Program literasi sekarang sedang didengungkan oleh pemerintah, program-programnya disosialisasikan terutama didunia pendidikan, guru diajak untuk menggerakkan para siswanya supaya lebih giat dalam lierasi.
Kegiatan literasi seperti membaca dan menulis memang di Indonesia masih cukup rendah, dengan rendahnya literasi maka guru harus memulai membiasakan. Bagaimana bisa menyemangati para siswa untuk berliterasi kalau seandainya gurunya sendiri lemah dalam literasi. Menyemangatii para siswa untuk belajar berkarya dengan sebuah tulisan harus dimulai dari gurunya, guru yang hanya bisa menyuruh kepada siswa tanpa diberikan contoh nyata maka keberhasilannya akan sedikit. Bukankah ketauladanan merupakan sesuatu yang bisa membuat orangl ebih mudah dalam melakukannya.
Banyak sekali cara guru untuk memulai membiasakan menulis, bisa dengan menulis tentang materi ajar yang akan yang akan disampaikan kepada peserta didik atau menuliskan pengalaman hidupnya. Setiap orang pasti mempunya pengalaman yang bisa di ceritakan dalam sebuah tulisan, nantinya bisa dijadikan sebuah buku. Menulis sesuatu yang dikuasai akan memudahkan dalam menulis sebab pengalaman itu sudah menjadi bagian dari diri seseorang.
Mengawali kegiatan menulis jangan ada rasa takut tidak berkualitas atau salah dalam ejaan, kita harus berfikir bahwa para penulis hebat itu awalnya pasti sama dengan kita, dimana mereka tidak percaya diri dengan tulisannya serta mengalami kesalahan-kesalahan dalam menulis. Berjalannya waktu para penulis hebat bisa meminimalisir kesalahan-kesalahannya. Kita pun harus seperti itu menulis saja tak usah memikirkan pengetahuan kita harus sempurna tentang penyusunan kalimat atau pemilihan kata yang baik. Biarkan waktu berjalan, nanti juga kemahiran dalam mengolah kata dalam tulisan akan dikuasai dengan sendirinya.
Tulisan yang sudah terkumpul sebaiknya jangan dibiarkan berceceran, lebih baik kita bukukan sehingga karya yang kita tuliskan itu bisa dinikmati oleh orang lain, minimal oleh diri kita sendiri. Buku yang dibuat oleh kita mungkin akan bermanfaat bagi diri kita dan orang lain. Guru yang sudah menerbitkan buku kepercayaan dirinya akan berbeda serta penghargaan dari guru yang lain pun akan didapatkan sebab masih sedikit guru yang bisa berkarya lewat sebuah buku
Menerbitkan sebuah buku bisa melalui penerbit mayor atau penerbit minor. perbedaan penerbit mayor dan minor itu terletak dari model pembiayaannya, kalau penerbit mayor pembiayaan penerbitanny dibiayai oleh penerbit sedangkan penerbit minor pembiayaannya dibiayai oleh penulis. Kedua-duanya memiliki kelemahan dan kelebihan tersendiri.
Ketika guru sudah menerbitkan buku, maka buku tersebut bisa sebagai contoh yang ditunjukkan kepada siswa. Siswa akan senang melihat karya kita dan kemungkinan besar mereka pun akan mengikuti jejak kita ketika kita ajak dan diarahkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar