAI FASILITATOR

  Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, peran guru tidak lagi terbatas pada penyampaian materi pelajaran semata. Salah satu peran pe...