Pernah suatu hari ketika saya belajar di kampus, disana saya belajar banyak hal tentang berbagai ilmu pendidikan, banyak para dosen yang memberikan berbagai ilmu dan ispirasi. Ada seorang profesor yang terkenal di Indonesia bernama Prof. Dr. Mohamad Surya sekarang sudah almarhum, semoga beliau mendapatkan kasih sayang Allah aamiin. waktu itu beliau mengajar pada salah satu mata kuliah, kegiatan pembelajaran yang beliau berikan sungguh sangat menarik, banyak ilmu yang berat namun terasa renyah beliau sampaikan. Ada pesan menarik tentang menulis yang beliau sampaikan sehingga saya sekarang terus mengingatnya, beliau pernah berkata "Jangan menjadi seperti pohon pisang yang sekali berbuah ia mati" beliau menganalogikan kepenulisan para guru terhenti ketika sudah selesai kuliah, menulisnya hanya dalam bentuk skripsi selanjutnya ia berhenti hanya sibuk dengan pekerjaan mengajarnya. Saya bangga pernah belajar secara langsung kepada beliau sehingga saya pun sangat terispirasi untuk menulis. Banyak sekali karya-karya beliau meski beliau sudah sepuh pada saat saya belajar kepadanya namun produktivitas menulisnya sungguh sangat luar biasa.
Menulis ternyata banyak sekali manfaatnya diantaranya:
Menulis ternyata banyak sekali manfaatnya diantaranya:
1. Ilmu Tersalurkan
Manusia diwajibkan untuk belajar ketika ia belajar maka akan mendapatkan banyak ilmu, dalam sebuah keterangan dikatakan "Ilmu itu laksana binatang liar dan menulis adalah pengikatnya", ilmu yang kita tangkap akan terpelihara atau pun terjaga dengan baik ketika kita menuliskannya, menulis menjadikan ilmu yang dimiliki bisa tersalurkan tidak mengendap hanya dikepala kita. Ketika remaja ada yang mengatakan bahwa ketika cinta tidak tersalurkan maka akan menjadi jerawat. Mungkin ilmu yang tidak tersalurkan juga akan menyebakan sebuah kejelekan, apabila kita belum punya tempat untuk menyalurkan ilmu seperti para ulama kepada jamaahnya maka kita bisa menyalurkan ilmu kepada sebuah buku sebagai pelampiasan penyaluran ilmu.
Manusia diwajibkan untuk belajar ketika ia belajar maka akan mendapatkan banyak ilmu, dalam sebuah keterangan dikatakan "Ilmu itu laksana binatang liar dan menulis adalah pengikatnya", ilmu yang kita tangkap akan terpelihara atau pun terjaga dengan baik ketika kita menuliskannya, menulis menjadikan ilmu yang dimiliki bisa tersalurkan tidak mengendap hanya dikepala kita. Ketika remaja ada yang mengatakan bahwa ketika cinta tidak tersalurkan maka akan menjadi jerawat. Mungkin ilmu yang tidak tersalurkan juga akan menyebakan sebuah kejelekan, apabila kita belum punya tempat untuk menyalurkan ilmu seperti para ulama kepada jamaahnya maka kita bisa menyalurkan ilmu kepada sebuah buku sebagai pelampiasan penyaluran ilmu.
2. Beramal Lebih Luas
Menulis menjadikan ilmu kita berada di dalam sebuah buku, buku bisa melintasi zaman dan waktu, penulisnya belum pernah ke luar Negeri bisa jadi bukunya sudah dibaca di luar negeri, penulisnya sudah meninggal boleh jadi tulisannya tetap hidup di zaman yang berbeda. Melintasi waktu dan zaman ini menyebabkan amal berupa ilmu bisa menyebar luas hinga tak terhingga, bisa dibayangkan bila orang terispirasi oleh tulisan kita dan melakukan amal kebaikan maka pahala akan mengalir deras dan tak terhenti kepada kita.
Menulis menjadikan ilmu kita berada di dalam sebuah buku, buku bisa melintasi zaman dan waktu, penulisnya belum pernah ke luar Negeri bisa jadi bukunya sudah dibaca di luar negeri, penulisnya sudah meninggal boleh jadi tulisannya tetap hidup di zaman yang berbeda. Melintasi waktu dan zaman ini menyebabkan amal berupa ilmu bisa menyebar luas hinga tak terhingga, bisa dibayangkan bila orang terispirasi oleh tulisan kita dan melakukan amal kebaikan maka pahala akan mengalir deras dan tak terhenti kepada kita.
3. Alat Merubah Orang dan Peradaban
Ilmu merupakan alat pemecah kegelapan untuk mencapai kecerahan masa depan, manusia terbatas oleh langkah namun tulisan tidak, orang bisa terinspirasi dengan tulisan dan mengubah hidupnya meski pun kita tidak ada di depannya seperti seorang guru kepada muridnya sewaktu di kelas. Peradaban di muka bumi itu pasti oleh perkembangan ilmu dan teknologi, sumber dari ilmu dan teknologi itu berada dalam sebuah buku, Bangsa-bangsa yang maju pasti menghargai karya-karya besar para pemikir dunia dalam sebuah bukunya. Menulis bagian penting dalam mengubah peradaban ketika ilmu yang kita tuliskan dalam sebuah buku serta buku tersebut bagian dari perubahan suatu bangsa maka kita itu bagiannya.
Ilmu merupakan alat pemecah kegelapan untuk mencapai kecerahan masa depan, manusia terbatas oleh langkah namun tulisan tidak, orang bisa terinspirasi dengan tulisan dan mengubah hidupnya meski pun kita tidak ada di depannya seperti seorang guru kepada muridnya sewaktu di kelas. Peradaban di muka bumi itu pasti oleh perkembangan ilmu dan teknologi, sumber dari ilmu dan teknologi itu berada dalam sebuah buku, Bangsa-bangsa yang maju pasti menghargai karya-karya besar para pemikir dunia dalam sebuah bukunya. Menulis bagian penting dalam mengubah peradaban ketika ilmu yang kita tuliskan dalam sebuah buku serta buku tersebut bagian dari perubahan suatu bangsa maka kita itu bagiannya.
4. Sebagai Investasi
Banyak sekali orang yang mendapatkan penghasilan dari sebuah buku, Robert Kiyosaki pernah mengatakan bahwa "menulis merupakan salah satu Pasive income.", dengan menulis maka kita mendapatkan royalti dari penjualan buku, banyak orang-orang yang telah sukses dari bukunya sehingga penghasilannya bisa diwarskan kepada anak cucunya.
Banyak sekali orang yang mendapatkan penghasilan dari sebuah buku, Robert Kiyosaki pernah mengatakan bahwa "menulis merupakan salah satu Pasive income.", dengan menulis maka kita mendapatkan royalti dari penjualan buku, banyak orang-orang yang telah sukses dari bukunya sehingga penghasilannya bisa diwarskan kepada anak cucunya.
5. Warisan Bagi Anak Cucu
Nama penulis akan tertera dalam buku karyanya sehingga nama penulis menjadi populer, kepopuleran ini menjadikan anak keturunannya terbawa baik citranya. Pewarisan nam baik akanmendapatkan nilai penghargaan dikalangan masyarakat sebab banyaknya orang yang telah terinspirasi oleh tulisannya. Royalti dari buku pun terus mengalir selama buku tersebut dicetak dan diperbanyak.
Nama penulis akan tertera dalam buku karyanya sehingga nama penulis menjadi populer, kepopuleran ini menjadikan anak keturunannya terbawa baik citranya. Pewarisan nam baik akanmendapatkan nilai penghargaan dikalangan masyarakat sebab banyaknya orang yang telah terinspirasi oleh tulisannya. Royalti dari buku pun terus mengalir selama buku tersebut dicetak dan diperbanyak.
6. Rekreasi Pikiran
Menulis menjadikan pikiran ini bekerja berdasarkat kodrat Ilahi, syaraf-syaraf berjalan mencari ide untuk ditulis, kegiatan ini seperti sebuah rekreasi seperti organ tubuh memerlukan pergerakan sebagi kodratnya, mata perlu memerlukan pemandangan, perut memerlukan makan tatkala ia lapar. Menulis menjadikan perasaan tenang dan nyaman, orang sedih lalu menulis dalam bentuk sebuah puisi atau prosa membuat sang penulis ada tempat mencurahkan kesedihan dan menjadikan perasaannya bahagia.
Menulis menjadikan pikiran ini bekerja berdasarkat kodrat Ilahi, syaraf-syaraf berjalan mencari ide untuk ditulis, kegiatan ini seperti sebuah rekreasi seperti organ tubuh memerlukan pergerakan sebagi kodratnya, mata perlu memerlukan pemandangan, perut memerlukan makan tatkala ia lapar. Menulis menjadikan perasaan tenang dan nyaman, orang sedih lalu menulis dalam bentuk sebuah puisi atau prosa membuat sang penulis ada tempat mencurahkan kesedihan dan menjadikan perasaannya bahagia.
7. Lahan Komunikasi
Tidak semua orang bisa berbicara dihadapan orang atau khalayak ramai untuk menyampaikan gagasan dan idenya disebabkan rasa malu dan kurang percaya diri karena takut akan tanggapan dari lawan komunikasinya. Menulis bisa membuat orang bebas berkomunikasi menyampaikan berbagai gagasannya, ekspresi tak terbatas membuat komunikasi seorang penulis dan buku tulisnya lancar .
8. Dokumentasi
Pengalaman hidup yang dijadikan sebuah tulisan menjadikan sebuah alat pengingat terhadap kita akan hal-hal yang terjadi dalam kehidupan. Kejadian-kejadian ini menjadi dokumentasi dikemudian hari, peristiwa yang tercatat dengan baik bisa jadi saksi sejarah dikemudian hari.
9. Penajaman Daya Analisis
Otak itu harus dilatih sedemikian rupa supaya menjadi lebih cemerlang, para ilmuan banyak melatih otaknya itu engan cara menulis, otak akan bekerja menganalisis setiap kata yang ditulis, nyambung atau tidak sebuah tulis dll. Ketika menulis otak kita menjadi terbiasa untuk menganalisis dan berfikir secara sistematis, bukankah latihan akan membuat sempurnanya suatu keahlian.
10. Meningkatkan Kemasyuran
Kepopuleran pasti akan didapatkan oleh para penulis orang zaman sekarang pun masih mengenal para penulis yang mashur padahal ia telah meninggal ratusan tahun silam seperti Plato, Aristoteles, Thomas Alfa Edison, Al-Khowarizmi,Imam Syafei dll.
Tidak semua orang bisa berbicara dihadapan orang atau khalayak ramai untuk menyampaikan gagasan dan idenya disebabkan rasa malu dan kurang percaya diri karena takut akan tanggapan dari lawan komunikasinya. Menulis bisa membuat orang bebas berkomunikasi menyampaikan berbagai gagasannya, ekspresi tak terbatas membuat komunikasi seorang penulis dan buku tulisnya lancar .
8. Dokumentasi
Pengalaman hidup yang dijadikan sebuah tulisan menjadikan sebuah alat pengingat terhadap kita akan hal-hal yang terjadi dalam kehidupan. Kejadian-kejadian ini menjadi dokumentasi dikemudian hari, peristiwa yang tercatat dengan baik bisa jadi saksi sejarah dikemudian hari.
9. Penajaman Daya Analisis
Otak itu harus dilatih sedemikian rupa supaya menjadi lebih cemerlang, para ilmuan banyak melatih otaknya itu engan cara menulis, otak akan bekerja menganalisis setiap kata yang ditulis, nyambung atau tidak sebuah tulis dll. Ketika menulis otak kita menjadi terbiasa untuk menganalisis dan berfikir secara sistematis, bukankah latihan akan membuat sempurnanya suatu keahlian.
10. Meningkatkan Kemasyuran
Kepopuleran pasti akan didapatkan oleh para penulis orang zaman sekarang pun masih mengenal para penulis yang mashur padahal ia telah meninggal ratusan tahun silam seperti Plato, Aristoteles, Thomas Alfa Edison, Al-Khowarizmi,Imam Syafei dll.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar