Minggu, 20 Oktober 2019

GUNUNG LIGGARATU PESONANYA MESKI TERUS DIKEMBANGKAN



Linggaratu memiliki makna gugusan/hamparan batu (Lingga berarti batu dan Ratu yang berarti gugusan/hamparan). Gunung Linggaratu ini berada dilokasi Kampung Sukasirna yang sekarang menjadi Kampung Sukamaju Desa Sindangpalay Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut, jarak dari kota Garut sekitar kurang lebih 14 KM, untuk mencapai ke Gunung Linggaratu ini dari kota Garut bisa naik angkot 07 jurusan terminal Guntur-Sukawening atau naik angkot jurusan terminal Guntur – Cibatu, berhenti di lawang ojeg karangpawitan atau lebih dikenal dengan lawang ojeg Tugu Maung. Setelah dilawang ojeg bisa naik ojeg atau jalan kaki untk memulai perjalanan ke gunung Linggaratu ini, naik ojeg membayar sekitar Rp. 15.000 lalu berhenti di Kampung Suka Maju atau bilang saja ke tukang ojegnya mau ke gunung Linggaratu, nanti tukang ojeg sudah paham untuk mengantarkan penumpangnya. Bisa juga masyarakat membawa kendaraan bermotor atau kendaraan roda empat nanti setelah sampai di kampung Sukamaju kendaraannya dititipkan kepada masyarakat.

Perjalanan dari pemukiman warga kampung Sukamaju menuju objek wisata Linggaratu kurang lebih sekitar 2 Jam, perjalan menuju objek wisata ini lumayan mengerus tenaga sehingga harus mempersiapkan perbekalan yang cukup terutama air. Jalan menuju ke lokasi jalannya kecil sekitar satu meter seandainya lagi musim hujan terkadang semak-semak banyak menutupi jalan sehingga harus sigap untuk mererai ketika berjalan, jalannannya juga cukup terjal dan curam, dalam perjalanan kita disuguhi dengan berbagai pemandangan yang sangat indah sepanjang jalan, melihat suasana perkebunan yang terhampar luas sampai melihat perumahan perkotaan yang cukup terlihat jelas dari ketinggian.
Perkebunan pines akan ditemui ketika saat perjalanan dimana perkebunan pines ini menjadi kenikmatan tersendiri ketika menuju lokasi, keletihan badan saat mendaki terobati dengan harumnya pohon pines serta merasakan deburan angin sebagai AC alami yang bisa menyejukan tubuh, setelah sampai di poho pines tidak lama lagi akan sampai di makam Prabu Kingking, makam Prabu kingking ini dipercayai oleh masyarakat adalah sebagai makam leluhur atau nenek moyang dari penduduk bukit Linggaratu, Prabu Kingking ini adalah orang yang menyebarkan agama islam di wilayah ini, diperkirakan makam Linggaratu ini telah berusia kurang lebih 13 abad. Bagi para penziarah bisa melakukan ritual berdoa dimakam ini sebagai bentuk penghormatan kepada Prabu Kingking, karena telah berjasa menyebarkan agama islam di kabupaten Garut. Berziarah ini juga sebagai sarana untuk mengingat atau tafakur kepada Allah bahwa pada akhirnya manusia akan kembali kepada Allah lewat sebuah kematian.
Tidak jauh makam Prabu Kingking kita akan menemui tempat, dimana tempat tersebut seperti tempat perkampungan atau pernah ada kegiatan kehidupan. Tempatnya tersusun rapi dengan batu-batu besar. hamparan batu yang penuh dengan eksotis, dimana batu ini memiliki keunikan tersendiri, hamparan batunya sangat indah ada batu yang besar menjulang tinggi yang mana batu tersebut bertumpuk dua, punya tinggi sekitar 20 meteran. Batu yang tersusun ini seperti menara mesjid, dan menurut warga mengatakan dulunya itu memang bekas menara mesjid bahkan ada yang mempercai bahwa sebelumnya itu susunannya ada 3 namun yang satu hilang katanya pindah ke lain daerah. Hamparan batu yang cukup banyak terpisah satu sama lainnya, namun kita bisa mengelilingi batu ini dikarenakan ada tangga dan jembatan yang dibuat oleh warga sekitar sehingga kita bisa menikmati keindahan batu Linggaratu ini. Di atas batu kita bisa menikmati berbagai kegiatan kepariwisataan seperti berfoto, makan dan melihat pemandangan sekitar. Pemandangan diarea ini terlihat sangat menarik mata bisa lepas jauh memandang, menikmati berbagai jenis pohon besar yang terlihat, serta merasakan deburan angin yang cukup deras, suara-suara khas hewan terdengar menyejukkan hati, sesekali kita bisa melihat monyet yang bergelantungan di atas pohon. Monyet-monyet di sini masih banyak sebab Lingaratu ini masih lebat pohonnya serta aktivitas penebangan pohon bisa dicegah oleh PERHUTANI.

Area batu Linggaratu ini cukup luas sehingga kita bisa mengitari untuk melihat berbagai keunikan di area ini, di bawah area batu kita bisa melihat ada sebuah goa yang sangat indah, goa ini banyak dipakai oleh orang untuk melakukan tirakat atau bertafakur. Bentuk goanya unik dimana goa ini di bawahnya tanah, dindingnya dan atapnya merupakan batu, sekilas kita bisa beranggapan ini merupakan tempat tinggal sejenis rumah. Di area lainnya ada lobang yang hanya bisa dimasuki tangan, diyakini apabila orang yang memasukkan tangannya ke dalam lalu mendapatkan sebuah benda maka ia akan mendapatkan sebuah rejeki. Di bawah kita bisa melihat gugusan batu terlihat sangat angun, kemegahan batu yang terlihat membuat mata terpesona begitu dahsyatnya ciptaan Allah. Batu-batu ini berdiri tegak dan gagah seperti sebuah kerajaan yang pernah mengalami suatu kejayaan dimasanya.
Pesona gunung Linggaratu ini perlu dilestarikan dan dijadikan objek wisata supaya semua orang bisa merasakan kenikmatan dan keindahannya selain itu gunung Linggaratu ini perlu dikaji lebih dalam tentang sejarahnya, karena bisa jadi di sini terdapat situs sejarah yang sangat berharga bagi kabupaten Garut. Pengenalan akan sejarah akan membuat kota Garut ini bertambah indah dengan warisan budaya yang dimiliki. Bukti-bukti tatanan batu ini seperti memiliki cerita tersendiri dalam kehidupan di zamannya, seperti peninggalan-peninggalan orang-orang terdahulu yang sekarang sudah terbukti dan dijadikan objek wisata.
Kabupaten Garut lewat Camat Karangpawitan Rena Sudrajas, S.Sos., M.Si telah meresmikan gunung Linggaratu sebagai tempat pariwisata atau Desa Wisata pada hari Minggu tanggal 13 Oktober 2019. Peresmian gunung Linggaratu sebagai Desa Wisata diharapkan menjadi lokomotif perekonomian setempat sehingga bisa berdampak pada kemajuan daerahnya.
Setelah diresmikan gunung Linggaratu sebagai tempat wisata diharapkan ada perbaikan-perbaikan sarana prasarana ke depannya untuk memudahkan para wisatawan berkunjung, jalanan bisa diperbesar sehingga akses kendaraan bermotor dan roda empat bisa masuk sampai ke lokasi, pengadaan fasilitas umum seperti penginapan, WC umum, Mesjid akan membuat tempat wisata ini indah, aman dan nyaman. Kenyamanan yang didapat wisatawan membuat corong informasi kepada masyarakat yang lain untuk berdatangan kelokasi wisata.
Selain perbaikan dalam bentuk sarana prasarana juga diperlukan perbaikan terhadap warga sekitar, masyarakat yang ada dilayah tersebut harus bisa menjadi warga masyarakat wisata dimana mereka melakukan pelayanan prima terhadap wisatawan dengan menyediakan berbagai fasilitas pelayanan yang baik seperti sopan santun, tidak menggunakan asas manfaat dan ramah mendampingi para wisatawan sehingga para pengunjung tidak kapok untuk kembali datang ke gunung Linggaratu bahkan nantinya wisatawan akan mempromosikan daerah wisata ini kepada yang lain. Promosi yang dilakukan oleh mulut orang lebih berpengaruh ketimbang informasi yang disampaikan oleh media lainnya. Wisatawan yang berwisata ke tempat yang sama berkali-kali menandakan mereka merasakan kepuasan dari objek wisata tersebut.
Undang-undang no 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan telah menetapkan berbagai aturan tentang kepariwisataan, disini pemerintah daerah bisa mengembangkan gunung Linggaratu ini sesuai dengan peraturan tersebut, desain dan mekanisme pembangunan daerah wisata tersebut telah jelas digambarkan disana. Beragam konsep pengembangan pariwisata ini harus dilakukan supaya terjadi daerah wisata yang baik dan menarik banyak pengunjung.
Ada beberapa konsep yang harus dikembangkan supaya gunung Linggaratu menjadi daerah wisata yang sejajar dengan wisata-wisata lainnya. Beberapa pengembangan harus dilakukan diantaranya.
1.      Makam
Tujuan ziarah bukan hanya panggilan agama tetapi panggilan kemanusiaan. Tujuan ziarah atau wisata religi itu banyak sekali manfaatnya diantaranya: dijadikan sebagai sarana syiar umat islam ke seluruh dunia, lahan untuk beribadah kita mendoakan kepada mereka yang sudah meninggal, mengingat akan kematian, mengharapkan keberkahan, mendapatkan kesemangatan baru dalam beragama.
Pengembangan dalam urusan ziarah di gunung Linggaratu ini harus dikembangkan sedemikian rupa. Sarana untuk berziarah disiapkan senyaman mungkin agar para penziarah bisa benar-benar khusu melakaukan kegiatan ziarahnya. Tempat wudhu yang bersih dan bacaan-bacaan Al-Qur’an harus tersedia. Para kuncen memberikan arahan yang baik kepada para penziarah dan mengingatkan kepada mereka supaya membenahi niatnya agar tujuan ziarah ini benar-benar tulus karena Allah tidak ada niatan lain apalagi sampai meminta-minta yang menyebabkan kepada kemusyrikan. Kuncen juga menyampaikan sejarah Prabu Kingking secara gamlang dan jelas sehingga sumber informasi yang didapatkan oleh para wisatawan dapat melepaskan dahaga kepenasaran mereka.
Pembenahan pada makam ini membuat daya tarik tersendiri kepada para wisatawan yang suka melakukan kegiatan wisata religi.
2.      Cagar Budaya
Batu-batu besar yang ada di Liggaratu ini harus bisa dirawat dengan baik jangan sampai dirusak dengan tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab seperti penulisan pada batu-batu dengan menggunakan pilok atau pembongkaran batu sehingga nilai sejarah dan budayanya menghilang. Pendalaman kajian sejarah tentang batu ini mesti terus digali, supaya diketahui secara pasti dan menjadikan sumber ilmu pengetahuan bagi mereka yang ingin tahu akan asal mula batu Lingaratu tersebut.
3.      Geografis
Daerah pegunungan ini bisa dikembangkan menjadi bagian wisata tak terpisahkan, berbagai suasana pegunungan ini mesti ditata sedemikian rupa supaya mempunyai nilai wisata yang tinggi. Masyarakat sekitar bisa diajak untuk mengembangannya dengan menata lahan pertanian mereka menjadi komuditas pertanian yang baik. Komoditas pertanian yang dikembangkan pertanian menjadi pemandangan wisatawan ketika mereka melewatinya.
Area pohon pinus dikelola dengan segala potensinya, aroma pohon pinus ini meupakan aroma yang baik dan bermanfaat bagi kesehatan seperti dapat menenangkan diri, mengobati pilek, sinus, sesak napas dll.
Pemanfaatan perkebunan pines bisa jadi daya tarik para wisatawan untuk menikmati suasana alam dan kesegaran yang susah ditemui di daerah perkotaan. Di area ini juga bisa dijadikan tempat untuk bersantap makanan, dan bersua foto sambil melihat pemandangan dari atas.
Kontur wilayah berbatuan bisa dikembangkan menjadi spot wisata yang memiliki keunikan didalamnya, di atas batu bisa dibuat untuk melihat pemandangan pegunungan, dibuatkan tempat untuk berfoto dengan backgroud batu-batu besar yang ada disana. Di bawah area batu dan di sampingnya bisa dijadikan camping ground dan wahana bermain.
Pengembangan gunung Linggaratu ini membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak yang berkepentingan, supaya segala potensi yang dikembangkan dari objek wisata ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat.





Sumber bacaan dan foto
-          https://www.jelajahgarut.com
-          http://abusawawa-kisahnyata.blogspot.com
-          http://www.dejurnal.com
-          kemenpar.go.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERAN GURU SEBAGAI FASILITATOR

  Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, peran guru tidak lagi terbatas pada penyampaian materi pelajaran semata. Salah satu peran pe...