Sabtu, 06 Februari 2021

RESUME HARI KESEMBILAN

 


Ajang guru berprestasi merupakan ajang bergengsi bagi kalangan para guru. Ajang ini selalu diadakan pada setiap tahunya oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan. Namun pada tahun kemarin ajang ini ditiadakan disebabkan oleh wabah pandemi covid-19.

Undang-undang no 14 tahun 2005 pasal 36 ayat 1 mengamanahkan "Guru yang berprestasi, berdedikasi luar biasa, dan/atau bertugas di daerah khusus berhak memperoleh penghargaan". Guru yang memounyai prestasi layak diberi penghargaan oleh pemerintah.

Kegiatan guru berprestasi ini diadakan di semua provinsi secara nasional, penyelenggaraannya berjenjang dari mulai tingkat sekolah sampai ketingkat nasional. Seleksi yang berjenjang ini membuat keterpilihan guru berprestasi tingkat nasional benar-benar orang tepat yang terpilih berdasarkan kualitas yang sangat mumpuni.

Disetiap daerah peminat lomba berbeda-beda, ada yang banyak dan ada yang sedikit. Perbedaan ini berdasarkan minat dan kesadaran dari para guru. Terkadang dilapangan para guru enggan mengikuti lomba ini dikarenakan kesadaran diri, dimana ia merasa bahwa dia belum pantas mengikuti lomba ini dikarenakan prestasi dan totalitas dalam mengajarnya belum maksimal.

Mengikuti lomba guru yang begitu prestisius ini memang memerlukan persiapan yang sangat matang, tidak bisa dadakan. Semua harus dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum perlombaan dimulai. Banyak sekali penilaian yang dilakukan, dari mlai penilaian akademis,portofolio, karya ilmiah, wawancara dan lain-lain.

Untuk mengikuti perlombaan ini melalui alur sebagai berikut:

1. Pengusulan guru berprestasi dan berdedikasi oleh kepala sekolah

2. Pemilihan guru berprestasi dan berdedikasi tingkat Kabupaten

3. Pemilihan guru berprestasi dan berdedikasi tingkat proinsi

4. Pemilihan guru berprestasi dan berdedikasi tingkat Nasiona;

 

Seorang guru yang ingin mengikuti lomba ini ada beberapa tips yang bisa dijalankan sebagai persiapan diantaranya:

1. Niat

Niat ini sangat penting dimiliki, berkeinginan menjadi terbaik memang harus dimiliki sebab dengan niat yang jelas pada akhirnya langkah kita akan menuju kesana. Namun berniat hanya ingin menjadi guru yang menang dalam lomba merupakan sebuah kesalahan juga sebab seandainya tidak tercapai akan membuat kecewa. Berniatlah memberikan yang terbaik dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah, memberikan pelayan prima kepada para siswa yang dilandasi dengan niat beribadah supaya hati kita benar-benar ikhlas dalam menjalani pekerjaan sebagai guru. 

Totalitas dalam bekerja akan membuat atasan atau kepala sekolah juga melihat kinerja kita sehingga nantinya dia akan memberikan atau mengutus kita untuk mengikuti kegiatan lomba guru berprestasi sebagai perwakilan dari sekolahnya.

Seandainya kita mendapatkan rekomendasi dari atasan, maka kita gunakan rekomendasi ini dengan semaksimal mungkin, meminta doa kepada orang tua, kepada para guru, rekan sejawat bahkan kepada para siswa supaya ketika dalam mengikuti ajang lomba ini dilacarkan dan diberikan kemudahan.

2. Berikhtiar (Berusaha)

Ada sebuah ayat Al-qur'an yang menyatakan "Sesungguhnya Allah tidak akan merubah suatu kaum hingga kaum itu merubahnya". Berikhtiar semaksimal mungkin perlu dilakukan agar hasilnya benar-benar maksimal, setiap usaha itu harus terasa lelahnya oleh fisik dan pikiran. Rasa cape dari ikhtiar itu akan membuahkan hasil yang indah pada masanya, sebuah pepatah mengatakan "usaha tidak akan menghiati hasil".

Beberapa langkah ikhtiar yang maksimal diantaranya:

a. Fokus

Fokuslah dalam menjalani pekerjaan sebagai guru, sebab penilaian dalam lomba guru berprestasi ini memang menilai hal-hal yang kita lakukan sebagai guru. setiap kegiatan disekolah atau diluar sekolah namun berkaitan dengan pembelajaran kita harus mendokumentasikannya. Sertifikat mengikuti seminar, workshop, diklat dan sebagainya disimpan baik-baik. Melakukan penelitian dikelas seperti membuat PTK, best practise, karya inovatif, harus diarsipkan.

b. Persiapan yang Matang (Fisik, Psikis & Finansial)

Fisik, psikis dan finansial itu harus disiapkan benar-benar sebab pada pelaksanaannya ketiga itu benar-benar dikuras. Ketika waktu tes itu dari pagi bisa sampai malam, jadi stamina harus prima.

c. Work Smart -Work Hard

Bekerja dengan cerdas dan bekerja keras harus sinergi, kita harus bisa menganalisis berbagai peluang yang bisa kita kerjakan sehingga kita mempunyai keunggulan dari peserta lain. Guru-guru yang lain juga pasti melakukan persiapan yang sama untuk mengikuti lomba ini. Jadi kita cari tahu point-point penilaian dalam lomba ini sehingga setiap item penilaian terisi oleh kita. Jangan sampai ada item yang kosong sebab akan membuat bobot nilainya kecil.

3. Tawakal (pasrah)

Setelah melakukan semuanya dengan maksimal maka kita serahkan semuanya kepada Allah. Apapun hasilnya itu yang terbaik bagi kita, dengan begitu menang dan kalah kita tidak akan kecewa.


 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERAN GURU SEBAGAI FASILITATOR

  Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, peran guru tidak lagi terbatas pada penyampaian materi pelajaran semata. Salah satu peran pe...