Sabtu, 30 Januari 2021

RESUME HARI KEDELAPAN


 

Berbicara di depan umum merupakan sebuah pekerjaan yang membutuhkan sebuah keahlian, keahlian tersebut disebut dengan public speaking. Banyak sekali jenis pekerjaan ini seperti:Mc, Moderator, Keynote Speaker dan lain-lain.

Kemampuan berbicara di depan umum tidaklah mudah sebab, kemampuan ini tidak lahir dengan sendirinya melainkan diperlukan berbagai latihan. Orang banyak yang mampu berkomunikasi dengan orang lain dalam acara non formal, berbincang dengan keluarga, berbincang dengan teman. Namun ketika dipersilahkan berbicara secara resmi di depan orang banyak pasti banyak orang yang tidak mau mau.

Rasa canggung dan tidak PD (Percaya Diri) merupakan hal yang biasa ditemukan pada setiap orang ketika ditanya kenapa tidak mau berbicara di depan orang secara formal. Mengatasi rasa canggung dan tidak percaya diri ini bisa dilakukan dengan berbagai cara diantaranya

1. Lakukan Persiapan

Persiapan merupakan hal penting ketika kita mau berbicara di depan orang.  lakukankan berbagai persipan secara fisik dan psikis supaya ketika kita tampil dalam menyampaikan materi kondisi tubuh kita prima.

2. Kuasai Materi

Apa yang akan disampaikan nanti dalam pertemuan, materinya harus benar-benar terkuasai. Baca berbagai literatur yang menunjang tentang permasalahan yang akan disampaikan nanti, cari hasil riset-riset terup-date. Banyak sekali referensi yang bisa baca dimasa sekarang ini. Jurnal, E-book, koran elektronik dan sebagainya bertebaran di internet.

3. Relaksasi Tubuh

Relaksasikan tubuh kita sebelum tampil supaya fikiran tidak tegang, relaksasi ini akan membuat jiwa raga kembali fress, siap beraktifitas lagi. Tubuh itu mempunya hak untuk disegarkan kembali setelah ia bekerja untuk mencapai tujuan kita.

4. Relaksasi Suara

Suara yang jelas adalah suara yang pelapan setiap huruf itu terdengar jelas oleh para pendengar serta penekanan katanya pas, sehingga orang yang mendengarkan  begitu terpukau dan terkesima dengan kata-kata yang disampaikan. Suara ini harus dilatih dengan berbagai relaksasi. Banyak sekali cara melatihnya bisa mencari di google atau di youtube bisa ditemukan dan dicoba untuk dipraktikkan.

Penyampaian materi dalam forum ilmiah atau dalam ceramah suara harus terdengar oleh para peserta itu jelas dan bertenaga. Suara yang jelas dan bertenaga ini perlu dilatih dengan berbagai latihan diantaranya:

a. Latihan vocal

b. latihan pernapasan

c. latihan berbicara

Suara kita harus dikelola dengan baik sehingga dalam berbicara itu menghasilkan intonasi, artikulasi, aksentuasi dan pemenggalan kalimat yang baik. Penekanna dalam sebuah kalimat harus terasa ada ruh dan gairahnya. Kecepatan berbicara dan volume suara meski disesuaikan dengan maksud dan tujuan yang akan disampaikan serta melihat kondisi lingkungan.

Sebuah forum yang diisi oleh para pembicara yang hebat biasa akan terlihat dari kondisi peserta. Peserta yang bergairah mengikuti dan mendengarkan ceramah pemateri bisa dipastikan pembicara itu baik dalam menyampaikan materi dan mengelola lingkungan belajar. namun ketika peserta banyak yang tidur, ngobrol dan sering bolak-balik ke toilet ini menunjukkan bahwa pembicara ini membosankan dan menjenuhkan.

Supaya peserta bergairah dalam mengikuti materi yang disampaikan maka harus dipergunakan berbagai strategi dalam menyampaikan materi diantaranya:

1. Diskusi

Libatkan peserta dalam penyampaian materi. Tanyalah peserta apabila ada materi yang belum mereka pahami, bisa juga kita meminta komentar para peserta. Melibatkan dalam diskusi ini akan membuat peserta tidak jenuh dan mengantuk, sebab mereka akan bersiap siaga, kalau nanti dia kebagian ditanya atau dipintai komentar.

2. Ice breaking//Energizer

Mendengarkan materi tanpa jeda akan membuat pikiran lelah, disini akan terjadi sebuah kejenuhan mengikuti materi. untuk membangkitkan gairah peserta di tengah-tengah acara setelah jenuh maka pemateri bisa mengisi acara dengan sebuah ice breaking. Banyak sekali ice breaking yang bisa kita pakai, tinggal kita cari digoogle. Ketika ice breaking dilaksanakan biasanya suasana forum akan kembali lagi segar.

3. Tag Line/Yel-yel

Yel-yel yang dibuat dalam forum akan membuat semangat peserta tergairahkan kembali. Yel-yel ini dimainkan ketika peserta terlihat mulai konsentrasi.

4. Bermain Kuis

Bermain kuis ini sangat menarik dimainkan sebab dengan jawaban yang benar ketika disampaikan oleh peserta membuat orang tersebut terhagai oleh yang lain karena bisa menjawab.

5. Melakukan gerakan peregangan

Duduk mendengarkan materi membuat tubuh terasa pegal. pemateri bisa menyuruh peserta untuk melakukan peregangan-peregangan kecil supaya pisik pesert kembali bugar.





Jumat, 29 Januari 2021

RESUME HARI KETUJUH



 

 

Guru sudah terbiasa berbicara karena memang pekerjaan seorang guru tidak bisa lepas dari berbicara, tanpa berbicara kegiatan pembelajaran di kelas tidak akan efektip berjalan. Kata-kata yang keluar dari seorang guru sebagai penjelas untuk memahamkan siswa terhadap suatu materi yang telah ditetapkan dalam sebuah kurikulum.

Kebiasaan guru berbicara di depan kelas ini memberikan peluang dan kesempatan kepadanya untuk menjadi seorang pembicara atau public speaker dalam kehidupan di sekolah atau dimasyarakat. Banyak sekali para guru di kampung halamannya menjadi para pembicara seperti: ustad, MC, dan pembicara dalam serah terima pengantin. 

Meskipun guru sudah terbiasa berbicara ternyata berdasarka riset masih banyak guru yang belum bisa dan terbiasa berbicara di luar kelas. Ketika setiap hari senin melaksanakan kegiatan upacara bendera kita bisa melihat di sekolah sebagai pembina upacara pasti guru itu lagi- itu lagi, kalau dipresentasekan mungkin tidak lebih dari 50 persen guru yang menjadi pembina upacara. Selalu ada saja alasan bagi guru untuk tidak menjadi pembina upacara meski pun jauh hari telah dijadwalkan. Ketika jadwalnya tiba maka guru yang tidak mau terkadang datang ke sekolahnya pas upacara telah dimulai atau setelah upacara selesai.

Kepandaian guru berbicara di depan kelas juga tingkat kualitas berbicaranya berbeda, ada yang menarik perhatian siswa ada juga yang menjenuhkan. Dulu ketika saya menjadi pelajar sering menyaksikan perbedaan kualitas guru dalam berbicara. Seorang guru menyampaikan materinya dengan penuh antusias dan memberikan contoh-contoh kongkrit dalam kehidupan yang dikaitkan dengan materi yang sedang dipelajari. Penyampaian materi tersebut membuat saya semangat dalam belajar. Ada juga seorang guru yang ketika menyampaikan materi, ia berbicara sebuah materi pelajaran tetapi pandangannya tidak berani menatap wajah para siswa, ia menjelaskan dengan pandangan menatap ke atas, mungkin ia kurang percaya diri memandang wajah para siswa.

Siswa dalam belajar, mendengarkan guru berbicara tidak punya pilihan untuk menolak mendengarkan guru berbicara, bagaimanapun kualitas publik speaking guru, sebab siswa terkungkung dengan sebuah aturan belajar dan berorientasi mendapatkan nilai setelah ia belajar. Jadi ketika siswa belajar dengan guru yang public speakingnya biasa mngkin ia belajar dengan perasaan penuh keterpaksaan.

Guru dan kepala sekolah bisa dilihat kualitas bicaranya ketika ia berbicara sebagai pembina upacara, berbicara kepada seluruh siswa bahkan didengarkan oleh para guru yang berada disana. Pembina upacara yang bicaranya penuh antusias dan mempengaruhi pendengarnya, sehingga pendengar terkesima dalam mendengarkannya bisa dipastikan ia merupakan kepala sekolah atau guru yang memiliki kualitas berbicara yang baik. Pembina upacara yang berbicara hanya seputar peraturan sekolah atau kebersihan lingkungan sekolah maka ia merupakan pembicara yang kualitasnya biasa-biasa saja, sebab masalah peraturan dan menjaga lingkungan sekolah cukup ditempel sebagai mading disekolah.

Menjadi pembicara yang hebat harus pandai dalam mengambil tema, sehingga tema tersebut membuat para pendengar menjadi penasaran dan melibatkan diri untuk mendengarkannya. Tema yang seringkali diulang menjadikan mudah ditebak arah pembicaraannya.

Ada beberapa tips menjadi pembicara sukses

0. Happy

Happy ini tidak dibikin nomor satu sebab senang itu harus menjadi dasar yang dimiliki oleh pembicara. Perasaan senang ketika menjai pembicara akan membuat penampilan menjadi prima serta auranya akan keluar menjadi sebuah motivasi. Motivasi yang membara yang keluar dari seorang pembicara akan menular kepada para pendengar.

1. Persiapkan

Persiapan menjadi sebuah kunci dalam keberhasilan dalam public speaking. ada sebuah pepatah yang mengatakan "apabila naik ke podium tanpa persiapan maka ia akan turun dalam kehinaan". seseorang ketika mau melakukan presentasi, ceramah, pidato dan lain-lain wajib melakukan persiapan. Beberapa persiapan yang dilakukan diantaranya:

a. Riset, baca, kuasai materi

Lakukan penelitian-penelitian terhadap materi yang akan kita paparkan sehingga dengan penelitian yang kita lakukan akan menjadikan materi tersebut penuh aura ketika didengarkan, sebab materi yang disampaikan benar-benar telah dilakukan. Kita akan lebih percaya mendengarkan tentang keluarga dari orang yang memang telah berumah tangga dari pada mendengarkannya dari orang yang belum berumah tangga, walaupun isinya sama. Ilmu yang disampaikan berdasarkan pengalaman atau riset membuat lebih mengena kepada orang yang mendengarkannya. 

Membaca berbagai buku pun membuat wawasan kita lebih luas tentang materi yang akan disamapaikan. Kualitas literasi seorang pembicara memang harus luas. Sekarang banyak sekali buku yang kita bisa baca, E-book bertebaran di dunia maya, kita tinggal punya semangat untuk mencari dan membacanya.

Kuasai materi yang ingin disampaikan tersebut dengan semaksimal mungkin sehingga kita tampil ke depan podium, rasa percaya diri  akan menyertai kita. Berbicara bisa panjang lebar dan mengenai sasaran sebab materinya sudah dipersiapkan sebelum naik.

b. Membuat slide & latihan

Buatlah slide presentasi yang semenarik mungkin, sekarang sudah menjadi kebiasaan ketika presentasi memakai power point. ada pepatah china mengatakan "Satu gambar bisa bermakna seribu kata". Penampilan slide yang menarik bisa membuat fokus pandangan dan perhatian para peserta.

Lakukanlah latihan sebelm kita tampil, kita bisa merefleksi penampilan kita. diposisi mana ada kesalah bisa terkoreksi, sehingga bisa diperbaiki. kebiasaan seorang entertaiment harus dicontoh, mereka sebelm naik kepanggung mereka berlatih bisa berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan padahal pentas di penggungnya hanya 10 menit.

Tampil diwaktu presentasi dengan menggunakan media slide membuat penampilan lebih elegan dan kekinian. Kita jangan dibiasakan bergantung kepada operator yang mengoperasikan slide dikomputer sebab ini akan mengurangi kekhidmahan ceramah, ketika slide selanjutnya kita berkata "next, lanjut, stop dan lain-lain". Kata-kata itu akan terus terulang ketika tampilan slide tidak sesuai dengan penyampaian kita. Biasakan membawa remote control sehingga layar dikomputer bisa kita operasikan dari kejauhan dan membuat kita enjoy dan fokus menyampaikan materinya.

2.  Ketahui minat audience

Mengetahui audien membuat ceramah bisa diterima, kita harus berbicara sesuai dengan bahasa audien. Berbicara di depan anak muda harusa berbeda dengan didepan orang tua. Berbicara didepan akademisi harus berbeda dengan berbicara di depan para petani.

3. Perhatikan gaya pembicara yang sukses

Mencontoh para pembicara yang hebat membuat kita punya referensi. Perhatikan para pembicara hebat itu mulai dari penampilan, kosa kata serta gaya penekanan dalam penyampaian. Ada istilah "ATM" (Amati, Tiru dan Modifikasi). Kita tiru orang-orang hebat tersebut walau pun kita tidak boleh menginginkan seperti mereka, kita harus sesuai dengan pribadi kita.

4. Usahakan datang lebih cepat & nikmati tempat dimana anda akan bicara

Datang lebih awal membuat kita bisa beradaptasi dengan kondisi lingkungan atau pun sarana yang akan kita pergunakan. Seandainya kita dari rumah memakai jas ternyata pas dilokasi tidak ber AC dan tidak ada kipas angin maka kita bisa berpakainnya tidak berjas. Apa jadinya seandainya ruangan tidak ber AC dan tidak ada kipas angin kita sudah terlanjur berjas maka kita akan terganggu dengan pakaian yang tidak nyaman ketika berbicara.

5. Ketahui kekuatan dan kelemahan anda

Mengetahui kekuatan dan kelemahan akan membuat penampilan kita prima, untuk mengetahui hal ini kita bisa menggunakan analisis SWOT yaitu Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman).

6. Penampilan Anda harus bisa dinikmati 

Materi akan diterima oleh peserta ketika mereka merasa nyaman dengan kita. penampilan sangat penting untuk diperhatikan supaya kewibawaan kita sebagai pembicara benar-benar bisa diterima. Pakain yang rapi serta elegan membuat kita pun nyaman saat berbicara.

7.  Senyum, saat masuk ruangan & mulai bicara, bikin rileks, percaya diri dan nyambung 

Jadilah pribadi yang supel dalam bergaul,  keramahan akan membuat kita diterima oleh peserta dan mereka pun siap mendengarkan kita berbicara.

8. Jadilah diri sendiri

 Menjadi diri sendiri sebuah keharusan, kita harus punya karakter khusus diri kita seihingga karakter itu menjadi brand bagi kita dan dikenal orang.

9. Dokuntasikan (foto &vidio) presentasi anda

Dokumentasikan setiap penaampilan kita sehingga kita bisa menyaksikan diri kita setelah acara selesai, mengkoreksi setiap kesalahan untuk diperbaiki dikemudian hari.

10. Amati Perubahan

Amati peserta, apabila peserta sudah mulai keluar masuk maka itu tanda tidak menarik maka berhenti atau ambil dialog. Kita berbicara harus menyesuaikan kondisi peserta supaya materi yang disampaikan bisa benar-benar diterima.

11. Evaluasi

Evaluasi menjadi sebuah keharusan bagi seorang pembicara yang ingin berkembang. dengan mengevaluasi diri kita bisa memperbaiki diri kita menjadilebih baik.


Kamis, 21 Januari 2021

RESUME HARI KEENAM GURU BICARA


 

Program belajar bicara PGRI pada tanggal 21 Januari 2021 ini dipandu oleh pemateri paman Apiq dia seorang youtuber yang sangat keren dan terkenal. Beliau dalam membuat content vidio di youtubenya konsen terhadap pelajaran matematika.

Pemaparan tentang public speaking yang ia sampaikan terangkum dalam 5 kunci teknik-teknik rahasia mengajar yang seru. kelima rahasia tersebut diantaranya:

1. Entertaining First, educater later

Gunakan formula, mengajar yang petama itu harus yang menarik bagi anak-anak. menarik disini bisa dari penampilan gurunya atau dari materi yang akan disampaikan. Guru harus pandai membuat penampilan dirinya mempesona dan materi menjadi menarik sehingga ketika pembelajaran dimulai siswa akan fokus ke guru dan materi yang disampaikan.

2. Pakailah visualisasi dan animasi, gunakan gambar dan gerakan

Visualisasi dan animasi akan mempermudah siswa memahami materi, apalagi pembelajaran yang di Sekolah Dasar memang harus menggunakan wujud kongkrit sebagaimana psikologi pendidikan Piaget mengatakan bahwa anak SD rentan usia 7-10 tahun berada dalam pola pikir operasional kongkrit. walau pun usia diatas 10 tahun juga banyak yang suka belajar untuk memahami sebuah teori itu dengan menonton vidio. Pembuatan vidio ini harus dikuasai oleh guru untuk menyampaikan materi supaya materi itu bisa dipahami sesuai dengan tujuan pembelajaran.

3. Durasi Singkat

Pembuatan vidio apalagi untuk diupload diyoutube harus memperhatikan durasi waktu. Vidio harus berdurasi pendek minimal 3 menit dan maksimal 7 menit. Durasi yang pendek ini akan membuat siswa tidak banyak beban dalam mempelajarinya serta memudahkan siswa untuk mengulangi materi yang belum dikuasainya. 

Bagaimana seandainya materi yang akan disampaikannya memerlukan durasi yang panjang misalnya 30-60 menit? 

Durasi yang panjang bisa dibuat dengan vidio yang dibuat berseri, nantinya siswa bisa memilih vidio yang belum dipahami untuk diputar berulang-ulang. Kalau dibuat langsung berdurasi panjang pada vidio, siswa akan kesulitan ketika akan mengulangi materi yang belum dikuasai.

Pembuatan vidio bisa menggunakan powert point atau pakai polaris tergantung yang kita kuasai, pengeditan vidio sebaiknya menggunakan handphone dari pada laptop. Penggunaan hanphone ini lebih praktis sebab berada terus alam genggaman kita.

4. Gunakan contoh 

Contoh yang diberikan dalam vidio akan membuat siswa mudah memahami materi yang disampaikan oleh kita. Buatlah beberapa contoh sebagai pengemas penyampaian materi, beberapa contoh yang diulang akan membuat materi terlihat jelas.

5. Lakukan interaksi

Untuk meyakinkan penguasaan siswa terhadap materi yang kita sampaikan maka kita beri umpan balik berupa interaksi seperti soal atau komentar. Prinsip dalam pembelajaran harus ada evaluasi. Guru memberikan soal yang akan dinilai, pemberian soal ini membuat siswa berlatih dengan berlatih kemampuannya akan terasah dan penguasaan materi akan lebih sempurna.


Menjadi seorang youtuber harus konsisten dalam menjalankannya sebab tidak mudah menjadi seorang youtuber yang sukses, ada faktor keberuntungan juga. Banyak youtuber sukses itu ketika sudah bertahun-tahun menjalaninya. Menjadi youtuber harus niatnya berbagi ilmu nanti kalau ada dollarnya anggap saja  sebagai bonusnya. Untuk keberhasilan menjadi youtuber harus fokus ke content, dengan kontens yang bermanfaat akan berambah orang yang menyukai.

Perlu diperhatikan dalam youtube itu makin banyak subcriber, kesuksesan youtuber semakin besar. Meraih subscriber itu memang tidaklah mudah. Content Pendidikan biasanya sedikit yang nonton namun ketika mulai disukai maka subcribernya akan makin banyak dan subcribernya biasanya militan atau jarang menunsubcribe. Berbeda dengang content ngeprang, biasanya banyak yang nonton namun mensubcribe kurang. banyaknya mensubcribe akan berpeluang banyaknya ditonton sebab pemberitahuan vidio-vidio baru akan cepat diinformasikan ke para subcriber.

Menjani menjadi seorang youtuber penuh dengan lika-liku maka diperlukan beberapa strategi dalam menjalani, diantaranya:

1. Konsisten, luangkan waktu minimal 1 jam, bikin vidio

Perlu latihan dalam membuat vidio maka luangkanlah setiap hari 1-2 jam untuk membuat vidio, banyak aplikasi yang bisa dipakai untuk membuat vidio diantaranya: Mobize, inshot dan lain-lain.

2. Punya target 1 minggu minimal 1 sampai 2 vidio jangan menunggu sempurna

Target membuat pekerjaan itu jelas untuk diselesaikan, upload vidio yang kita rencanakan, jangan menunggu sempurna, biarkan waktu yang membat kesempurnaan pembuatan vidio, seandainya jam terbang sudah cukup lama maka kualitas vidio kita akan meningkat. Yang perlu dierhatikan dalam pembuatan vidio itu kualitas vidio haru yang terbaik misalkan full HD 720, resolusi foto-fotonya yang besar.

 


RESUME HARI KE 5 PROGRAM BELAJAR BICARA

 



Menulis merupakan sebuah keterampilan yang harus dikuasai oleh seorang guru, kepandaian dalam menulis akan menjadikan kualitas public speaking seorang guru menjadi lebih baik, berbicara di depan umum untuk seorang guru sudah terbiasa dikarenakan setiap hari dalam mengajar selalu melakukan berbicara di depan para muridnya. Apabila menulis dijadikan kebiasaan maka nantinya berpengaruh besar terhadap kualitas berbicara. Penyampaian pesan akan lebih terstruktur disebabkan kebiasaan menulis mempengaruhi pola pikir dan ucap.

Menulis terkadang dipandang sulit oleh seorang guru, padahal tanpa disadari dunia menulis itu sudah bagian dari pekerjaannya dalam mengajar. Tugas seorang guru adalah merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran dan mengevaluasi pembelajaran. Perencanaan pembelajaran berupa Rencana Pelaksaan Pembelajaran (RPP) adalah sesuatu yang wajib dilakukan oleh seorang pengajar ketika ia akan melaksanakan kegiatan pembelajaran, dalam pembuatan RPP pasti disini guru menuangkan berbagai gagasan yang disampaikan ketika pembelajaran berlangsung nanti. Perencanaan pembelajaran ini melatih seorang guru menuangkan gagasannya menjadi sebuah tulisan. Berarti dunia menulis ini akan mudah dilakukan oleh guru.

Kewajiban lain yang harus ditunaikan oleh seorang guru adalah berupa Penelitian Tidakan Kelas (PTK), dalam pembuatan karya ilmiah ini guru menganalisis persoalan yang dihadapi oleh seorang siswa lalu dicarikan solusi dalam memecahkannya. Pasti dalam mengajar selalu ada saja masalah yang dihadapi oleh siswa sehingga guru harus menyelesaikannya. Dalam PTK guru akan menguraikan permasalahan dan solusi yang diberikan dalam bentuk tulisan. Disini guru terasah kemampuan menulisnya secara ilmiah.

Keterlatihan seorang guru dalam menulis seperti yang disampaikan di atas seharusnya sudah membuat seorang guru mahir dalam menulis, namun ditemui dilapangan tidak seperti itu, banyak guru ternyata masih kurang mampu dalam kegiatan tulis menulis, mungkin ini dikarena guru kurang konsisten dalam mengembangkan keterampilan menulisnya.

Menulis buku memang memerlukan usaha yang cukup maksimal sebab sebuah buku itu memerlukan berpuluh-puluh halaman bahkan sampai ratusan sehingga dalam menulisnya memerlukan konsistensi dan kontiutas dalam menyelesaikannya. berbeda dengan RPP yang terkadang hanya terdiri dari 7 halaman bahkan sekarang RRP cukup hanya satu lembar.

Sekarang banyak sekali para guru yang sudah mulai menulis berbagai buku dan diterbitkan diberbagai penerbit, ada yang dipenerbit mayor dan minor. Perbedaan penerbit itu bukanlah masalah yang terpenting guru sudah bisa berkarya dalam tulisan. Menghasilkan sebuah buku akan menjadikan kebanggaan tersendiri bagi penulisnya, bahkan bisa menjadi kebanggan bagi keluarganya bahkan peserta didik.

Buku hasil seorang guru bisa menjadi sebuah alat motivasi bagi peserta didik, tidak semua guru bisa menghasilkan karya buku, peserta didik diberi contoh dengan hasil karya ini, mungkin mereka akan tergugah dan meniru jejak langkah kita.

Melakukan rutinitas menulis terkadang penuh dengan tantangan, mulai dari diri kita dengan rasa malas, merasa sibuk dan sebagainya. Lingkungan disekitar pun terkadang tidak mendukung bahkan sumbang terhadap kegiatan menulis. Kemalasan harus dilawan oleh diri kita sebab kalau tidak dibiasakan menulis maka kreatifitas dan keahlian tidak akan terasah. Suara sumbang dari lingkungan pun kita harus abaikan, biarkan suara sumbang itu mengalir apa adanya tak perlu kita membela dan berargumen sebab alasan yang kita berikan tidak akan didengarkan.  Biarkan nanti yang menjawabnya sebuah karya, mereka akan diam dengan sendirinya.

Menjadi guru dengan menambah keahlian menulis akan membuat pribadi menjadi unggul, guru-guru itu memang banyak namun kualitasnya berbeda. Guru yang suka menulis pun lumayan banyak namun yang kualitas menulisnya bagus tidak cukup banyak, maka berlatih menulis yang bagus supaya menjadi lebih baik. kita harus berprinsip "ketika orang duduk maka kita harus berdiri, ketika orang berdiri kita harus berjalan, ketika orang lain berjalan kita harus berlari, ketika orang lain berlari kita harus berlari bagai badai supaya tidak terkejar".

Karya tidaklah langsung bisa terasa manisnya, perlu waktu sebuah karya menjadi sesuatu yang membanggakan bagi banyak orang, adakalanya beberapa tahun kemudian karya itu dihargai oleh orang lain, namun pada prinsipnya kita harus terus berkarya tiada henti sampai karya yang kita buat itu mengejar kita.

Peraturan sekarang seorang guru PNS yang mengajukan kenaikan pangkat pada golongan tertentu diperlukan karya tulis. Ini mendorong semangat guru untuk memulai kebiasaan menulis, tetapi kalau semangat menulisnya didasarkan kepada Penilaian Angka Kredit (PAK) biasanya setelah selesai naik pangkat maka menulisnya akan berhenti. 

Menulis itu memang banyak kendala, misalnya susahnya menuangkankan pikiran menjadi bentuk tulisan atau masih bingung untuk menulis apa. Menulis bisa dimulai dari hal-hal yang kecil dan dikuasai. strategi dalam menulis diantaranya.

1. Banyak membaca

2. Tentukan  tema

3. Disiplin untuk setiap hari menulis

4. Bikin jurnal harian




 


Kamis, 14 Januari 2021

RESUME HARI KEEMPAT

 


Pertemuan kali ini dalam program public speaking membahas tentang Hypnotic language Pattern untuk Public Speaking oleh Asep Hernage Pattern. dia seorang penulis dan trainer tingkat nasional.

keberhasilan publik speaking harus memahami beberapa hal:

1. memahami mekanisme mental manusia

2. Memahami teknik menggerakkan audience engan pola bahasa verbal (hiptotic Language Patern)

3. Memahami cara menggerakkan audience dengan bahasa non verbal

 Komunikasi pada manusia itu dientukan oleh cara bagaimana seseorang menyampaikan pesan yang ingin disampaikan, dalam keefektipannya komunikasi ternyata ditentukan bagaimana menyentuh rasa atau emosi seseorang sebagaimana kata Jim Rhon "Efektivitas komunikasi itu 20% berangkat dari apa yang anda tahu, dan 80% dari apa yang anda rasa".

Cara komunikasi yang efektif adalah yang menyasar emosionalitas orang ketinmbang rasionalitas. rasionalitas itu harus disublimasikan terhadap emosionalitas. Seorang komunikator harus mengemas pesan yang rasional yang bisa menyentuh perasaan lawan bicara.

Seperti perokok dinasihati dengan rasionalitas seperti banyaknya bahaya roko, menyebabkan banyak penyakit, biasanya orang akan menerima karena itu dimengerti tetapi ketika 1-2 jam biasanya akan kembali menjadi perokok. Berbeda kalau cara menasihatinya dengan menyentuh aspek emosionalnya maka keberhentiannya bisa total, kasus seperti ini banyak ditemui yang dilakukan oleh para psikiater dan para hipnoterapi.

manusia dalam mengolah informasi mempunya mekanisme pikiran manusia diantaranya:

- Conscious Mind (12% dominasinya terhadap tindakan manusia)

Conscious Mind tu memperhatikan logis, rasional, sistematik, hitam-putih (prinsip benar-salah), memori jangka pendek

- Subconscious Mind (88% dominasi terhadap tindakan manusia

sesuatu yang berhbungan dengan emosi, cinta kasih, spontanitas, irasiona, semua data adalah benar (absolut), tidak mengenal nilai, gudang memori.

tipe Sugestibilitas Audience

Menurut Standford Hypnotic Scale (SHSC), tingkat kemampuan manusia menerima saran terbagi ke dalam 3 kelompok

1. kelompok pertama, orang yang mudah disugesti.populasinya 10%

2. Kelompok kedua, orang moderat, tidak sulit tidak mudah, populasinya 85% (paling banyak)

3. Kelompok ketiga, tipe yang sulit disugesti, populasi 5% saja (paling dikit)

Cara menentukan menentukan kriteria tipe manusia dilakukan dengan permainan dengan instruksi permainan tangan dan kelopak mata, apabilabila sesuai intruksi dari peserta maka dia termasuk kedalam tipe 1 dan apabila tidak sesuai dengan instruksi maka masuk ke tipe 2.

Sebagai guru harus mengetahui dulu karakteristik siswa, sehingga kita bisa mengeksplorasi kecerdasan siswa, sehinga dengan begitu guru akan lebih mudah mempengaruhi peserta didik. guru juga bisa dengan cara mengetahui hobi siswa.

 cara menghilangkan pobia dengan cara mengedukasi diri kita minimal sebanyak tiga kali misalnya dengan membuat afirmasi

Setiap kata memiliki nilai emosi yang dibangun dari pengalaman sejak ia lahir hingga detik ini. saat sebuah kata diucapkan, maka otak kita akan searching atau mencari makna atas kata tersebut, dengan menghubungkannya atas setiap pengalaman yang pernah dirasakan. itulah yang disebut Trans Derivational Searc (TDS). ketika proses TDS terjadi, maka proses TRANCE pun terjadi.

Pola Bahasa Hipnotic

1. RHYMING

Penggunaan rima yang konsisten, mampu membius orang memasuki trance. itu sebabnya ayat-ayat suci, juga mantra akrab sekali dengan rima

- Asonansi: permainan bunyi vokal

- Aliterasi: Permainan 

2. Repetisi

kata, frase, atau kalimat yang diulang merupakan alat efektif untuk trance.orator seperti Bng Karno, Hitler, termasuk Obama sering memakainya. Sesuatu yang diulang akan mewujudkan dirinya menjadi sebuah realitas. 

repetisi itu harus dilakukan sebanyak tiga kali.

Hitler pernah berkata " betapapun sebuah data diragukan kebenarannya, saat disampaikan berulang-ulang maka akan dianggap sebagai sebuah kebenaran".

contoh repetisi "Kalau malaysia melawan kita dengan diplomasi kita hadapi dengan diplomasi, kalau malaysia melawan kita dengan ekonomi maka

3. pola Klimaks & anti klimaks

pikiran bawah sadar manusia sangat peka dengan pola bahasa ini.pola ini begitu efektif memainkan intensi audience.

4. Asosiasi

penggunaan Metafora, personifikasi dan analogi untuk menyampaikan sebuah pesan, berpotensi pesan masuk langsung ke pikiran bawah sadar tanpa filter critical factor terlebih dahulu.

contoh-contoh metafora

- gantungkanlah cita-citamu setinggi langit kalau kau jatuh, kau jatuh diantara bintang-bintang

- kalau kau ingin mutiara, kau harus berani terjun ke lautan

5. Quote

Kalimat menjadi powerful ketika mengeksplorasi quote di dalamnya. Kita meminjam senjata oran-orang besar menjadi kelengkapan dari senjata kita. 

6. Eksplorasi kata benda

7. Present tense

Gunakan penanda keterangan waktu sekarang hindari kata "akan", "bakal" :"nanti" dan sejenisnya, karena kata-kata itu bermakna sesuatu yang tidak mungkin terjadi, dan tidak dikenal oleh subconscious manusia.

8. kata Negasi Versus Positif

Pikiran bawah sadar manusia tidak mengenali kata "tidak" "tak", nggak". "jangan" dan kata negasi lainnya. ubah pola kalimat nagasi dengan afirmasi atau pernyataan positif.

9. Sebab-akibat

Eksplorasi kalimat, momen,adegan dengan format sebab-akibat atau sebaliknya, untuk memancing kepercayaan subjek. Pikiran bawah sadar sangat peka dengan formulasi kalimat seperti ini, bahkan ketika format "sebab-akibat" ini tidak memiliki hubungan logis.

10. Double Bind

Mengkondisikan subjek seakan memiliki 2 pilihan.padahal realitas sebenarnya subjek tidak memiliki pilihan, kecuali ide yang kita tawarkan.

11. Submodalitas

Teknik ini cocok untuk komunikasi personal. bukan massal.

Eksplorasi kata-kata yang sesuai dengan submodalitas subjek. Apakah subjek

12. Pacing Leading

Menerima dan mendukung apa yang dipikirkan, dikatakan, dan diyakini subjek, lalu dengan lembut menggiringnya untuk selaras dengan ide

13. Indirect Suggestion

 


Rabu, 13 Januari 2021

RESUME HARI KETIGA

 


 Pada tanggal 12 Januari 2021 acara pelatihan public speaking yang diadakan PGRI membahas tentang ice breaking, pematerinya kali adalah pelatih nasional dibidang ice breaking yaitu pak Kusumo Suryo Harjuno,S.E. Pembahasan sangat menarik dan menyenangkan.

Ice breaking itu sendiri mempunyai arti "memecahkan es", es di sini mempunyai pengertian bahwa suasana penuh dengan kebekuan dan kejenuhan, ice breaking ini mengubah suasana itu menjadi suasana yang penuh dengan kegembiraan dan kceriaan sehingga keadaan ini bisa mengubah kembali kepada tujuan yang akan dicapai. adapun tujuan dari ice breaking itu sendiri sebagai berikut:

1. Membantu kelompok baru untuk saling mengenal.
2. Membantu anggota baru untuk berintegrasi ke dalam grup.
3. Membantu semua peserta merasa nyaman bersama.
 4. Mendorong kerja sama.
 5.  Mendorong mendengarkan orang lain.
 6.  Menciptakan suasana yang baik partisipatif.

Dalam ice breaking itu harus diperhatikan beberapa aspek perkembangan peserta didik diantaranya:

1. Aspek sosial emosi

2. Aspek Bahasa

3. Aspek Motorik

4. Aspek Kognitif

5. Aspek Agama

6.  Aspek Seni

 permainan ice breaking ini bisa dilakukan dengan menggunakan nyanyian-nyanyia, dan banyak gerakan. Beberapa contoh dari ice breaking:

- Angka ajaib

12 34 54 31

54 31 234 51

angka-angka itu dinyanyikan dengan menggunakan lagu dan dimainkan dengan jari tangan

- Perkenalkan berbagai posisi

Where dimana

in front of di depan

Behinf di Belakang

Beside di Samping

Up above di  Atas

Under beneath di Bawah

Here and there di Sini dan di sana

teks-teks itu dinyanyikan dan sambil menunjukkan arahnya

- Twenty Win

Disini permainannya 2 orang, setiap orang bisa menyebutkan 1 angka dan paling banyak 2 angka,

Ketika orang menyebutkan 20 maka dia pemenangnya,

 



PERAN GURU SEBAGAI FASILITATOR

  Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, peran guru tidak lagi terbatas pada penyampaian materi pelajaran semata. Salah satu peran pe...