Public Speaking merupakan sebuah keahlian yang dimiliki oleh seseorang. Secara bahasa public speaking terdiri dari dua kata yaitu public dan speaking. Public mempunyai arti publik atau umum sedangkan speaking mempunyai arti berbicara. Jadi kalau disatukan berarti berbicara di depan umum. Seorang ustad bekhutbah di mesjid maka ia sedang berpublic speaking, guru menjadi pembina upacara maka ia juga seang berpublic speaking.
Kemampuan public speaking tidak hadir dengan sendiri dari seseorang melainkan memerlukan sebuah latihan, selain latihan jam terbang dalam berbicara di depan umum menjadikan mahirnya orang mengolah kata.
Untuk menjadikan kita pandai dalam berbicara di depan umum maka kita harus tahu strategi ketika akan berbicara di depan umum, diantara strategi itu diantaranya:
1. Kenali Tujuan dan Audiens dengan Baik
Mengenali audien atau peserta ketika akan menyampaikan suatu materi akan menjadikan kita melakukan sebuah persiapan dalam menyampaikan materi. Pemilihan kata-kata dalam menjelaskan materi di depan masyarakat yang berpendidikan rendah dengan masyarakat yang berpendidikan tinggi pasti berbeda. Kata-kata ilmiah mungkin pas bagi peserta akademisi namun tidak cocok bagi masyarakat biasa. Kata yang mudah dipahami oleh peserta membuat materi menjadi mudah untuk dicerna.
2. Susun Poin-Poin Penting yang Ingin Disampaikan
Agar penyampaian materi tidak berkembang kemana-mana, seorang pemateri perlu untuk membuat point-point penting. Point penting ini akan memudahkan penceramah menyampaikan materi dan melakukan penekanan ketika ia berbicara.
3. Persiapkan Alat Bantu Jika Diperlukan
Alat bantu ketika berceramah atau berbicara membuat penyampaian materi lebih efektif. Media itu bisa mempermudah audien dalam mencerna materi. Alat bantu ini sangatlah banyak, bisa berupa alat peraga, media laptop, slide, proyektor dan lain-lain. Media yang digunakan oleh pemateri juga menjadikan sebuah daya tarik tersendiri bagi peserta sehingga kegairahan peserta dalam mengikuti kegiatan lebih antusias.
4. Kuasai Materi dengan Berlatih Terus Menerus
Materi memang harus betul dikuasai oleh pemateri jangan sampai pemateri menguasai materinya tidak matang. Ketidak siapan pemateri dalam penguasaan materi akan menjadikan malapetaka dalam menyampaikannya, kita tidak tahu persis kondisi audien, terkadang akan menemukan peserta yang menguasai materi yang disampaikan oleh kita lebih mendalam. Bisa jadi kita juga menghadapi pertanyaan dari peserta yang begitu tajam sehingga kita tidak bisa menjawabnya. Pepatah mengatakan "naik mimbar tanpa persiapan maka ia akan turun dalam kehinaan".
Selain penguasaan terhadap materi kita juga harus berlatih berulang-ulang supaya ketika menyampaikannya betul-betul mempesona baik dalam pemilihan kata atau dalam gestur tubuh. Latihan itu merupakan induk dari sebuah keterampilan dengan latihan yang konsisten dan kontinu akan menghasilkan keterampilan yang maksimal.
Kita tidak boleh bangga dengan prestasi dimasa lalu sebab prestasi masa lalu terkadang untuk sekarang merupakan sebuah syarat saja. Intinya teruslah menggali pengetahuan yang terkini, kuasai berbagai keterampilan yang akan menjadikan public speaking kita lebih baik.
5. Perhatikan Aspek Non Verbal
Perhatikan bahasa tubuh, mimik kita dalam menyampaikan materi. Aspek non verbal ini berpengaruh besar dalam penerimaan peserta terhadap materi yang kita sampaikan. Gestur tubuh yang baik menjadikan materi yang disampaikan itu begitu hidup serta peserta menjadi terfokus kepada pemateri.
Selain gestur tubuh kita selaku pemateri harus diperhatikan, gestur tubuh dari peserta pun harus diperhatikan. Ketika peserta banyak yang sudah menguap, ngobrol, mundar-mandir ke WC, itu menandakan materi kita sudah tidak menarik lagi bagi mereka. Maka kita harus tanggap, merubah suasana dengan berbagai strategi supaya kondisi kembali kepada sedia kala. Strategi yang diambil bisa dengan ice breaking, yel-yel, tebak-tebakan dan lain-lain.
6. Be Confident
Jadilah diri sendiri, timbulkan rasa percaya diri kepada diri sendiri supaya menjadi lebih baik. Ketika orang mempercayai kita untuk tampil berarti itu ada kepercaaan mereka kepada kita. Maka jangan sia-siakan kesempatan itu, kepercayaan itu sangatlah mahal. Ketika saya belajar dibangku kuliah seorang profesor memberikan pertanyaan kepada mahasiswa. "Lebih baik mana terlihat bodoh tapi pintar atau terlihat pintar tapi bodoh?". Mahasiswa banyak yang menjawab "Lebih baik terlihat bodoh tapi pintar". Profesor itu menyalahkan mahasiswa dan memberitahukan kepada mahasiswa bahwa "lebih baik terlihat pintar tetapi bodah". Ia menjelaskan bahwa dengan terlihat pintar maka kita akan mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Mendapatkan kepercayaan itu maka kita bisa memantaskan diri sesuai dengan prasangkanya dengan cara kita menggali ilmu dan mempersiapkan berbagai sesuatu sehingga prasangka itu bisa menjadi kenyataan.
Banyak sekali tokoh yang bisa kita tiru ketika kita akan menjadi apa yang kita inginkan, kita bisa belajar dari para tokoh dunia atau indonesia dalam publik speaking. Tirulah mereka secara mendalam serta kita poles dengan kelebihan diri kita sehingga nantinya kita akan menjadi diri sendiri.

Terima aksih sdh membuat resumenya dgn baik
BalasHapus