Jumat, 29 Januari 2021

RESUME HARI KETUJUH



 

 

Guru sudah terbiasa berbicara karena memang pekerjaan seorang guru tidak bisa lepas dari berbicara, tanpa berbicara kegiatan pembelajaran di kelas tidak akan efektip berjalan. Kata-kata yang keluar dari seorang guru sebagai penjelas untuk memahamkan siswa terhadap suatu materi yang telah ditetapkan dalam sebuah kurikulum.

Kebiasaan guru berbicara di depan kelas ini memberikan peluang dan kesempatan kepadanya untuk menjadi seorang pembicara atau public speaker dalam kehidupan di sekolah atau dimasyarakat. Banyak sekali para guru di kampung halamannya menjadi para pembicara seperti: ustad, MC, dan pembicara dalam serah terima pengantin. 

Meskipun guru sudah terbiasa berbicara ternyata berdasarka riset masih banyak guru yang belum bisa dan terbiasa berbicara di luar kelas. Ketika setiap hari senin melaksanakan kegiatan upacara bendera kita bisa melihat di sekolah sebagai pembina upacara pasti guru itu lagi- itu lagi, kalau dipresentasekan mungkin tidak lebih dari 50 persen guru yang menjadi pembina upacara. Selalu ada saja alasan bagi guru untuk tidak menjadi pembina upacara meski pun jauh hari telah dijadwalkan. Ketika jadwalnya tiba maka guru yang tidak mau terkadang datang ke sekolahnya pas upacara telah dimulai atau setelah upacara selesai.

Kepandaian guru berbicara di depan kelas juga tingkat kualitas berbicaranya berbeda, ada yang menarik perhatian siswa ada juga yang menjenuhkan. Dulu ketika saya menjadi pelajar sering menyaksikan perbedaan kualitas guru dalam berbicara. Seorang guru menyampaikan materinya dengan penuh antusias dan memberikan contoh-contoh kongkrit dalam kehidupan yang dikaitkan dengan materi yang sedang dipelajari. Penyampaian materi tersebut membuat saya semangat dalam belajar. Ada juga seorang guru yang ketika menyampaikan materi, ia berbicara sebuah materi pelajaran tetapi pandangannya tidak berani menatap wajah para siswa, ia menjelaskan dengan pandangan menatap ke atas, mungkin ia kurang percaya diri memandang wajah para siswa.

Siswa dalam belajar, mendengarkan guru berbicara tidak punya pilihan untuk menolak mendengarkan guru berbicara, bagaimanapun kualitas publik speaking guru, sebab siswa terkungkung dengan sebuah aturan belajar dan berorientasi mendapatkan nilai setelah ia belajar. Jadi ketika siswa belajar dengan guru yang public speakingnya biasa mngkin ia belajar dengan perasaan penuh keterpaksaan.

Guru dan kepala sekolah bisa dilihat kualitas bicaranya ketika ia berbicara sebagai pembina upacara, berbicara kepada seluruh siswa bahkan didengarkan oleh para guru yang berada disana. Pembina upacara yang bicaranya penuh antusias dan mempengaruhi pendengarnya, sehingga pendengar terkesima dalam mendengarkannya bisa dipastikan ia merupakan kepala sekolah atau guru yang memiliki kualitas berbicara yang baik. Pembina upacara yang berbicara hanya seputar peraturan sekolah atau kebersihan lingkungan sekolah maka ia merupakan pembicara yang kualitasnya biasa-biasa saja, sebab masalah peraturan dan menjaga lingkungan sekolah cukup ditempel sebagai mading disekolah.

Menjadi pembicara yang hebat harus pandai dalam mengambil tema, sehingga tema tersebut membuat para pendengar menjadi penasaran dan melibatkan diri untuk mendengarkannya. Tema yang seringkali diulang menjadikan mudah ditebak arah pembicaraannya.

Ada beberapa tips menjadi pembicara sukses

0. Happy

Happy ini tidak dibikin nomor satu sebab senang itu harus menjadi dasar yang dimiliki oleh pembicara. Perasaan senang ketika menjai pembicara akan membuat penampilan menjadi prima serta auranya akan keluar menjadi sebuah motivasi. Motivasi yang membara yang keluar dari seorang pembicara akan menular kepada para pendengar.

1. Persiapkan

Persiapan menjadi sebuah kunci dalam keberhasilan dalam public speaking. ada sebuah pepatah yang mengatakan "apabila naik ke podium tanpa persiapan maka ia akan turun dalam kehinaan". seseorang ketika mau melakukan presentasi, ceramah, pidato dan lain-lain wajib melakukan persiapan. Beberapa persiapan yang dilakukan diantaranya:

a. Riset, baca, kuasai materi

Lakukan penelitian-penelitian terhadap materi yang akan kita paparkan sehingga dengan penelitian yang kita lakukan akan menjadikan materi tersebut penuh aura ketika didengarkan, sebab materi yang disampaikan benar-benar telah dilakukan. Kita akan lebih percaya mendengarkan tentang keluarga dari orang yang memang telah berumah tangga dari pada mendengarkannya dari orang yang belum berumah tangga, walaupun isinya sama. Ilmu yang disampaikan berdasarkan pengalaman atau riset membuat lebih mengena kepada orang yang mendengarkannya. 

Membaca berbagai buku pun membuat wawasan kita lebih luas tentang materi yang akan disamapaikan. Kualitas literasi seorang pembicara memang harus luas. Sekarang banyak sekali buku yang kita bisa baca, E-book bertebaran di dunia maya, kita tinggal punya semangat untuk mencari dan membacanya.

Kuasai materi yang ingin disampaikan tersebut dengan semaksimal mungkin sehingga kita tampil ke depan podium, rasa percaya diri  akan menyertai kita. Berbicara bisa panjang lebar dan mengenai sasaran sebab materinya sudah dipersiapkan sebelum naik.

b. Membuat slide & latihan

Buatlah slide presentasi yang semenarik mungkin, sekarang sudah menjadi kebiasaan ketika presentasi memakai power point. ada pepatah china mengatakan "Satu gambar bisa bermakna seribu kata". Penampilan slide yang menarik bisa membuat fokus pandangan dan perhatian para peserta.

Lakukanlah latihan sebelm kita tampil, kita bisa merefleksi penampilan kita. diposisi mana ada kesalah bisa terkoreksi, sehingga bisa diperbaiki. kebiasaan seorang entertaiment harus dicontoh, mereka sebelm naik kepanggung mereka berlatih bisa berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan padahal pentas di penggungnya hanya 10 menit.

Tampil diwaktu presentasi dengan menggunakan media slide membuat penampilan lebih elegan dan kekinian. Kita jangan dibiasakan bergantung kepada operator yang mengoperasikan slide dikomputer sebab ini akan mengurangi kekhidmahan ceramah, ketika slide selanjutnya kita berkata "next, lanjut, stop dan lain-lain". Kata-kata itu akan terus terulang ketika tampilan slide tidak sesuai dengan penyampaian kita. Biasakan membawa remote control sehingga layar dikomputer bisa kita operasikan dari kejauhan dan membuat kita enjoy dan fokus menyampaikan materinya.

2.  Ketahui minat audience

Mengetahui audien membuat ceramah bisa diterima, kita harus berbicara sesuai dengan bahasa audien. Berbicara di depan anak muda harusa berbeda dengan didepan orang tua. Berbicara didepan akademisi harus berbeda dengan berbicara di depan para petani.

3. Perhatikan gaya pembicara yang sukses

Mencontoh para pembicara yang hebat membuat kita punya referensi. Perhatikan para pembicara hebat itu mulai dari penampilan, kosa kata serta gaya penekanan dalam penyampaian. Ada istilah "ATM" (Amati, Tiru dan Modifikasi). Kita tiru orang-orang hebat tersebut walau pun kita tidak boleh menginginkan seperti mereka, kita harus sesuai dengan pribadi kita.

4. Usahakan datang lebih cepat & nikmati tempat dimana anda akan bicara

Datang lebih awal membuat kita bisa beradaptasi dengan kondisi lingkungan atau pun sarana yang akan kita pergunakan. Seandainya kita dari rumah memakai jas ternyata pas dilokasi tidak ber AC dan tidak ada kipas angin maka kita bisa berpakainnya tidak berjas. Apa jadinya seandainya ruangan tidak ber AC dan tidak ada kipas angin kita sudah terlanjur berjas maka kita akan terganggu dengan pakaian yang tidak nyaman ketika berbicara.

5. Ketahui kekuatan dan kelemahan anda

Mengetahui kekuatan dan kelemahan akan membuat penampilan kita prima, untuk mengetahui hal ini kita bisa menggunakan analisis SWOT yaitu Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman).

6. Penampilan Anda harus bisa dinikmati 

Materi akan diterima oleh peserta ketika mereka merasa nyaman dengan kita. penampilan sangat penting untuk diperhatikan supaya kewibawaan kita sebagai pembicara benar-benar bisa diterima. Pakain yang rapi serta elegan membuat kita pun nyaman saat berbicara.

7.  Senyum, saat masuk ruangan & mulai bicara, bikin rileks, percaya diri dan nyambung 

Jadilah pribadi yang supel dalam bergaul,  keramahan akan membuat kita diterima oleh peserta dan mereka pun siap mendengarkan kita berbicara.

8. Jadilah diri sendiri

 Menjadi diri sendiri sebuah keharusan, kita harus punya karakter khusus diri kita seihingga karakter itu menjadi brand bagi kita dan dikenal orang.

9. Dokuntasikan (foto &vidio) presentasi anda

Dokumentasikan setiap penaampilan kita sehingga kita bisa menyaksikan diri kita setelah acara selesai, mengkoreksi setiap kesalahan untuk diperbaiki dikemudian hari.

10. Amati Perubahan

Amati peserta, apabila peserta sudah mulai keluar masuk maka itu tanda tidak menarik maka berhenti atau ambil dialog. Kita berbicara harus menyesuaikan kondisi peserta supaya materi yang disampaikan bisa benar-benar diterima.

11. Evaluasi

Evaluasi menjadi sebuah keharusan bagi seorang pembicara yang ingin berkembang. dengan mengevaluasi diri kita bisa memperbaiki diri kita menjadilebih baik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERAN GURU SEBAGAI FASILITATOR

  Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, peran guru tidak lagi terbatas pada penyampaian materi pelajaran semata. Salah satu peran pe...