Minggu, 25 April 2021

RESUME KE-8 BUKU MAHKOTA PENULIS


 

Menulis merupakan sebuah mahkota bagi seorang penulis itu kata pak Tharin Dahlan seorang pensiunan polisi, dosen dan kompasianer. Beliau juga mengatakan "Sesungguhnya uara dari menulis itu adalah buku. karena, buku bersifat abadi dan menjadi alibi tak terbantahkan atas kehadirann seorang anak manusia di muka bumi ini".

Menulis  itu ibaratkan air mengalir yang terus menetes dan akhirnya bermuara di lautan, kumpulan tulisan itulah sebuah buku. Lembaran-lembaran hasil goresan sang penulis yang dijadikan satu itulah buku.

Semua orang itu bisa menulis, ketika bisa berbicara otamatis bisa menulis, coba saja kita berbicara lalu kita rekam terus ucapan yang kita lontarkan itu kita tuliskan, maka itu menjadi sebuah tulisan. Tak ada alasan mengatakan, kalau kita tidak bisa menulis. Sejatinya menulis merupakan pengejawantahan atau memindahkan apa yang diucapkan kedalam peralatan tulismenulis.

Dalam menulis ada beberapa kategori Artikel atau tulisan diantaranya

1. Artikel Deskriptif

2. Artikel Eksplonatif

3. Fiksi

Ketika kita menulis orientasikan pemilihan kategorinya ketiga kategori di atas dengan menggunakan unsur 5W 1H.

Ada beberapa methode menulis dalam sekali duuk sebuah tulisan bisa jadi:

a. upayakan tidak meninggalkan tulisan

b. Hiraukan kesalahan ketik

c. Ketika blak. Tinggalkan paragraf, masuk ke paragraf baru

d. Baca berulang-ulang pada proses editing

e. Sebagai pemula cukup 5 paragraf

f. Bersegera posting tulisan di media sosial

metode tersebut bisa digunakan ketika kita belajar dalam menulis, biasakan menyempatkan diri, memberi waktu luang untuk duduk dan menulis.




Resume : Ke 8

Tema : Buku Mahkota Penulis, Buku Muara Tulisan

Gelombang : 18

Garut: 21 April 2021



Selasa, 20 April 2021

RESUME KE-7 MENERBITKAN BUKU LEBIH MUDAH DI PENERBIT INDIE


Menerbitkan buku merupakan cita-cita kebanyakan orang, nama yang tertera dalam buku menjadi kebanggan tersendiri bagi seorang penulis. Penulis terkadang banyak ketakutan dalam menerbitkan sebuah buku dikarenakan banyaknya persyaratan yang ditetapkan oleh sebuah penerbit.

Penerbit itu ada dua kriteria yaitu penerbit mayor dan penerbit indie, di dalam menerbitkan ke dua jenis penerbit tersebut ada kelebihan dan kekurangan sendiri, namun bagi penulis yang ingin menerbitkan buku dengan kepastian terbit, maka memilih penerbit indie menjadi pilihan yang tepat.

Di penerbit indie tanpa seleksi, sehingga biaya penerbitan menjadi tanggung jawab penulis. Sekarang banyak sekali penerbit indie yang menawarkan biaya yang menarik dengan berbagai fasilitas yang ada, kita bisa mencari berbagai penerbit itu di media sosial atau di komunitas kepenulisan.

Pengeditan di penerbit indie terkadang berbeda-beda kualitas dalam pengeditan, ini ditentukan oleh kualitas dari editor di penerbit tersebut. Oleh karena itu penulis yang menerbitkan buku dipenerbit indie harus berusaha menjadi editor supaya buku yang dihasilkan bisa memuaskan.

Ada bebrapa tips dalam mengedit naskah:

- Penulisan kata jangan disingkat-singkat (yg, tdk, blm)

- Jangan sampai ada tulisan yang salah ketik (Typo)

- Satu Paragraf jangan berisi terlalu banyak kalimat

- Mulailah membiasakan membuat kalimat yang pendek-pendek. Kalimat panjang cenderung akan membingungkan.

- Setiap bab baru selalu dimulai di halaman baru. Jangan digabung dengan bab sebelumnya

 




Resume : Ke 7

Tema : Menerbitkan Buku Lebih Mudah di Penerbit Indie

Gelombang : 18

Garut: 19 April 2021



Jumat, 16 April 2021

RESUME KE-6 MENULIS RESUME UNTUK JADI BUKU

Menulis bisa dilakukan dengan berbagai cara, diantara cara menulis yaitu kita menulis sebuah resume ketika kita mendengarkan materi dari orang lain. Langkah ini cukup mudah sebab dalam menulisnya telah mendapatkan point-point penting, kesananya tinggal mengembangkan dengan modal wawasan  atau pengalaman yang dimiliki sesuai dengan materi yang disampaikan pemateri.

Resume dari berbagai pemateri yang telah kita tuliskan, bisa dijadikan sebuah buku, penulisan sebuah resume untuk menjadi sebuah buku memerlukan sebuah langkah. Ada 7 teknik untuk menulis resume jadi buku: 

1. Mengumpulkan resume dalam file word.

Supaya hasil resume materi tidak acak-acakan maka kita taruh semua resume dalam satu file word, penulisannya bisa disusun berdasarkan urutan kita menulis resumenya. Penulisan di word ini menjadi langkah awal, sehingga nanti kedepannya tidak perlu mencari file-file tersebut kemana-mana seperti ke blog, medsos dan lainnya. Sebab terkadang kita menulis file itu sering dimedia berbasis internet.

2. Menentukan tema.

 Resume materi tersebut terkadang pemateri satu dengan pemateri yang lain mempunyai kesamaan isi, oleh karena itu kita harus memilah materi-materi yang sama tersebut ke dalam bab yang sesuai, jangan sampai pembahasan materi tersebut terulang dibab yang lain

3. Buat TOC (Table of Content/daftar isi) 

Agar mudah mengembangkan tulisan kita yang telah diberi tema, maka kita buat daftar isinya, supaya pengembangan tulisan kita terarah sesuai dengan bab yang ditentukan

4. Kembangkan TOC

Kembangkan TOC tersebut dengan pemikiran dan pengalaman kita, cari referensi untuk memperkaya dan memadatkan isi materi. Tulisan akan berbobot apabila mempunyai wawasan literatur yang banyak, bahkan dengan membaca berbagai buku akan memudahkan dalam menulis. Ketika menulis ide-ide tersebut akan mengalir deras sebab sudah mempunyai bahan yang telah kita baca.

5. Review, revisi, dan edit naskah. 

Baca kembali tulisan yang kita telah selesai kita kerjakan, langkah ini harus dilakukan sebab kita pasti akan menemukan kesalahan-kesalan penulisan, bahkan kekurangan-kekurangan tulisan yanglainnya seperti pembahasanna, pemberian contoh dan lain-lain. Jadilah seperti seorang editor, walaupun editor seadanya, namun kita melakukan pengeditan untuk mengurangi kesalahan-kesalahan sebelum dilakukan pengeditan oleh pihak penerbit.

6. Buatlah Sinopsisnya

Sinopsis adalah gambaran isi buku yang telah kita buat. Biasanya ada di cover belajang buku. Buatlah sinopsis itu semenarik mungkin supaya bisa memikat para pembaca, pembeli buku biasanya selain membaca judul buku juga suka membaca sinopsisnya sebelum membeli. Apabila sinopsisnya menarik maka dia akan jadi membeli buku

7. Kirim ke penerbit. 

Langkah selanjutnya untuk menjadikan tulisan kita menjadi sebuah buku adalah dengan mengirimkannya ke penerbit. Jangan takut salah dan malu dengan tulisan sendiri, tenang saja ada tim editor penerbit yang siap membantu terkait penulisan kita yang salah. Hanya saja, tidak semua penerbit  menyediakan jasa editor naskah. Jadi, kita harus tanyakan terlebih dahulu, apakah naskahnya di edit oleh editor atau tidak.

Ketujuh langkah tersebut akan membuat resume-resume yang kita buat bisa berwuju menjadi sebuah buku untuk dinikmati oleh banyak orang.




Resume : Ke 6

Tema : Menulis Resume Untuk Jadi Buku

Gelombang : 18

Garut: 16 April 2021





 


Rabu, 14 April 2021

RESUME KE-5 PENERBIT INDIE


Menulis sebuah buku merupakan cita-cita kebanyakan orang, dengan sebuah buku nama manusia terabadikan sepanjang hayat, namanya dikenang apalagi ilmunya dirasakan bermanfaat oleh para pembacanya.
Seorang penulis akan merasa  bahagia dan lega  ketika ia berhasil menulis dan kemudian menerbitkan buku.  sangat gembira ketika melihat namanya  terpajang di cover buku, yang mana buku-buku tersebut terpajang indah di rak buku dan bisa dinikmati oleh banyak pembaca.

Dalam menulis buku ada 5 tahapan yang harus dilakukan seseorang  diantaranya: 

Tahap 1 : Pra Writing

Tahap pertama  yang bisa kita lakukan adalah  tahap pra writing yaitu penulis akan mulai mencoba mencari ide menggali gagasan yang sesuai dengan tema yang ditulis. Tema yang baik adalah tema yang sesuai pasion yang disukai. Boleh fiksi maupun non-fiksi. Ide itu bisa kita ambil dari pemgalaman,  hasil membaca buku, majalah, koran ada kejadian yang sedang berlangsung. 

2. Drafting/ out line 

Tahapan pembuatan Drafting/ out line ini merupakan rancangan awalatau desain dimana gagasan-gasan pokok yang akan dikembangkan dalam tulisan. Apabila pembuatan out line ini selesai maka bisa dikatakan setengah dari buku telah selesai dikerjakan.. 

3. Wraiting 

Proses menulis ini merupakan pengembangan dari tahap kedua, kita telah mempunyai koridor dalam mengembangkan tulisan kita sesai dengan tema yang akan ditulis, Saat proses ini, penulis mulai menulis dan mengembangkan kerangka atau daftar isi untuk dijadikan naskah yang lengkap dengan diperlukan kreativitas penulis dalam  membuat karya-karyanya. Kreatifitas itu berupa kemampuan merangkai kata, membuat paraf frase, kemampuan menggunakan majas, kemampuan berekspresi, agar tercipta tulisan yang menarik dibaca. 


4. Revisi dan  Editing

✓Revisi

Setelah menuliskan banyak hal yang ingin ditulis pada naskah, pada tahap selanjutnya adalah mulai mengoreksi atau merevisi tulisan mana yang baik dicantumkan atau tidak. Pada tahap ini, Anda akan mencari tahu dimana letak kekurangan tulisan. Apakah sudah sesuai dengan alur, atau masih melebar kemana-mana. Setelah itu dilanjutkan  tahap revising.  Seorang penulis dapat mengubah beberapa bagian dari tulisannya. Ia juga bisa menambah isi tulisannya. Ia dapat menambahkan data baru, ia dapat menghilangkan opini tertentu, dan lain sebagainya. Intinya, melalui tahap revisi inilah penulis akan memoles karyanya, ia akan menjadikan tulisan tersebut semakin menarik lagi.

Setelah masuk tahap
✓ Editing. 

Pada tahap ini penulis akan menjalankan proses pengeditan terhadap karyanya. Berbeda pada tahap revisi yang masih bisa menambah mengurangi isi tulisan, pada tahap ini penulis hanya memperbaiki berbagai kesalahan tanda baca, kesalahan pola kalimat, dan berbagai kesalahan tata bahasa lainnya. Meskipun nanti tulisan Anda akan kembali diedit oleh editor di penerbit, seorang penulis tetap harus berusaha menyunting tulisannya sendiri atau dengan istilah lain Swasunting. Sebab editor yang baik pada sebuah tulisan itu adalah seorang penulis itu sendiri

5. Publikasi

Jika Anda sudah  yakin dengan tulisan naskah buku Anda, maka saat memasuki tahap akhir yakni publikasi. Pada tahapan ini Anda bisa meneruskan naskah Anda ke penerbit.

Mempublikasikan sebuah buku bisa ke beberapa penerbit kita bisa mengirimkan ke beberapa penerbit mayor atau indie, dimana masing-masing penerbit tersebut mempunya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Perbedaan kedua jenis penerbit tersebut diantaranya:
1.  Jumlah Cetakan di penerbit mayor. 

# Penerbit mayor  mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku.

#Penerbit indie : hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala yang dikenal dengan POD ( Print on Demand) yang umumnya didistribusikan melalui media online Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WA grup dll.


2.  Pemilihan Naskah yang Diterbitkan

# Penerbit mayor : 

Naskah harus melewati beberapa tahap prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah. Tentu saja, menyambung dari poin yang pertama, penerbit mayor mencetak bukunya secara masal 1000 - 3000 eksemplar. Mereka ekstra hati-hati dalam memilih naskah yang akan mereka terbitkan dan tidak akan berani mengambil resiko untuk menerbitkan setiap naskah yang mereka terima. Penerbit mayor memiliki syarat yang semakin ketat, harus mengikuti selera pasar, dan tingginya tingkat penolakan.

# Penerbit indie : 

Tidak menolak naskah. Selama naskah tersebut sebuah karya yang layak diterbitkan; tidak melanggar undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak plagiat, serta tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut pasti kami terbitkan. Kami adalah alternatif baru bagi para penulis untuk membukukan tulisannya.

3.  Profesionalitas

# Penerbit mayor : 

Penerbit mayor tentu saja profesional dengan banyaknya dukungan SDM di perusahaan besar mereka.

# Penerbit indie : kami pun profesional, tapi sering disalah artikan. Banyak sekali anggapan menerbitkan buku di penerbit indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual. Sebagai penulis, harus jeli memilih siapa yang akan jadi penerbit Bapak Ibu dan Saudara-saudara. Jangan tergoda dengan paket penerbitan murah, tapi kualitas masih belum jelas. Mutu dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran penilaian awal sebuah penerbitan. Kadang murah Cover kurang bagus, kertas dalam coklat kasar bukan bookpaper ( kertas coklat halus). Kami jaga mutu Cover bagus cerah mengkilat isi buku kertas cokal halus awet ( bookpapar).

4.  Waktu Penerbitan

# Penerbit mayor : 

Pada umumnya sebuah naskah diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi dalam tempo 1-3 bulan. Jika naskah diterima, ada giliran atau waktu terbit yang bisa cepat, tapi ada juga yang sampai bertahun-tahun. Karena penerbit mayor adalah sebuah penerbit besar, banyak sekali alur kerja yang harus mereka lalui. Bersyukur kalau buku bisa cepat didistribusikan di semua toko buku. Namun, jika dalam waktu yang ditentukan penjualan buku tidak sesuai target, maka buku akan dilepas oleh distributor dan ditarik kembali oleh penerbit.

# Penerbit indie :
 Tentu berbeda kami akan segera memproses naskah yang kami terima dengan cepat. Dalam hitungan minggu bukumu sudah bisa terbit. Karena memang, kami tidak fokus pada selera pasar yang banyak menuntut ini dan itu. Kami menerbitkan karya yang penulisnya yakin karya tersebut adalah karya terbaiknya dan layak diterbitkan sehingga kami tidak memiliki pertimbangan rumit dalam menerbitkan buku.

5.  Royalti

# Penerbit mayor : 

kebanyakan penerbit mayor mematok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku.

# Penerbit indie : 

umumnya 15-20%  dari harga buku. Dipasarkan dan dijual penulis lewat fb, Instagram, wa grup, Twitter, status, dll

6. Biaya penerbitan

# Penerbit mayor : 

Biaya penerbitan gratis. Itulah sebabnya mereka tidak bisa langsung menerbitkan buku begitu saja sekalipun buku tersebut dinilai bagus oleh mereka. Seperti yang sudah disebut di atas, penerbit mayor memiliki pertimbangan dan tuntutan yang banyak untuk menerbitkan sebuah buku karena jika buku tersebut tidak laku terjual, kerugian hanya ada di pihak penerbit. 

# Penerbit indie : 

Berbayar sesuai dg aturan masing-masing penerbit. Antara penerbit satu dengan yang  lain berbeda. Karena pelayanan dan mutu buku yg diterbitkan tidak sama.
Contoh penerbit mayor adalah Gramedia Pustaka Utama, Mizan, Republika, Grasindo, Loka Media, Tiga Serangkai, Bentang Pustaka, Erlangga, Yudhistira,  Andi Yogyakarta dan lain sebagainya.
Contoh penerbit Indie yg ada dalam grup belajar menulis bersama PGRI: 
YPYD
Gemala 
Kamila Press Lamongan

Menerbitkan Buku di penerbit mempunyai kriteria masing-masing maka kita pelajari setiap penerbit yang akan kita masukan naskah. Ikuti setiap ketentuan tersebut supaya proses penerbitan sesuai dengan haparan seorang penulis.

 


Senin, 12 April 2021

RESUME KE-4 MENGUBAH KARYA ILMIAH MENJADI BUKU



Mempunyai sebuah buku adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi seseorang, terkadang kita ingin menulis buku bingung mencari materi padahal bagi seorang guru itu pernah menulis sebuah karya tulis ilmiah berupa skripsi. Kita tahu bahwa skripsi menjadi syarat seseorang untuk menyelesaikan Sarjana.

Guru itu pasti seorang sarjana sesuai Undang-undang guru dan dosen dengan begitu ia punya karya tulis berupa skripsi atau PTK ketika ia menempuh belajar S1, maka bermodalkan karya tulis tersebut kita bisa membuat sebuah buku dari karaya tulis.

Ada beberapa manfaat apabila karya tulis kita diubah menjadi sebuah buku diantaranya

1. Bisa dibaca lebih luas

Skripsi yang dihasilkan oleh para mahasiswa biasanya hanya tersimpan di perpustakaan kampus, terkadang hanya dibaca oleh mahasiswa yang hanya ingin membuat karya tulis yang variabelnya hampir sama atau oleh para pengunjung perpustakaan yang kebetulan mencari literatur. 

Karya tulis yang diubah menjadi buku akan lebih luas kebermanfaatannya, dimana buku bisa kita sebarkan keberbagai perpustakaan umum serta kita publikasikan lewat media sosial. 

2.  Buku dapat diperjual-belikan

Buku mempunyai nilai jual yang cukup besar, kita bisa menjual buku itu keteman-teman atau kita jual di media sosial, buku yang kita jual akan mendapatkan profit bagi kita dan dijadikan sampingan pekerjaan.


3. Mempunyai Nilai Angka Kredit

Sesuai dengan peraturan kepegawaian PNS, buku bisa diajukan untuk kenaikan pangkat bagi seorang PNS. Pada pangkat-pangkat tertentu seorang PNS wajib mempunya karya tulis. 


4. Menjadi Terkenal

Apabila buku kita banyak dibaca oleh orang, otomatis nama kita dibaca, dengan begitu nama kita jadi dikenal. Bahkan buku kita bisa dijadikan daftar rujukan sehingga nama kita juga tertulis didaftar pustakanya.


5. Menambah Wibawa

Menulis menjadi keterampilan pembeda dikalangan para guru, keahlian ini menjadi kelebihan yang dihargai oleh orang lain. Seseorang meghargai itu disebabkan pada diri seseorang ada kelebihan yang tidak ia miliki.


Cara mengubah karya tulis menjadi sebuah buku bisa dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

A. Dalam mengubah karya ilmiah  menjadi buku, penting sekali memperbanyak isi materi variabel bebasnya. Kita dapat menentukan perluasan materi tersebut berdasarkan kata kunci judul buku kita. Dengan kata lain, karya ilmiah yang diubah menjadi buku berarti lebih memperluas isi bacaannya  berdasarkan sumber yang relevan. Misalkan  judul implementasi Media  stereofoam  pembelajaran  Organisasi kehidupan untuk meningkatkan kreativitas, maka yang harus dikembangkan adalah  tentang Media (Pengertian, manfaat, jenis),  Pembelajaran (materi tentang  belajar mengajar),  Kreativitas (diberi pengertian dan lainnya).

B.Hilangkan semua kata Penelitian/ laporan PTK, laporan skripsi dan lainnya yang biasanya ada di karya ilmiah

C. Boleh menampilkan grafik tetapi jangan terlalu banyak. Cukup grafik yang penting saja. Grafik lain yang tidak ditampilkan, ubah dalam bentuk kalimat.


Untuk menghindari kesamaan penggunaan kalimat dalam karya tulis menjadi buku maka kita bisa melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Dapat menggunakan teknik parafrasa

2. Tambah rujukan baru ke dalam karya ilmiah versi buku kita. Jadi akan ada informasi terbaru yang kita sematkan dalam karya ilmiah versi buku tersebut. 

3. Pilah isi dari karya ilmiah asli yang benar-benar dianggap penting untuk dicantumkan dalam karya ilmiah versi buku
5. Laporan Karya Ilmiah yang dibukukan, haruslah yang sudah dipublikasikan, minimal tingkat sekolah atau MGMP di wilayah masing-masing.
6. Berikanlah ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang anda lakukan agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan penelitian tersebut
7. Jika ada rujukan baru, maka rujukan yang diambil boleh menggunakan blog,  namun situs blognya haruslah situs blog resmi seperti Kemendikbud.go.id, 
8. Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan Dengan aturan Penerbit masing-masing

Penulisan buku yang dihasilkan dari mengubah karya tulis ini menjadi sebuah kesempatan bagi seorang guru untuk menulis, minimal seorang guru punya satu buku.

Sabtu, 10 April 2021

Resume Ke 3 Dasar Penulisan

 

Menulis itu memerlukan sebuah latihan yang panjang, dalam menulis terkadang kita menghadapi beberapa permasalahan baik secara konsep pemikiran yang akan ditulis atau pun tekhnis pelaksanaan menulis. Kesusahan tersebut membuat mood untuk menulis menjadi menurun. Banyak sekali permasalahan-permasalahan yang membuat susah untuk menulis diantaranya:

1.    Susah ide.
2.    Miskin kosa kata.
3.    Sulit merangkai kata.
4.    Susah memulai.
5.    Bingung mau menulis apa.
6.    Tidak percaya diri.
7.    Merasa tulisannya jelek.
8.    Merasa tulisan tidak layak untuk di baca.

Kesusahan-kesusahan dalam menulis itu bisa diatasi dengan cara menulis, ya menulislah. Duduk ditempat yang dirasakan kita nyaman serta bikin suasana ruangan yang menyebabkan kita bersemangat, bisa dengan menata ruangannya senyaman mungkin, tempelkan kata-kata motivasi di dinding, tulis target pencapaian dalam menulis, siapkan makanan dan minuman yang enak sehingga kita bisa betah berada dalam ruangan untuk menulis, apabila penat ketika menulis kita rebahan dengan memutar lagu kesayangan kita lalu bangkit lagi untuk menulis.

Berusahalah menulis apa saja, paksa diri kita untuk menulis meski sesibuk apapun, ketika kita sudah berdisiplin serta menikmati menulis, Dalam memudahkan menulis kuasailah dasar kepenulisan diantaranya: 

A. Unsur-unsur dalam Penulisan yaitu 5W dan 1H sendiri meliputi:

•    What (apa)
•    Where (dimana)
•    When (kapan)
•    Who (siapa)
•    Why (mengapa)
•    How (bagaimana)

Dalam bahasa Indonesia, untuk memudahkan penghapalan ke 6 unsur ini maka dikenal singkatan ADIKSIMBA “Apa, Dimana, Kapan, Siapa, Mengapa, dan Bagaimana.

What : Peristiwa apa yang sedang terjadi? Apa dampaknya? apakah peristiwa tersebut menimbulkan kerugian?

Who dalam 5W1H memfasilitasi untuk memberikan informasi seputar orang-orang yang terlibat dalam cerita yang yang tulis.

When
Kapan kejadian dari peristiwa yang diceritakan

 Where
Dimana kejadian/ peristiwa yang diceritakan

Why
Suatu peristiwa pasti terjadi bukan tanpa alasan.

How atau bagaimana
Penggunaan unsur how ini akan membantu pembaca memahami alur cerita

Jika telah terpenuhi ke 6 unsur tersebut maka tulisan kita akan mudah dipahami oleh pembaca.

 B. Tentang kesalahan yang sering di lakukan oleh penulis pemula

1.    Penulis pemula sering menulis dengan paragraf panjang-panjang.

2.    Tanda baca yang sering keliru.

3. Penggunaan kata yang masih banyak salah tidak menggunakan kata baku.

4.    Sering ditemukan kata yang tidak efektif.

C. Tips  Tulisan yang enak dibaca

  1. Banyak membaca karena dengan membaca selain  menambah pengetahuan, kita juga akan menemukan ide untuk menulis dan meperkaya perbendaharaan kata kita.
  2. Terus berlatih menulis setiap hari, tidak perlu panjang 3 paragraf saja tapi perhatikan  tanda baca, kata baku dan pemenggalan paragrafnya.
  3. Perhatikan paragraf pembuka , isi dan penutup. Buatlah opening yang menarik sehingga pembaca penasaran hingga tertarik untuk membaca tulisan kita begitu juga  dengan closing.
  4. Perhatikan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) yang dulu kita kenal dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Kita bisa search di google, menggunakan kamus Bahasa Indonesia ataupun menginstal aplikasi seperti KBBI V. Hal ini dapat membantu kita jika ada kata-kata baku yang masih ragu kebenarannya.
  5. Perhatikan kembali susunan kalimat yang pernah kita pelajari sejak duduk di bangku Sekolah Dasar  yaitu  Subyek, Predikat, Obyek dan Keterangan tempat/waktu yang disingkat dengan (SPOK ).
  6. Setelah selesai menulis bacalah naskah berulang-ulang minimal 3 kali, jika perlu dengan suara keras. Jika pada saat membaca naskah, nafas kita seperti tersengal-sengal berarti di dalam tulisan kita terdapat paragraf panjang atau kalimat panjang. Penggal menjadi beberapa paragraf dan buang kata-kata atau kalimat yang tidak efektif seperti contoh mereka mau akan (pilih salah satu mau atau akan yang digunakan).
  7. Perhatikan perbedaan menulis di media online seperti blog, facebook, instagram dan lain sebagainya dengan menulis untuk buku atau naskah resmi. Penulisan di media online kita bisa menggunakan paragraf pendek-pendek, sedikit koma dan banyak titik, karena dalam media online kita hanya memiliki waktu 3 menit saja untuk memastikan pembaca melanjutkan bacaannya. Jika menulis buku kita harus mengikuti kaidah-kaidah penulisan yang benar.

D. Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Bagi Penulis Pemula.

1.    Penggunaan huruf kapital/ besar :

2. Penggunaan kata depan di


Pada prinsipnya ketika belajar menulis harus melawan rasa takut seperti dicemooh atau berpikiran tulisan yang kita buat tidak menari atau banyak salahnya. Penulis yang hebat itu tidak ujug-ujug terlahir hebat melainkan ia melakukan sebuah perjalanan yang panjang untuk menjadi seperti itu.



Tanggal pertemuan: 9 April 2021
Resume ke: 3
Tema: Dasar Penulisan
Narasumber: Rita Wati, S.Kom
Gelombang: 18

 

Kamis, 08 April 2021

Resume ke 2 Ide Menulis Bagi Guru

 


Sebenarnya ide menulis bertebaran di depan mata kita. Namun terkadang kita belum siap menuliskannya. Hal itu disebabkan karena kita belum terbiasa menulis. 

Ada beberapa sumber ide untuk menjadi sebuah tulisan diantaranya

1. Diri Sendiri

Diri sendiri merupakan sumber untuk menjadi sebuah tulisan, pribadi kita ini memiliki berbagai pengalaman serta pengetahuan yang bisa kita tuangkan dalam sebuah tulisan. Buku biografi merupakan contoh dari tulisan yang mengambarkan diri seseorang. 

Kita pun bisa menuliskan pengalaman hidup kita sehingga menjadi sebuah buku, menulis pengalaman sendiri akan mengalir deras gagasannya sebab kita tahu persis urutan kejadiannya. 

Setiap orang pasti mempunyai kelebihannya sendiri-sendiri, kelebihan tersebut bisa kita tuliskan secara detail yang bisa dijadikan sebuah buku.

2. Rekan kerja  

Manusia sebagai makhluk sosial pasti mempunyai teman atau rekan kerja, di tempat kerja kita menemukan berbagai karakter dan sifat seseorang, kelebihan rekan kerja itu bisa menjadi sumber tulisan. Ada teman yang menasihati diri kita, lalu nasihatnya tersebut menginspirasi kita maka inspirasi tersebut bisa dijadikan sebuah tulisan yang indah.

3. peserta didik

Peserta didik juga bisa dijadikan ide dalam menulis, dimana kita sering menemukan kemajukan karakteristik siswa yang berbeda. Permasalahan yang dihadapi siswa juga bisa dijadikan sebagai sumber tulisan, bahkan karya tulis ilmiah seperti PTK juga banyak berangkat dari permasalahan siswa di kelas. Siswa memberikan konstribusi besar kepada kita untuk menulis apabila kita jadikan siswa sebagai sumber ide. 

Menulis dengan sumber permasalahan dari siswa selain kita mempunyai tulisan juga kita bisa mendapatkan bonus-bonus lainnya diantaranya kita akan menjadi guru yang profesional sebab memahami karakter peserta didik, karya tulis kita bisa dijadikan buku,  mendapatkan angka kredit yang lumayan besar.

4.  tetangga 

Hidup bermasyarakat pasti mempunyai tetangga, dengan mereka kita hidup saling berdekatan, terkadang teman ngobrol atau teman ketika berangkat kemesjid. Dalam percakapan dengan tetangga kita bisa berbagi cerita. Hasil cerita yang didapatkan oleh kita, bisa dibuat sebuah tulisan.

5. Keluarga 

Kita hidup berkeluarga, banyak suka duka yang kita dapatkan dalam berkeluarga. Berdiskusi dengan pasangan hidup dan anak bisa kita jadikan sebuah tulisan, pengalaman keluarga ketika pergi wisata saat libur bahkan pengalaman mempersiapan hajatan keluarga.

 

Pada intinya apa pun bisa dijadikan tulisan, tinggal kita melatih kepekaan diri kita, memanfaatkan panca indra dan hati nurani kita untuk menangkap setiap makna yang tersirat dalam kehidupan ini.


Tanggal pertemuan: 7 April 2021
Resume ke: 2
Tema: Ide Menulis Bagi Guru
Narasumber: Wijaya Kusumah, M.Pd
Gelombang: 18

Resume ke-1 Belajar Nulis Bersama Bu Kanjeng

 



Bu Kanjeng begitu namanya dipanggi atau nama aslinyari  Sugiastuti , dilahirkan  di  Semarang  8  April  1961, dari pasangan  Sugiman- Hj Sri Yatminten. Ia pernah belajar di UNS tahun 1980-1984,  FKIP Bahasa Inggris, setelah jeda melanjutkan ke S2 di UMS Surakarta tahun 2007-2010. Saat ia diamanahi  sebagai  Kepala  SMK  Tunas Pembangunan 2  Surakarta.

Bu kanjeng ini keren, belajar menulisnya diusia yang tidak muda lagi namun karya-karyanya mengalahkan banyak anak muda. Semangat literasi terus menggelora meski telah pensiun.

Menulis meupakan sebuah keahlian yang perlu dilatih, yang terpenting ketika menulis itu harus punya semangat, dengan semangat dan belajar maka akan berhasil.

Dalam menulis kadang bingung apa yang harus ditulis, kebingungan seperti ini banyak ditemui oleh orang-orang yang memulai ingin menulis, sebenarnya ketika kita mau merenung sejenak, melihat sekelilinng kita maka itu bisa dijadikan ide untuk menulis. Menulis juga bisa didapat dari teman kita atau pikiran kita. Semua hal sebenarnya bisa kita tuliskan.

Memulai dalam menulis ya menulislah jangan terlalu banyak berpikir akan ketakutan-ketakutan yang membuat kita tidak menulis. Biasanya orang menjadi berhenti dalam menulis dikarenakan takutnya salah ejaan, takut tidak sistematis dan lain-lain.

Setelah kita terbiasa menulis yang ringan-ringan maka kita bisa menulis untuk sebuah buku. Proses dalam pembuatan buku yang baik maka bangun dulu mental yang kuat, bikin outline dan sub judul terus bangun semangat.

Supaya semangat tulislah apa yang dalam pikiran. Bacaan supaya enak dibaca maka penulisannya bisa kita mulai dengan kata, bijak, hadis, Alquran dll.

Sebelum menulis buku pasti punya tujuan yang berbeda maka tentukanlah tujuannya, dan segmen pasarnya. Berdasrkan tujuan yang jelas akan membuat kita fokus dalam berkarya sehingga kita bisa mempersiapkan materi-materi yang akan kita tuliskan.

Menulis sebuah buku itu merupakan sebuah amal yang sangat berharga, maka dalam menulis jangan bertujuan kepada materi, kita menulis buku bisa bertujuan sebagai terapi jiwa, seperti berbagi ilmu, berdakwah dengan tulisan serta bisa memberikan inspirasi dengan sebuah cerita dalam sebuah buku.

Dalam tujuannya menulis itu harus punya keyakinan bahwa takdir Allah itu akan indah pada waktunya. ketika menulis buku bahwa ketika menulis itu adalah mendialogkan kebenaran,  menulis itu mengikat ilmu dan menebar kebaikan bahwa dalam menulis pun menghargai guru, dalam menulis itu merupakan perjuangan dan kenangan. menulis juga bagai seorang desainer, dalam sebuah tulisan itu mempunyai ciri khasnya masing-masing. pada awalnya kita mengikuti para penulis hebat namun pada akhirnya akan membuat karakter tulisan masing-masing.

Cara menulis buku adalah dengan membuat outline yaitu daftar isi yang merupakan sub judul. dengan membuat outline dan kumpulkan materi-materiyang mendukung.

Persiapan membuat outline

1. Memilih topik

2. Tentukan sifat tulisan kita

3. Fokus

Untuk menulis bisa dimulai dengan menulis antologi, dimana kita bersama-sama menulis dengan tema yang sama. Antologi menjadi sarana untuk mencoba keberanian dalam menulis.

Ketika menulis kita harus yakinkan bahwa kita itu bisa menulis, untuk menjaga mood menulis maka tulislah tulisan yang ringan dahulu misalkan kita menulis hal-hal kecil yang kita lakukan. untuk membangkitkan menulis maka menulislah setiap hari bahwa menulis itu harus menjadi kebutuhan, ketika kita tidak menulis maka kita akan merasa ada yang kurang dalam menjalani hidup.

Terkadang dalam menulis kita susah disiplin dikarenakan moodnya berubah-rubah. Supaya kita bisa stabil berdisiplin menulis maka coba dengan cara membagi waktu, bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing misalkan setelah subuh atau ketika santai, menulis harus memiliki waktu luang bisa 30 menit sampai 1 jam, atur saja waktu secara fleksibel dan sesuaikan dengan kondisi kita yang terpentingkita menulis setiap hari atau menulis dengan cara dicicil.


Resume : Ke 1

Tema : Cara Menjadi Penulis 

Gelombang : 18

Garut: 5 April 2021

 

 




 


 


 

 

Minggu, 07 Maret 2021

RESUME HARI KE-17

 


 


Menjadi seorang guru sekarang tidaklah mudah, memerlkan kompetensi khusu yang meski dimiliki oleh seseorang, kompetensi tersebut diantarana: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial ddan kompetensi profesional. Dikalangan guru secara akademik memang sesuai dengan bidang kependidikannya menjadi seorang guru, namun terkadang jiwa keguruannya belum tentu. Banyak yang menjadi seorang guru dikarenakan latar belakang pendidikannya adalah keguruan namun cita-citanya bukan menjadi seorang guru. Orang yang menjadi guru namun jiwanya bukan menjadi guru terkadang totalitas dalam pengabdiannya tidak maksimal seperti seseorang yang memang cita-citanya menjadi seorang guru.

Guru yang disukai oleh siswa dan bisa membangkitkan semangat siswa sangat sedikit. Selain menjadi pengajar yang baik guru juga harus bisa sebagai motivator yang bisa menginspirasi siswa untuk menjadi pribadi yang baik yang bisa mencapai cita-citanya.

Di dalam kelas ketika mengajar guru mesti menarik perhatian siswa, menggunakan berbagai cara dan metode supaya suasana kelas itu ceria menarik dan meriah. Belajar seperti suasana seminar memang menarik menggunakan berbagai ice breakeing supaya konsentrasi siswa bisa penuh berada di dalam kelas.

Guru selain harus menguasai keempat kompetensi yang diamanatkan oleh undang-undang guru dan dosen, tidak ada salahnya guru menguasai berbagai keterampilan ice breaking, permainan-permainan, kesenian di luar bidang mata pelajaran yang diampunya, supaya ketika mengajar keterampilan tersebut menjadi penambah kesemarakan dalam belajar yang nantinya tujuan yang telah ditetapkan oleh guru dapat tercapai dengan rasa senang.

Ketika kita menjadi guru kita harus merubah kepribadian diri kita dari guru nyasar dan guru bayar menjadi guru sadar. Jangan hanya karena pendidikan kita tentang keguruan yang nyasar menjadi guru dan selalu memperhitungkan bayaran. Kita harus menjadi guru sadar dimana kita manyadari bahwa guru itu sebuah profesi yang sangat luar biasa yang bisa mengantarkan putra-putri bangsa ini mengapai cita-citanya serta mengangkat derajat bangsa dan negara.

Jadilah seorang guru yang betul-betul dicintai oleh siswa, dirindukan tatkala kita tidak ada, selalu bergembira ketika kita bersama mereka.


 

Sabtu, 06 Maret 2021

RESUME KELIMA BELAS

 

 

Menjadi guru yang berinovasi memang hapan semua stake holder dalam pendidikan, guru yang berinovasi akan membawa para siswa menjadi lebih berprestasi dalam bidang pendidikan. 
Guru yang berinovasi selain dihargai di lingkungan pendidikan juga dihargai oleh pemerintah seperti kementrian pendidikan dan kebudayaan. Ada ajang lomba yang diadakan oleh kementrian tersebut diantaranya adalah perlombaaan INOBEL (inovasi pembelajaran). Kegiatan lomba ini diadakan secara nasional. Semua guru bisa mengikuti perlombaan tersebut.
Tidak mudah memenangkan kegiatan ini dikarenakan setiap guru yang mengikuti perlombaan tersebut selalu menyiapkan segala sesuatunya dengan maksimal.
Penemuan yang dilakukan oleh guru tersebut harus didokumentasikan dalam sebuah karya tulis yang nantinya akan didesiminasikan didepan juri.
Ada 3 Kunci dalam menulis Inobel yaitu
1. Similarity (kemiripan/kesamaan naskah) dan hindarilah plagiarisme
Tulisan dan karya itu harus orisinil hasil karya kita jauhkan dari kemiripan yang telah ditemukan oleh orang lain, kita tidak boleh plagiat dari karya orang lain, seandainya karya kita ada kesamaan maka kita robah supaya tida persis sama. Memang kita sadari bahwa sebuah karya itu tidak ujug-ujug dengan sendirinya melainkan ada sebuaah ide dan gagasan dari pendahulunya. Dengan gagasan yang di dapat kita terapkan prinsip ATM (Amati, Tiru dan Modifikasi), modifikasi ini yang harus kita kuasai supaya menjadi lebih orisinal bahwa karya ini merupakan karya hasil kita.
2. Sitasi(Cara mengutip/ gaya selingkung)
Cara mengutip atau gaya selingkung harus disesuaikan dengan panduan yang telah ditetapkan oleh panitia lomba. usahakan semua ketentuan yang telah ditetapkan tidak ada yang terlewat sebab keberbedaan yang ditetapkan akan membuat karya kita ditolak.
3. Inovasi(baru dan berbeda
Inovasi ini harus bebnar-benar orisinil, kita bisa membrosing karya-karya yang serupa dengan kita, apabila ditemukan maka wajib kita mengubahnya supaya dewan juri nantinya mempercayai karya yang kita buat

RESUME 18


 


Pembelajaran di sekolah terkadang menemukan berbagai permasalahan mulai dari sarana prasarana, materi ajar, peserta didik dan lain-lain. Menghadapi permasalahan di sekolah seorang guru harus pandai mensyiasati pembelajaran supaya berlangsung, bahkan lebih dari itu pembelajaran pun harus melahirkan peserta didik yang unggul. Siswa yang berprestasi akan keluar dari guru yang bisa mengemas pembelajaran yang inovatif.

Guru harus berinovasi dalam pembelajaran sehingga siswa senang dalam belajarnya, berinovasi dalam kegiatan pembelajaran itu itu bisa mulai dari penggunaan media pembelajaran dan model-model pembelajaran. keduanya itu disesuaikan dengan materi dan tujuan pembelajaran sehingga target yang direncanakan dapat tercapai sesuai harapan.

Berinovasi memang bukan hal yang mudah bagi seorang guru, apalagi ketika seorang guru sudah terbiasa dengan rutinitas yang monoton seperti pembelajaran yang dilaksanakan hanya menggunakan metode ceramah atau penggunaan pembelajaran dengan menyalin materi pelajaran dari buku pelajaran ke buku peserta didik.

Seorang guru yang ingin melakukan inovasi dalam pembelajaran bisa mengikuti beberapa tips di bawah ini:

1. Terus belajar berkaloborasi, berbagi

Jadilah seorang guru pembelajar, setiap ada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bisa menunjang keefektifan pembelajaran maka pelajarilah. Mempelajari pengetahuan baru akan membuat semakin berkualitasnya ilmu yang kita ajarkan kepada peserta didik.

2. Menjadi pembicara dibeberapa berbagai seminar nasional, melatih guru-guru di banyak sekolah

Belajarlah berkaloborasi dengan teman-eman yang bergairah dalam melakukan kegiatan pembicaraan, mereka yang suka mengikuti perlombaan-perlombaan di berbagai kegiatan. berinteraksi dengan mereka maka kita akan ketularan ilmuna, setelah kita mempunyai ilmu maka cobalah berbagi dengan rekan-rekan guru lainnya. Bergi dengan yang lain kita akan bersemangat untuk melakukan berbagai inovasi di sekolah kita.

3. Dimaasa pandemi membuat sistem klasikal pembelajaran dengan google classroom yang dipantau oleh KS, kurikulum dan admin

Pembelajaran dimasa pandemi ini menjadikan kegiatan pembelajaran berubah total, dulu kegiatan pembelajaran dilakukan di dalam kelas sekarang menjadi dunia maya tempat bertatap muka dan belajar, banyak aplikasi yang bisa digunakan dalam kegiatan pembelajaran daring ini seperti google classroom, zoom dan lain-lai. Kegiatan pembelajaran secara daring ini harus diketahui oleh kepala sekolah supaya dia mengetahui bahwa kita melakukan kegiatan pembelajaran walau pun dimasa pandemi.

4. Riset

Seorang guru pun bisa melakukan riset-riset, pelaksanaannya bisa di dalam kelas atau pun di luar kelas. Penelitian tindakan kelas merupakan salah satu riset yang bisa dilakukan oleh seorang guru. Riset yang dilakukan akan menjadi sebuah rancangan menuju guru inovatif. Penemuan yang didapatkan oleh guru bisa dilaksanakan di dalam kegiatan pembelajara.

5. Media-media dan portofolio dari hasil kolaborasi

Setiap melakukan kegiatan atau membuat berbagai media pembelajaran, kita dokumentasikan dalam sebuah fortopolio supaya kita mempunyai tabungan inovaasi dalam berkarya. Karya yang dikumpulkan tersebut kita bisa buat untuk perlombaan-perlombaan atau kita gunakan untuk berbagi dengan kawan-kawan guru lainnya.

6. Aktif di KKG atau MGMP

Untuk berinovasi guru bisa bergabung dengan kelompok belajar seperti KKG dan MGMP, disana bisa membuat berbagai rancangan pembelajaran yang inovatif yang dihasilkan dari musyawarah para guru yang sesuai dengan bidangnya masing-masing.



 

 

RESUME HARI KE-16

 


Menulis merupakan sesuatu kegiatan yang menarik bagi seseorang, dengan menulis ia bisa mencurahkan berbagai gagasan, pengetahuan yang dimiliki seseorang terikat dengan guratan pena sehingga abadi walau pun penulisnya telah tiada.

Dalam menerbitkan sebuah buku yang kita tulis ke penerbit maka sebagai penulis harus mengetahui minimal keuntungan atau kelebihan buku yang kita tulis tersebut supaya penerbit bisa membandingkan dengan tulisan yang sama. Target pasar pun harus diketahui kemana buku tersebut akan terjual, pangsa pasarnya sedikit atau banyak, perkiraannya banyak maka penerbit akan tertarik untuk menerbitkannya. Membantu untuk mempromosikannya juga menjadi daya tawar penulis kepada penerbit, percetakkan akan merasa senang apabila penulis membantu memasarkan buku yang diterbitkannya.

Seorang penulis juga harus pandai menjadi pembicara yang handal, guru yang menjadi penulis dan publik speaking yang baik menjadikan daya tarik tersendiri dikalangan masyarakat, organisasi dan dunia kerjanya. ada beberapa hal penting untuk menjadi pembicara hebat diantaranya:

1. Mencintai pekerjaan anda

mencintai pekerjaan menjadikan kunci dalam bekerja, rasa cinta akan menghilangkan berbagai kesusahan atau pun kendala yang dihadapi dalam bekerja. Menjalaninya akan penuh dengan totalitas.

2. Perkuat Kelebihan Kita

Setiap orang pasti akan mempunyai berbagai kelebihan, untuk mengetahui kelebihan kita, maka tanyakan kepada teman kita atau pasangan kita, mereka akan mengetahui kelebihan kita. Setelah mengetahui kelebihan kita dari informasi teman maka kita perkuat kelebihan itu dengan cara kita mencari informasi dan pengetahuan agar menjadi lebih ungul.

3. Bangun  Percaya Dri

Membangun kepercayaan diri itu harus dilatih, tidak bisa ujug-ujug bisa langsung berhasil. Jam terbang juga menjadi faktor penentu dalam membangun kepercayaan diri, seringnya melakukan hal yang sama maka itu menjadikan hal biasa yang kita hadapi dan rasa gugup pun akan tiada. Ketika ada nerpes di panggung kita bisa gunakan slogan, ini bisa dilakukan sehingga kita bisa mengembalikan suasa menjadi tidak gugup.

4. Banyaklah Berlatih

Berlatih menjadikan kita siap melakukan pekerjaan, dengan sering berlatih maka penampilan akan lebih prima.

5. Punya Mentor

Cara tercepat untuk menjadi ahli dalam berbagai hal adalah dengan mempunyai mentor. Seorang guru akan mengarahkan kepada muridnya untuk mengusai keterampilan lebih cepat. Kendala yang dihadapi akan lebih mudah dihilangkan dengan berbagai tips-tipsoleh seorang mentor.

 

Kemampuan berbicara di depan umum memang harus mempunyai berbagai keterampilan seperti seorang artis yang bermain ketika bermain film atau penyanyi ketika melakukan konser di panggung. Keterampilan public speaking diantaranya

1. The Voice (Intonasi Suara)

Diantara pengaturan intonasi ini adalah:

- Atur tempo dan kecepatan suara

- Gunakan variasi intonasi; kadang tinggi, kadang rendah

- Berikan jeda sejenak agar pendengar bisa mencerna

2. The Body (Bahasatubuh)

a. mimik muka

mimik muka ini penting dalam menampilkan kegairah dan antusias di dalam forum, beberapa senyum itu antara lain:

- Membangkitkan semangat positif

- Senyum dengan tulus ikhlas

ketika tampil menjadi seorang publik  speaking maka kita harus: tinggalkan semua beban pikiran sebelum kerja, jangan memikirkan hal lain selain keinginan untuk memberikan yang terbaik bagi publik, hindari bermuka masam, cemberut.

Ketulusan seseorang dalam meakukan sebuah kegiatan akan terungkap melalui senyum sebab tersenyum merupakan luapan rasa dari dalam hati.

b. mata

Pandangan mata mengungkapkan segalanya, ada sebuah pepatah mengatakan bahwa "mata adalah jendela hati". Pandangan sinis dan pandangan ketulusan bisa dirasakan oleh orang yang melihat mata kita. Pandangan mata ini harus bisa dimainkan oleh seorang pembicara supaya audien bisa merasa nyaman ketika mendengarkan kita berbicara.

c. Mendengarkan

Pembicara bukan hanya harus pandai berbicara namun ia pun harus pandai mendengarkan orang lain. mendengarkan orang lain akan menjadikan kita bisa fokus untuk memberikan sebuah solusi sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh peserta.

d. Gerakan Tangan

Gerakan tangan ini perlu dimainkan ketika kita berbicara di depan umum, gerakan tangan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi seorang pembicara bahkan membuat peserta bisa fokus kepada kita.

e. Gerakan Tubuh

Gerakan tubuh ini juga sama penting seperti gerakan tangan dengan gerakan tubuh maka pembicaraan yang kita sampaikan akan menjadi lebih kongrit diterima oleh seorang peserta. Badan dijadikan media dalam menyampaikan pembelajaran, bukankan dengan media pembelajaran akan lebih meksimal.

f.  Komunikasi Waktu

Penampilan kita ini dibatasi dengan waktu, maka harus diketahui waktu ketika berbicara supaya tujuan dalam penyampaian itu bisa tercapai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Jangan sampai pembicaraan itu panjang melebar namun tidak mengenai sarsaran.


3. Media Pembelajaran

Berbicara atau memberikan pelajaran itu lebih baik harus menggunakan sebuah media, supaya penerimaan sebuah materi akan lebih cepat tertangkap oleh peserta didik. Media akan bisa menggambarkan seseuatu yang abstrak atau yang tiada objek aslinya ditempat.

4. The Delivery (Kemamppuan menyampaikan)

Kemampuan Deliveri ini antara lain

- Membuka dan menutup presentasi

- Berinteraksi dengan siswa

- Menggerakkan ruangan

 



Senin, 22 Februari 2021

RESUME HARI KE-14


 

Public speaking merupakan kemampuan berbicara didepan umum, kemampuan berbicara didepan umum dulu dan sekarang sedikit berbeda apalagi dimasa pandemi, guru dulu berbicara kepada siswanya di depan kelas, bertatap muka dengan para siswa secara langsung. Sekarang guru harus berkomunikasi dengan para siswa lewat sebuah media ada yang menggunakan Zoom,Wa,Google Meet dan lain-lain. Penggunaan media ini menjadikan dalam cara penyampaiannya berbeda dengan pertemuan secara langsung. Guru harus mengetahui straategi yang baik dalam menyampaikan materinya supaya dapat diterima dengan sesuai dengan tujuan dari pembelajaran yang ingin dicapai.

Tujuan komunikasi bagaimana membuat orang lain melakukan yang kita inginkan. Guru dalam memerintah kepada kepada siswa lalu diikuti oleh siswa maka komunikasinya   berjalan dengan baik, begitu sebaliknya jika perintah guru tidak diikuti dengan baik baka komunikasinya gagal.

Supaya orang melakukan apa yang kita inginkan maka lakukan komunikasi dengan frekuensi mereka. gunakan bahasa mereka. Guru harus memahami latar belakang siswa dan kondisi siswa sehingga materi yang disampaikan bisa mengikuti keadaan mereka. Adanya nilai kesamaan antara siswa dan materi yang disampaikan akan membuat tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Dalam public speaking ada beberapa prinsip komunikasi yang harus diikuti dan diterapkan, diantaranya.

1. Kenali target komunikasi dengan baik, pilih strategi komunikasi yang tepat

Mengenali audien dengan baik akan menjadikan kita bisa menerapkan strategi yang akan baik dalam penyampaian sebuah materi. Penggunaan media yang digunakan harus dipilih dengan sedikit permasalahan yang akan dihadapi oleh peserta didik. Seandainya siswa banyak yang memiliki Wa dibanding Zoom  maka pilih Wa supaya peserta didik banyak yang mengikuti kegiatan pembelajaran.

2. Empati dalam komunikasi

Sebagai guru harus mempunyai empati kepada peserta didik dengan memperhatikan siswa, maka siswa akan terbangun nilai kepercayaan dirinya. diantara hal-hal  yang harus diperhatikan dari siswa diantaranya:

a. motivasi

b. lokasi

c. waktu

d. teknologi

e. proses

f. literasi


Untuk keefektipan dalam berkomunikasi harus ada persiapan, berbicara tanpa persiapan akan membuat pembicaraan melebar dan tujuannya tidak menjadi jelas, diantara yang harus disiapkan adalah.

1.Tujuan akhir komunikasi

2. Pesan apa yang perlu disampaikan

3. Model

Supaya menarik ketika berbicara maka ada beberapa teknik yang harus digunakan dalam berkomunikasi diantaranya:

1. Sapa awal sangat penting

2. Pelihara intonasi dengan baik

3. Berkreasi alam engagement

4. Ekspresikan semangat kegembiraan

5. Cari cara umpan balik yang efektif

RESUME HARI KE 13


 

Sebenarnya guru tidak perlu lagi belajar berbicara karena setiap hari ia selalu melakukan bicara di depan siswa, sebab kunci dari belajar adalah komunikasi interaksi. Pertemuan dengan siswa menyebabkan guru sering berbicara menyampaikan materi pelajaran, tanpa disadari ia melatih kemampuannya dalam berkomunikasi

Begitu pentingnya sebuah komunikasi dalam kehidupan, Mahatma gandi seorang tokoh besar pernah berkata tentang komunikasi diantaranya:

1. "Ketika ingin jadi pemimpin hebat adalah kuasai cara berbicara" "ramah tamahlah dalam berbicara karena akan mewujudkan keyakinan"

2,."Siapa saja berfikir positif akan melahirkan kedamaian"

3. "Beramah tamah dalam memberi, mewujudkan cinta dan kasih sayang"

Komunikasi sangatlah erat dengan kepemimpinan, dalam  memimpin harus pandai mengolah kata supaya maksud dan tujuan dari kebijakan yang disampaikan, dapat dilaksanakan oleh bawahan persis seperti yang kita inginkan. Kekuatan persuasi ini lebih hebat ketimbang gerakan badan atau kerja tubuh. orang berorasi bisa menggerakkan beribu-ribu orang untuk bergerak melakukan sesuatu yang diharapkan oleh  orator. Semangat penduduk negeri melawan penjajah adalah sebagai contoh gerakan yang digerakkan oleh para pemimpin.

Hebatnya kata-kata itu meyebabkan kita harus berhati-hati dalam bertutur kata, jangan sampai perkataan yang diikuti oleh orang lain itu merupakan sebuah perintah untuk berbuat kesalahan atau kemaksiatan. Maka pikiran positif itu harus dimiliki oleh para pemimpin supaya narasi-narasi yang disampaikan merupakan perwujudan dari kejernihan jiwa dan pikiran.

Berkenaan dengan kepemimpinan ada beberapa hal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin supaya dalam menjalankan amanahnya dapat lebih bermanfat, diantara:

1. Pemimpin yang baik adalah banyak mendengarkan

Manusia diciptakan oleh Allah memiliki satu mulut dan dua telinga, ini bisa mengibaratkan bahwa kita harus lebih banyak mendengar dari pada berbicara. Pemimpin harus sering mendengarkan masukkan dan keluh-kesah dari bawahannya supaya ia bisa memberikan solusi yang terbaik.

2. Tidak boleh banyak menghakimi

Menghakimi seseorang dengan perkataan yang jelek akan membuat seseorang menjadi merasa rendah diri dan kehilangan wibawa, kesalahan seorang bawahan memang harus diluruskan dan diperingati agar kesalahan yang diperbuat tidak terulang lagi. Mengemas kata untuk mengingatkan harus dipilih kata-kata yang nantinya tidak menyakiti seseorang, ada pepatah sunda yang mengatakan "Laukna benang, caina herang" atau dalam bahasa indonesianya ikannya dapat, airnya bening. Mempunyai makna bahwa permasalahannya selesai namun tak ada yang dirugikan.

3. Mampu sabar

Masalah memang akan ada dimana pun oleh karena itu bukan masalahnya yang bermasalah namun bagaimana sikap kita menghadapai sebuah masalah. Sering seorang pemimpin menghadapi kritikan dari bawahan atau pun dari yang lain, maka pemimpin harus berusaha bersabar dalam menghadapinya. Bersabar akan membuat hati menjadi jernih dan tidak sembrono dalam mengambil sebuah kebijakan.

4. Arif dan bijaksana

Bijaksananya seorang pemimpin akan membuat organisasi menjadi teduh teduh, sikap reaksional dalam menghadapi situasi akan membuat ketidak nyamanan tersendiri dalam berkegiatan. Ariflah dalam memutuskan sesuatu, melihat permasalahan jangan dari satu sudut pandang, lihatlah dari berbagai arah sehingga kita mengetahui penyebab-penyebab terjadinya sesuatu.

5. Selalu mengedepankan kasih dan cinta

Mengedepankan hati dalam berbicara akan terasa berbeda oleh lawan berbicara, cinta kasih harus menjadi landasan dalam bertutur supaya orang ketika mendengarkan akan merasakan kesejukkan.Orang berkata dengan pikiran akan menembus terhadap pikiran lagi, orang berbicara dengan hati maka perkataannya akan menembus ke hati lagi. 


Berkenaan dengan komunikasi tidak terlepas dengan kemampuan public speaking, kemampuan berbicara didepan umum ini harus menjadi bagian tidak terpisahkan dari seorang guru dan para pemimpin

publik speaking (juga disebut orator atau orasi) adalah memberikan speech face to face.kepada audiens langsung. Namun, karena evolusi berbicara di depan umum, secara modern dipandang sebagai segala bentuk berbicara (secara formal dan informal) antara audiens dan pembicara. 

Secara tradisional, public speaking dianggap sebagai bagian dari seni persuasi. Tindakan ini dapat mencapai tujuan tertentu termasuk untuk menginformasikan,membujuk,dan menghibur. Selain itu, metode,struktur dan aturan yang berbeda dapat digunakan sesuai dengan maksud dan tujuan komunikasi.

komunikasi adalah proses penyampaian pesan menggunakan sebuah media, komunikasi yang baik harus bisa memprediksi kesalahan-kesalahan atau masalah dalam komunikasi, halangan dalam komunikasi diantaranya masalah itu adalah persepsi.

Ada beberapa cara menyampaikan komunikas/pesan yang efektif dan efisien adalah sebagai berikut.

1. Kita harus mengetahui pengetahuan lawan bicara

2. Melatih komunikasi verbal

3. Melatih komunikasi non verbal

4. Mendengarkan dengan baik

5. Berbicara dengan jelas

6. Melontarkan topik-topik yang menarik

7. Melakukan kontak mata yang lama

8. Tunjukkan rasa simpati

9. Mampu menempatkan diri sesuai dengan situasi dan kondisi

Dalam komunikasi juga ada yang harus dijauhi yaitu:

1. Egosentris

2.  Prejudis

3. Steorotipe

 Manfaat komunikasi yang baik

1. Pesan tersampaikan dengan baik

2. Pesan diterima sesuai dengan yang diharapkan

3. Mengurangi kesalahan persepsi

4. Konflik dapat terselesaikan

5. Hubugan terjalin dengan erat

Untuk keefektifan dalam berkomunikasi maka diperlukan strategi komunikasi, diantara strategi itu adalah:

1. Tunjukkan sikap empati, simpati dan altruarisme

2. Pake toon dan gaya (ada gregetannya)

3. Berikan kontens positif

4. Transparan dan jelas

5.Update dengan informasi


Senin, 15 Februari 2021

RESUME HARI KEDUA BELAS

 


Guru merupakan sebuah pekerjaan profesional, dimana pekerjaan ini dikerjakan hanya oleh orang-orang yang memiliki keahlian khusus, kemampuan untuk mendidik ini diperoleh melalui sebuah pendidikan. Tidak boleh sembarang orang mengajar sebab akan mengalami kesalahan yang sangat patal. Banyak sekali para guru yang menggeluti dunia pendidikan ini, sehingga kemahiran dalam mengajar tidak perlu dipertanyakan lagi. terkadang seorang guru yang sudah terkenal dengan kemahiran dalam mengajar banyak dipanggil oleh orang tua untuk membingbing para putranya di rumah setelah kegiatan mengajar di sekolah selesai.

Pemanggilan guru untuk menjadi pengajar di rumah orang tua siswa merupakan keberkahan tersendiri  bagi seorang guru, dimana ia bisa mendapatkan penghasilan diluar gaji yang ia dapatkan di sekolah. Mengajar diluar jam mengajar bisa menjadi peluang usaha yang dikembangkan, guru bisa membuka kursus-kursus.

Menjadi seorang guru dan enterpreneur merupakan pekerjaan yang tidak salah, banyak sekali guru menjalani kedua profesi ini, ada guru yang mendirikan kursusan, ada guru yang membuat yayasan pendidikan. Guru sambil berusaha dibidang pendidikan memang akan lebih cocok karena brand seorang guru memang didunia pendidikan.

Guru juga bisa mempunyai pekerjaan sampingan di luar pendidikan selama pekerjaan itu tidak menggangu pekerjaan pokoknya sebagai pengajar, bisa membuka warung, kantin, toko, kafe bahkan yang lainnya. Usaha yang dijalani dengan managemen yang baik akan berjalan dengan pesat. Pemberian wewenang dan pendelegasian akan membuat waktu yang dimiliki oleh seorang guru tidak tersita.

Bekerja itu mempunyai kemulian tersendiri, dengan bekerja maka kehidupan kita menjadi lebih semangat bahkan menuju hidup kaya pun terbuka lebar. Banyak orang yang ingin menjadi kaya, salah satu jalan untuk menjadi kaya adalah dengan menjadi enterpreneur.

Banyak sekali keuntungan yang dimiliki oleh orang kaya, yang tidak bisa dimiliki oleh orang miskin. orang miskin ibadah maka orang kaya  pun bisa beribadah bahkan bisa membangun tempat ibadahnya. Orang miskin pergi haji, orang kaya pun bisa berhaji bahkan menghajikan orang lain. Menjadi orang kaya jangan hanya jadi keingginan namun harus ditekadkan sebuah keharusan.

Guru yang sekaligus menjadi enterpreneur akan mempunyai kebebasan finansial bahkan nantinya mengajar bukan dijadikan sebagai ladang untuk mendapatkan penghasilan melainkan mengajar merupakan hobi,, kesenangan yang bernilai ibadah. Materi bukan lagi sebuah tujuan akhir namun pengabdian jadi landasan dalam hidupnya.


RESUME HARI KESEBELAS


 

Program literasi sekarang sedang didengungkan oleh pemerintah, program-programnya disosialisasikan terutama didunia pendidikan, guru diajak untuk menggerakkan para siswanya supaya lebih giat dalam lierasi.

Kegiatan literasi seperti membaca dan menulis memang di Indonesia masih cukup rendah, dengan rendahnya literasi maka guru harus memulai membiasakan. Bagaimana bisa menyemangati para siswa untuk berliterasi kalau seandainya gurunya sendiri lemah dalam literasi. Menyemangatii para siswa untuk belajar berkarya dengan sebuah tulisan harus dimulai dari gurunya, guru yang hanya bisa menyuruh kepada siswa tanpa diberikan contoh nyata maka keberhasilannya akan sedikit. Bukankah ketauladanan merupakan sesuatu yang bisa membuat orangl ebih mudah dalam melakukannya.

Banyak sekali cara guru untuk memulai membiasakan menulis, bisa dengan menulis tentang materi ajar yang akan yang akan disampaikan kepada peserta didik atau menuliskan pengalaman hidupnya. Setiap orang pasti mempunya pengalaman yang bisa di ceritakan dalam sebuah tulisan, nantinya bisa dijadikan sebuah buku. Menulis sesuatu yang dikuasai akan memudahkan dalam menulis sebab pengalaman itu sudah menjadi bagian dari diri seseorang.

Mengawali kegiatan menulis jangan ada rasa takut tidak berkualitas atau salah dalam ejaan, kita harus berfikir bahwa para penulis hebat itu awalnya pasti sama dengan kita, dimana mereka tidak percaya diri dengan tulisannya serta mengalami kesalahan-kesalahan dalam menulis. Berjalannya waktu para penulis hebat bisa meminimalisir kesalahan-kesalahannya. Kita pun harus seperti itu menulis saja tak usah memikirkan pengetahuan kita harus sempurna tentang penyusunan kalimat atau pemilihan kata yang baik. Biarkan waktu berjalan, nanti juga kemahiran dalam mengolah kata dalam tulisan akan dikuasai dengan sendirinya.

Tulisan yang sudah terkumpul sebaiknya jangan dibiarkan berceceran, lebih baik kita bukukan sehingga karya yang kita tuliskan itu bisa dinikmati oleh orang lain, minimal oleh diri kita sendiri. Buku yang dibuat oleh kita mungkin akan bermanfaat bagi diri kita dan orang lain. Guru yang sudah menerbitkan buku kepercayaan dirinya akan berbeda serta penghargaan dari guru yang lain pun akan didapatkan sebab masih sedikit guru yang bisa berkarya lewat sebuah buku

Menerbitkan sebuah buku bisa melalui penerbit mayor atau penerbit minor. perbedaan penerbit mayor dan minor itu terletak dari model pembiayaannya, kalau penerbit mayor pembiayaan penerbitanny dibiayai oleh penerbit sedangkan penerbit minor pembiayaannya dibiayai oleh penulis. Kedua-duanya memiliki kelemahan dan kelebihan tersendiri.

Ketika guru sudah menerbitkan buku, maka buku tersebut bisa sebagai contoh yang ditunjukkan kepada siswa. Siswa akan senang melihat karya kita dan kemungkinan besar mereka pun akan mengikuti jejak kita ketika kita ajak dan diarahkan.


Minggu, 07 Februari 2021

RESUME HARI KESEPULUH



Public Speaking merupakan sebuah keahlian yang dimiliki oleh seseorang. Secara bahasa public speaking terdiri dari dua kata yaitu public dan speaking. Public mempunyai arti publik atau umum sedangkan speaking mempunyai arti berbicara. Jadi kalau disatukan berarti berbicara di depan umum. Seorang ustad bekhutbah di mesjid maka ia sedang berpublic speaking, guru menjadi pembina upacara maka ia juga seang berpublic speaking.

Kemampuan public speaking tidak hadir dengan sendiri dari seseorang melainkan memerlukan sebuah latihan, selain latihan jam terbang dalam berbicara di depan umum menjadikan mahirnya orang mengolah kata.

Untuk menjadikan kita pandai dalam berbicara di depan umum maka kita harus tahu strategi  ketika akan berbicara di depan umum, diantara  strategi itu diantaranya:

1. Kenali Tujuan dan Audiens dengan Baik 

Mengenali audien atau peserta ketika akan menyampaikan suatu materi akan menjadikan kita melakukan sebuah persiapan dalam menyampaikan materi. Pemilihan kata-kata dalam menjelaskan materi di depan masyarakat yang berpendidikan rendah dengan masyarakat yang berpendidikan tinggi pasti berbeda. Kata-kata ilmiah mungkin pas bagi peserta akademisi namun tidak cocok bagi masyarakat biasa. Kata yang mudah dipahami oleh peserta membuat materi menjadi mudah untuk dicerna.

2. Susun Poin-Poin Penting yang Ingin Disampaikan

Agar penyampaian materi tidak berkembang kemana-mana, seorang pemateri perlu untuk membuat point-point penting. Point penting ini akan memudahkan penceramah menyampaikan materi dan melakukan penekanan ketika ia berbicara. 

3. Persiapkan Alat Bantu Jika Diperlukan

Alat bantu ketika berceramah atau berbicara membuat penyampaian materi lebih efektif. Media itu bisa mempermudah audien dalam mencerna materi. Alat bantu ini sangatlah banyak, bisa berupa alat peraga, media laptop, slide, proyektor dan lain-lain. Media yang digunakan oleh pemateri juga menjadikan sebuah daya tarik tersendiri bagi peserta sehingga kegairahan peserta dalam mengikuti kegiatan lebih antusias.

4. Kuasai Materi dengan Berlatih Terus Menerus

Materi memang harus betul dikuasai oleh pemateri jangan sampai pemateri menguasai materinya tidak matang. Ketidak siapan pemateri dalam penguasaan materi akan menjadikan malapetaka dalam menyampaikannya, kita tidak tahu persis kondisi audien, terkadang akan menemukan peserta yang menguasai materi yang disampaikan oleh kita lebih mendalam. Bisa jadi kita juga menghadapi pertanyaan dari peserta yang begitu tajam sehingga kita tidak bisa menjawabnya. Pepatah mengatakan "naik mimbar tanpa persiapan maka ia akan turun dalam kehinaan".

Selain penguasaan terhadap materi kita juga harus berlatih berulang-ulang supaya ketika menyampaikannya betul-betul mempesona baik dalam pemilihan kata atau dalam gestur tubuh. Latihan itu merupakan induk dari sebuah keterampilan dengan latihan yang konsisten dan kontinu akan menghasilkan keterampilan yang maksimal.

Kita tidak boleh bangga dengan prestasi dimasa lalu sebab prestasi masa lalu terkadang untuk sekarang merupakan sebuah syarat saja. Intinya teruslah menggali pengetahuan yang terkini, kuasai berbagai keterampilan yang akan menjadikan public speaking kita lebih baik.

5. Perhatikan Aspek Non Verbal

Perhatikan bahasa tubuh, mimik kita dalam menyampaikan materi. Aspek non verbal ini berpengaruh besar dalam penerimaan peserta terhadap materi yang kita sampaikan. Gestur tubuh yang baik menjadikan materi yang disampaikan itu begitu hidup serta peserta menjadi terfokus kepada pemateri.

Selain gestur tubuh kita selaku pemateri harus diperhatikan, gestur tubuh dari peserta pun harus diperhatikan. Ketika peserta banyak yang sudah menguap, ngobrol, mundar-mandir ke WC, itu menandakan materi kita sudah tidak menarik lagi bagi mereka. Maka kita harus tanggap, merubah suasana dengan berbagai strategi supaya kondisi kembali kepada sedia kala. Strategi yang diambil bisa dengan ice breaking, yel-yel, tebak-tebakan dan lain-lain.

6. Be Confident

Jadilah diri sendiri, timbulkan rasa percaya diri kepada diri sendiri supaya menjadi lebih baik. Ketika orang mempercayai kita untuk tampil berarti itu ada kepercaaan mereka kepada kita. Maka jangan sia-siakan kesempatan itu, kepercayaan itu sangatlah mahal. Ketika saya belajar dibangku kuliah seorang profesor memberikan pertanyaan kepada mahasiswa. "Lebih baik mana terlihat bodoh tapi pintar atau terlihat pintar tapi bodoh?". Mahasiswa banyak yang menjawab "Lebih baik terlihat bodoh tapi pintar". Profesor itu menyalahkan mahasiswa dan memberitahukan kepada mahasiswa bahwa "lebih baik terlihat pintar tetapi bodah". Ia menjelaskan bahwa dengan terlihat pintar maka kita akan mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Mendapatkan kepercayaan itu maka kita bisa memantaskan diri sesuai dengan prasangkanya dengan cara kita menggali ilmu dan mempersiapkan berbagai sesuatu sehingga prasangka itu bisa menjadi kenyataan.

Banyak sekali tokoh yang bisa kita tiru ketika kita akan menjadi apa yang kita inginkan, kita bisa belajar dari para tokoh dunia atau indonesia dalam publik speaking. Tirulah mereka secara mendalam serta kita poles dengan kelebihan diri kita sehingga nantinya kita akan menjadi diri sendiri.


Sabtu, 06 Februari 2021

RESUME HARI KESEMBILAN

 


Ajang guru berprestasi merupakan ajang bergengsi bagi kalangan para guru. Ajang ini selalu diadakan pada setiap tahunya oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan. Namun pada tahun kemarin ajang ini ditiadakan disebabkan oleh wabah pandemi covid-19.

Undang-undang no 14 tahun 2005 pasal 36 ayat 1 mengamanahkan "Guru yang berprestasi, berdedikasi luar biasa, dan/atau bertugas di daerah khusus berhak memperoleh penghargaan". Guru yang memounyai prestasi layak diberi penghargaan oleh pemerintah.

Kegiatan guru berprestasi ini diadakan di semua provinsi secara nasional, penyelenggaraannya berjenjang dari mulai tingkat sekolah sampai ketingkat nasional. Seleksi yang berjenjang ini membuat keterpilihan guru berprestasi tingkat nasional benar-benar orang tepat yang terpilih berdasarkan kualitas yang sangat mumpuni.

Disetiap daerah peminat lomba berbeda-beda, ada yang banyak dan ada yang sedikit. Perbedaan ini berdasarkan minat dan kesadaran dari para guru. Terkadang dilapangan para guru enggan mengikuti lomba ini dikarenakan kesadaran diri, dimana ia merasa bahwa dia belum pantas mengikuti lomba ini dikarenakan prestasi dan totalitas dalam mengajarnya belum maksimal.

Mengikuti lomba guru yang begitu prestisius ini memang memerlukan persiapan yang sangat matang, tidak bisa dadakan. Semua harus dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum perlombaan dimulai. Banyak sekali penilaian yang dilakukan, dari mlai penilaian akademis,portofolio, karya ilmiah, wawancara dan lain-lain.

Untuk mengikuti perlombaan ini melalui alur sebagai berikut:

1. Pengusulan guru berprestasi dan berdedikasi oleh kepala sekolah

2. Pemilihan guru berprestasi dan berdedikasi tingkat Kabupaten

3. Pemilihan guru berprestasi dan berdedikasi tingkat proinsi

4. Pemilihan guru berprestasi dan berdedikasi tingkat Nasiona;

 

Seorang guru yang ingin mengikuti lomba ini ada beberapa tips yang bisa dijalankan sebagai persiapan diantaranya:

1. Niat

Niat ini sangat penting dimiliki, berkeinginan menjadi terbaik memang harus dimiliki sebab dengan niat yang jelas pada akhirnya langkah kita akan menuju kesana. Namun berniat hanya ingin menjadi guru yang menang dalam lomba merupakan sebuah kesalahan juga sebab seandainya tidak tercapai akan membuat kecewa. Berniatlah memberikan yang terbaik dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah, memberikan pelayan prima kepada para siswa yang dilandasi dengan niat beribadah supaya hati kita benar-benar ikhlas dalam menjalani pekerjaan sebagai guru. 

Totalitas dalam bekerja akan membuat atasan atau kepala sekolah juga melihat kinerja kita sehingga nantinya dia akan memberikan atau mengutus kita untuk mengikuti kegiatan lomba guru berprestasi sebagai perwakilan dari sekolahnya.

Seandainya kita mendapatkan rekomendasi dari atasan, maka kita gunakan rekomendasi ini dengan semaksimal mungkin, meminta doa kepada orang tua, kepada para guru, rekan sejawat bahkan kepada para siswa supaya ketika dalam mengikuti ajang lomba ini dilacarkan dan diberikan kemudahan.

2. Berikhtiar (Berusaha)

Ada sebuah ayat Al-qur'an yang menyatakan "Sesungguhnya Allah tidak akan merubah suatu kaum hingga kaum itu merubahnya". Berikhtiar semaksimal mungkin perlu dilakukan agar hasilnya benar-benar maksimal, setiap usaha itu harus terasa lelahnya oleh fisik dan pikiran. Rasa cape dari ikhtiar itu akan membuahkan hasil yang indah pada masanya, sebuah pepatah mengatakan "usaha tidak akan menghiati hasil".

Beberapa langkah ikhtiar yang maksimal diantaranya:

a. Fokus

Fokuslah dalam menjalani pekerjaan sebagai guru, sebab penilaian dalam lomba guru berprestasi ini memang menilai hal-hal yang kita lakukan sebagai guru. setiap kegiatan disekolah atau diluar sekolah namun berkaitan dengan pembelajaran kita harus mendokumentasikannya. Sertifikat mengikuti seminar, workshop, diklat dan sebagainya disimpan baik-baik. Melakukan penelitian dikelas seperti membuat PTK, best practise, karya inovatif, harus diarsipkan.

b. Persiapan yang Matang (Fisik, Psikis & Finansial)

Fisik, psikis dan finansial itu harus disiapkan benar-benar sebab pada pelaksanaannya ketiga itu benar-benar dikuras. Ketika waktu tes itu dari pagi bisa sampai malam, jadi stamina harus prima.

c. Work Smart -Work Hard

Bekerja dengan cerdas dan bekerja keras harus sinergi, kita harus bisa menganalisis berbagai peluang yang bisa kita kerjakan sehingga kita mempunyai keunggulan dari peserta lain. Guru-guru yang lain juga pasti melakukan persiapan yang sama untuk mengikuti lomba ini. Jadi kita cari tahu point-point penilaian dalam lomba ini sehingga setiap item penilaian terisi oleh kita. Jangan sampai ada item yang kosong sebab akan membuat bobot nilainya kecil.

3. Tawakal (pasrah)

Setelah melakukan semuanya dengan maksimal maka kita serahkan semuanya kepada Allah. Apapun hasilnya itu yang terbaik bagi kita, dengan begitu menang dan kalah kita tidak akan kecewa.


 

 

PERAN GURU SEBAGAI FASILITATOR

  Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, peran guru tidak lagi terbatas pada penyampaian materi pelajaran semata. Salah satu peran pe...