Linggaratu
memiliki makna gugusan/hamparan batu (Lingga berarti batu dan Ratu yang berarti
gugusan/hamparan). Gunung Linggaratu ini berada dilokasi Kampung Sukasirna yang
sekarang menjadi Kampung Sukamaju Desa Sindangpalay Kecamatan Karangpawitan
Kabupaten Garut, jarak dari kota Garut sekitar kurang lebih 14 KM, untuk
mencapai ke Gunung Linggaratu ini dari kota Garut bisa naik angkot 07 jurusan terminal
Guntur-Sukawening atau naik angkot jurusan terminal Guntur – Cibatu, berhenti
di lawang ojeg karangpawitan atau lebih dikenal dengan lawang ojeg Tugu Maung.
Setelah dilawang ojeg bisa naik ojeg atau jalan kaki untk memulai perjalanan ke
gunung Linggaratu ini, naik ojeg membayar sekitar Rp. 15.000 lalu berhenti di
Kampung Suka Maju atau bilang saja ke tukang ojegnya mau ke gunung Linggaratu,
nanti tukang ojeg sudah paham untuk mengantarkan penumpangnya. Bisa juga
masyarakat membawa kendaraan bermotor atau kendaraan roda empat nanti setelah
sampai di kampung Sukamaju kendaraannya dititipkan kepada masyarakat.
Perjalanan
dari pemukiman warga kampung Sukamaju menuju objek wisata Linggaratu kurang
lebih sekitar 2 Jam, perjalan menuju objek wisata ini lumayan mengerus tenaga
sehingga harus mempersiapkan perbekalan yang cukup terutama air. Jalan menuju
ke lokasi jalannya kecil sekitar satu meter seandainya lagi musim hujan
terkadang semak-semak banyak menutupi jalan sehingga harus sigap untuk mererai
ketika berjalan, jalannannya juga cukup terjal dan curam, dalam perjalanan kita
disuguhi dengan berbagai pemandangan yang sangat indah sepanjang jalan, melihat
suasana perkebunan yang terhampar luas sampai melihat perumahan perkotaan yang
cukup terlihat jelas dari ketinggian.
Perkebunan
pines akan ditemui ketika saat perjalanan dimana perkebunan pines ini menjadi
kenikmatan tersendiri ketika menuju lokasi, keletihan badan saat mendaki
terobati dengan harumnya pohon pines serta merasakan deburan angin sebagai AC
alami yang bisa menyejukan tubuh, setelah sampai di poho pines tidak lama lagi
akan sampai di makam Prabu Kingking, makam Prabu kingking ini dipercayai oleh
masyarakat adalah sebagai makam leluhur atau nenek moyang dari penduduk bukit Linggaratu,
Prabu Kingking ini adalah orang yang menyebarkan agama islam di wilayah ini,
diperkirakan makam Linggaratu ini telah berusia kurang lebih 13 abad. Bagi para
penziarah bisa melakukan ritual berdoa dimakam ini sebagai bentuk penghormatan
kepada Prabu Kingking, karena telah berjasa menyebarkan agama islam di
kabupaten Garut. Berziarah ini juga sebagai sarana untuk mengingat atau tafakur
kepada Allah bahwa pada akhirnya manusia akan kembali kepada Allah lewat sebuah
kematian.
Tidak
jauh makam Prabu Kingking kita akan menemui tempat, dimana tempat tersebut
seperti tempat perkampungan atau pernah ada kegiatan kehidupan. Tempatnya tersusun
rapi dengan batu-batu besar. hamparan batu yang penuh dengan eksotis, dimana
batu ini memiliki keunikan tersendiri, hamparan batunya sangat indah ada batu
yang besar menjulang tinggi yang mana batu tersebut bertumpuk dua, punya tinggi
sekitar 20 meteran. Batu yang tersusun ini seperti menara mesjid, dan menurut
warga mengatakan dulunya itu memang bekas menara mesjid bahkan ada yang
mempercai bahwa sebelumnya itu susunannya ada 3 namun yang satu hilang katanya
pindah ke lain daerah. Hamparan batu yang cukup banyak terpisah satu sama
lainnya, namun kita bisa mengelilingi batu ini dikarenakan ada tangga dan
jembatan yang dibuat oleh warga sekitar sehingga kita bisa menikmati keindahan
batu Linggaratu ini. Di atas batu kita bisa menikmati berbagai kegiatan
kepariwisataan seperti berfoto, makan dan melihat pemandangan sekitar. Pemandangan
diarea ini terlihat sangat menarik mata bisa lepas jauh memandang, menikmati
berbagai jenis pohon besar yang terlihat, serta merasakan deburan angin yang
cukup deras, suara-suara khas hewan terdengar menyejukkan hati, sesekali kita
bisa melihat monyet yang bergelantungan di atas pohon. Monyet-monyet di sini
masih banyak sebab Lingaratu ini masih lebat pohonnya serta aktivitas
penebangan pohon bisa dicegah oleh PERHUTANI.
Area
batu Linggaratu ini cukup luas sehingga kita bisa mengitari untuk melihat
berbagai keunikan di area ini, di bawah area batu kita bisa melihat ada sebuah
goa yang sangat indah, goa ini banyak dipakai oleh orang untuk melakukan
tirakat atau bertafakur. Bentuk goanya unik dimana goa ini di bawahnya tanah,
dindingnya dan atapnya merupakan batu, sekilas kita bisa beranggapan ini
merupakan tempat tinggal sejenis rumah. Di area lainnya ada lobang yang hanya
bisa dimasuki tangan, diyakini apabila orang yang memasukkan tangannya ke dalam
lalu mendapatkan sebuah benda maka ia akan mendapatkan sebuah rejeki. Di bawah
kita bisa melihat gugusan batu terlihat sangat angun, kemegahan batu yang
terlihat membuat mata terpesona begitu dahsyatnya ciptaan Allah. Batu-batu ini
berdiri tegak dan gagah seperti sebuah kerajaan yang pernah mengalami suatu
kejayaan dimasanya.
Pesona
gunung Linggaratu ini perlu dilestarikan dan dijadikan objek wisata supaya
semua orang bisa merasakan kenikmatan dan keindahannya selain itu gunung Linggaratu
ini perlu dikaji lebih dalam tentang sejarahnya, karena bisa jadi di sini
terdapat situs sejarah yang sangat berharga bagi kabupaten Garut. Pengenalan akan
sejarah akan membuat kota Garut ini bertambah indah dengan warisan budaya yang
dimiliki. Bukti-bukti tatanan batu ini seperti memiliki cerita tersendiri dalam
kehidupan di zamannya, seperti peninggalan-peninggalan orang-orang terdahulu yang
sekarang sudah terbukti dan dijadikan objek wisata.
Kabupaten
Garut lewat Camat Karangpawitan Rena Sudrajas, S.Sos., M.Si telah meresmikan gunung
Linggaratu sebagai tempat pariwisata atau Desa Wisata pada hari Minggu tanggal
13 Oktober 2019. Peresmian gunung Linggaratu sebagai Desa Wisata diharapkan
menjadi lokomotif perekonomian setempat sehingga bisa berdampak pada kemajuan
daerahnya.
Setelah
diresmikan gunung Linggaratu sebagai tempat wisata diharapkan ada
perbaikan-perbaikan sarana prasarana ke depannya untuk memudahkan para
wisatawan berkunjung, jalanan bisa diperbesar sehingga akses kendaraan bermotor
dan roda empat bisa masuk sampai ke lokasi, pengadaan fasilitas umum seperti
penginapan, WC umum, Mesjid akan membuat tempat wisata ini indah, aman dan
nyaman. Kenyamanan yang didapat wisatawan membuat corong informasi kepada masyarakat
yang lain untuk berdatangan kelokasi wisata.
Selain
perbaikan dalam bentuk sarana prasarana juga diperlukan perbaikan terhadap
warga sekitar, masyarakat yang ada dilayah tersebut harus bisa menjadi warga
masyarakat wisata dimana mereka melakukan pelayanan prima terhadap wisatawan
dengan menyediakan berbagai fasilitas pelayanan yang baik seperti sopan santun,
tidak menggunakan asas manfaat dan ramah mendampingi para wisatawan sehingga
para pengunjung tidak kapok untuk kembali datang ke gunung Linggaratu bahkan
nantinya wisatawan akan mempromosikan daerah wisata ini kepada yang lain. Promosi
yang dilakukan oleh mulut orang lebih berpengaruh ketimbang informasi yang
disampaikan oleh media lainnya. Wisatawan yang berwisata ke tempat yang sama
berkali-kali menandakan mereka merasakan kepuasan dari objek wisata tersebut.
Undang-undang
no 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan telah menetapkan berbagai aturan
tentang kepariwisataan, disini pemerintah daerah bisa mengembangkan gunung Linggaratu
ini sesuai dengan peraturan tersebut, desain dan mekanisme pembangunan daerah
wisata tersebut telah jelas digambarkan disana. Beragam konsep pengembangan
pariwisata ini harus dilakukan supaya terjadi daerah wisata yang baik dan
menarik banyak pengunjung.
Ada
beberapa konsep yang harus dikembangkan supaya gunung Linggaratu menjadi daerah
wisata yang sejajar dengan wisata-wisata lainnya. Beberapa pengembangan harus
dilakukan diantaranya.
1. Makam
Tujuan ziarah bukan hanya panggilan
agama tetapi panggilan kemanusiaan. Tujuan ziarah atau wisata religi itu banyak
sekali manfaatnya diantaranya: dijadikan sebagai sarana syiar umat islam ke
seluruh dunia, lahan untuk beribadah kita mendoakan kepada mereka yang sudah
meninggal, mengingat akan kematian, mengharapkan keberkahan, mendapatkan
kesemangatan baru dalam beragama.
Pengembangan dalam urusan ziarah di
gunung Linggaratu ini harus dikembangkan sedemikian rupa. Sarana untuk
berziarah disiapkan senyaman mungkin agar para penziarah bisa benar-benar khusu
melakaukan kegiatan ziarahnya. Tempat wudhu yang bersih dan bacaan-bacaan
Al-Qur’an harus tersedia. Para kuncen memberikan arahan yang baik kepada para
penziarah dan mengingatkan kepada mereka supaya membenahi niatnya agar tujuan
ziarah ini benar-benar tulus karena Allah tidak ada niatan lain apalagi sampai
meminta-minta yang menyebabkan kepada kemusyrikan. Kuncen juga menyampaikan
sejarah Prabu Kingking secara gamlang dan jelas sehingga sumber informasi yang
didapatkan oleh para wisatawan dapat melepaskan dahaga kepenasaran mereka.
Pembenahan pada makam ini membuat daya
tarik tersendiri kepada para wisatawan yang suka melakukan kegiatan wisata
religi.
2. Cagar
Budaya
Batu-batu besar yang ada di Liggaratu
ini harus bisa dirawat dengan baik jangan sampai dirusak dengan tangan-tangan
yang tidak bertanggung jawab seperti penulisan pada batu-batu dengan
menggunakan pilok atau pembongkaran batu sehingga nilai sejarah dan budayanya
menghilang. Pendalaman kajian sejarah tentang batu ini mesti terus digali,
supaya diketahui secara pasti dan menjadikan sumber ilmu pengetahuan bagi
mereka yang ingin tahu akan asal mula batu Lingaratu tersebut.
3. Geografis
Daerah pegunungan ini bisa dikembangkan
menjadi bagian wisata tak terpisahkan, berbagai suasana pegunungan ini mesti
ditata sedemikian rupa supaya mempunyai nilai wisata yang tinggi. Masyarakat sekitar
bisa diajak untuk mengembangannya dengan menata lahan pertanian mereka menjadi
komuditas pertanian yang baik. Komoditas pertanian yang dikembangkan pertanian
menjadi pemandangan wisatawan ketika mereka melewatinya.
Area pohon pinus dikelola dengan segala
potensinya, aroma pohon pinus ini meupakan aroma yang baik dan bermanfaat bagi
kesehatan seperti dapat menenangkan diri, mengobati pilek, sinus, sesak napas
dll.
Pemanfaatan perkebunan pines bisa jadi
daya tarik para wisatawan untuk menikmati suasana alam dan kesegaran yang susah
ditemui di daerah perkotaan. Di area ini juga bisa dijadikan tempat untuk
bersantap makanan, dan bersua foto sambil melihat pemandangan dari atas.
Kontur wilayah berbatuan bisa dikembangkan menjadi
spot wisata yang memiliki keunikan didalamnya, di atas batu bisa dibuat untuk
melihat pemandangan pegunungan, dibuatkan tempat untuk berfoto dengan backgroud
batu-batu besar yang ada disana. Di bawah area batu dan di sampingnya bisa
dijadikan camping ground dan wahana bermain.
Pengembangan
gunung Linggaratu ini membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak yang
berkepentingan, supaya segala potensi yang dikembangkan dari objek wisata ini
bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat.
Sumber bacaan dan foto
-
http://abusawawa-kisahnyata.blogspot.com



Tidak ada komentar:
Posting Komentar