Kamis, 21 Januari 2021

RESUME HARI KE 5 PROGRAM BELAJAR BICARA

 



Menulis merupakan sebuah keterampilan yang harus dikuasai oleh seorang guru, kepandaian dalam menulis akan menjadikan kualitas public speaking seorang guru menjadi lebih baik, berbicara di depan umum untuk seorang guru sudah terbiasa dikarenakan setiap hari dalam mengajar selalu melakukan berbicara di depan para muridnya. Apabila menulis dijadikan kebiasaan maka nantinya berpengaruh besar terhadap kualitas berbicara. Penyampaian pesan akan lebih terstruktur disebabkan kebiasaan menulis mempengaruhi pola pikir dan ucap.

Menulis terkadang dipandang sulit oleh seorang guru, padahal tanpa disadari dunia menulis itu sudah bagian dari pekerjaannya dalam mengajar. Tugas seorang guru adalah merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran dan mengevaluasi pembelajaran. Perencanaan pembelajaran berupa Rencana Pelaksaan Pembelajaran (RPP) adalah sesuatu yang wajib dilakukan oleh seorang pengajar ketika ia akan melaksanakan kegiatan pembelajaran, dalam pembuatan RPP pasti disini guru menuangkan berbagai gagasan yang disampaikan ketika pembelajaran berlangsung nanti. Perencanaan pembelajaran ini melatih seorang guru menuangkan gagasannya menjadi sebuah tulisan. Berarti dunia menulis ini akan mudah dilakukan oleh guru.

Kewajiban lain yang harus ditunaikan oleh seorang guru adalah berupa Penelitian Tidakan Kelas (PTK), dalam pembuatan karya ilmiah ini guru menganalisis persoalan yang dihadapi oleh seorang siswa lalu dicarikan solusi dalam memecahkannya. Pasti dalam mengajar selalu ada saja masalah yang dihadapi oleh siswa sehingga guru harus menyelesaikannya. Dalam PTK guru akan menguraikan permasalahan dan solusi yang diberikan dalam bentuk tulisan. Disini guru terasah kemampuan menulisnya secara ilmiah.

Keterlatihan seorang guru dalam menulis seperti yang disampaikan di atas seharusnya sudah membuat seorang guru mahir dalam menulis, namun ditemui dilapangan tidak seperti itu, banyak guru ternyata masih kurang mampu dalam kegiatan tulis menulis, mungkin ini dikarena guru kurang konsisten dalam mengembangkan keterampilan menulisnya.

Menulis buku memang memerlukan usaha yang cukup maksimal sebab sebuah buku itu memerlukan berpuluh-puluh halaman bahkan sampai ratusan sehingga dalam menulisnya memerlukan konsistensi dan kontiutas dalam menyelesaikannya. berbeda dengan RPP yang terkadang hanya terdiri dari 7 halaman bahkan sekarang RRP cukup hanya satu lembar.

Sekarang banyak sekali para guru yang sudah mulai menulis berbagai buku dan diterbitkan diberbagai penerbit, ada yang dipenerbit mayor dan minor. Perbedaan penerbit itu bukanlah masalah yang terpenting guru sudah bisa berkarya dalam tulisan. Menghasilkan sebuah buku akan menjadikan kebanggaan tersendiri bagi penulisnya, bahkan bisa menjadi kebanggan bagi keluarganya bahkan peserta didik.

Buku hasil seorang guru bisa menjadi sebuah alat motivasi bagi peserta didik, tidak semua guru bisa menghasilkan karya buku, peserta didik diberi contoh dengan hasil karya ini, mungkin mereka akan tergugah dan meniru jejak langkah kita.

Melakukan rutinitas menulis terkadang penuh dengan tantangan, mulai dari diri kita dengan rasa malas, merasa sibuk dan sebagainya. Lingkungan disekitar pun terkadang tidak mendukung bahkan sumbang terhadap kegiatan menulis. Kemalasan harus dilawan oleh diri kita sebab kalau tidak dibiasakan menulis maka kreatifitas dan keahlian tidak akan terasah. Suara sumbang dari lingkungan pun kita harus abaikan, biarkan suara sumbang itu mengalir apa adanya tak perlu kita membela dan berargumen sebab alasan yang kita berikan tidak akan didengarkan.  Biarkan nanti yang menjawabnya sebuah karya, mereka akan diam dengan sendirinya.

Menjadi guru dengan menambah keahlian menulis akan membuat pribadi menjadi unggul, guru-guru itu memang banyak namun kualitasnya berbeda. Guru yang suka menulis pun lumayan banyak namun yang kualitas menulisnya bagus tidak cukup banyak, maka berlatih menulis yang bagus supaya menjadi lebih baik. kita harus berprinsip "ketika orang duduk maka kita harus berdiri, ketika orang berdiri kita harus berjalan, ketika orang lain berjalan kita harus berlari, ketika orang lain berlari kita harus berlari bagai badai supaya tidak terkejar".

Karya tidaklah langsung bisa terasa manisnya, perlu waktu sebuah karya menjadi sesuatu yang membanggakan bagi banyak orang, adakalanya beberapa tahun kemudian karya itu dihargai oleh orang lain, namun pada prinsipnya kita harus terus berkarya tiada henti sampai karya yang kita buat itu mengejar kita.

Peraturan sekarang seorang guru PNS yang mengajukan kenaikan pangkat pada golongan tertentu diperlukan karya tulis. Ini mendorong semangat guru untuk memulai kebiasaan menulis, tetapi kalau semangat menulisnya didasarkan kepada Penilaian Angka Kredit (PAK) biasanya setelah selesai naik pangkat maka menulisnya akan berhenti. 

Menulis itu memang banyak kendala, misalnya susahnya menuangkankan pikiran menjadi bentuk tulisan atau masih bingung untuk menulis apa. Menulis bisa dimulai dari hal-hal yang kecil dan dikuasai. strategi dalam menulis diantaranya.

1. Banyak membaca

2. Tentukan  tema

3. Disiplin untuk setiap hari menulis

4. Bikin jurnal harian




 


2 komentar:

PERAN GURU SEBAGAI FASILITATOR

  Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, peran guru tidak lagi terbatas pada penyampaian materi pelajaran semata. Salah satu peran pe...