Minggu, 20 Oktober 2019

GUNUNG LIGGARATU PESONANYA MESKI TERUS DIKEMBANGKAN



Linggaratu memiliki makna gugusan/hamparan batu (Lingga berarti batu dan Ratu yang berarti gugusan/hamparan). Gunung Linggaratu ini berada dilokasi Kampung Sukasirna yang sekarang menjadi Kampung Sukamaju Desa Sindangpalay Kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut, jarak dari kota Garut sekitar kurang lebih 14 KM, untuk mencapai ke Gunung Linggaratu ini dari kota Garut bisa naik angkot 07 jurusan terminal Guntur-Sukawening atau naik angkot jurusan terminal Guntur – Cibatu, berhenti di lawang ojeg karangpawitan atau lebih dikenal dengan lawang ojeg Tugu Maung. Setelah dilawang ojeg bisa naik ojeg atau jalan kaki untk memulai perjalanan ke gunung Linggaratu ini, naik ojeg membayar sekitar Rp. 15.000 lalu berhenti di Kampung Suka Maju atau bilang saja ke tukang ojegnya mau ke gunung Linggaratu, nanti tukang ojeg sudah paham untuk mengantarkan penumpangnya. Bisa juga masyarakat membawa kendaraan bermotor atau kendaraan roda empat nanti setelah sampai di kampung Sukamaju kendaraannya dititipkan kepada masyarakat.

Perjalanan dari pemukiman warga kampung Sukamaju menuju objek wisata Linggaratu kurang lebih sekitar 2 Jam, perjalan menuju objek wisata ini lumayan mengerus tenaga sehingga harus mempersiapkan perbekalan yang cukup terutama air. Jalan menuju ke lokasi jalannya kecil sekitar satu meter seandainya lagi musim hujan terkadang semak-semak banyak menutupi jalan sehingga harus sigap untuk mererai ketika berjalan, jalannannya juga cukup terjal dan curam, dalam perjalanan kita disuguhi dengan berbagai pemandangan yang sangat indah sepanjang jalan, melihat suasana perkebunan yang terhampar luas sampai melihat perumahan perkotaan yang cukup terlihat jelas dari ketinggian.
Perkebunan pines akan ditemui ketika saat perjalanan dimana perkebunan pines ini menjadi kenikmatan tersendiri ketika menuju lokasi, keletihan badan saat mendaki terobati dengan harumnya pohon pines serta merasakan deburan angin sebagai AC alami yang bisa menyejukan tubuh, setelah sampai di poho pines tidak lama lagi akan sampai di makam Prabu Kingking, makam Prabu kingking ini dipercayai oleh masyarakat adalah sebagai makam leluhur atau nenek moyang dari penduduk bukit Linggaratu, Prabu Kingking ini adalah orang yang menyebarkan agama islam di wilayah ini, diperkirakan makam Linggaratu ini telah berusia kurang lebih 13 abad. Bagi para penziarah bisa melakukan ritual berdoa dimakam ini sebagai bentuk penghormatan kepada Prabu Kingking, karena telah berjasa menyebarkan agama islam di kabupaten Garut. Berziarah ini juga sebagai sarana untuk mengingat atau tafakur kepada Allah bahwa pada akhirnya manusia akan kembali kepada Allah lewat sebuah kematian.
Tidak jauh makam Prabu Kingking kita akan menemui tempat, dimana tempat tersebut seperti tempat perkampungan atau pernah ada kegiatan kehidupan. Tempatnya tersusun rapi dengan batu-batu besar. hamparan batu yang penuh dengan eksotis, dimana batu ini memiliki keunikan tersendiri, hamparan batunya sangat indah ada batu yang besar menjulang tinggi yang mana batu tersebut bertumpuk dua, punya tinggi sekitar 20 meteran. Batu yang tersusun ini seperti menara mesjid, dan menurut warga mengatakan dulunya itu memang bekas menara mesjid bahkan ada yang mempercai bahwa sebelumnya itu susunannya ada 3 namun yang satu hilang katanya pindah ke lain daerah. Hamparan batu yang cukup banyak terpisah satu sama lainnya, namun kita bisa mengelilingi batu ini dikarenakan ada tangga dan jembatan yang dibuat oleh warga sekitar sehingga kita bisa menikmati keindahan batu Linggaratu ini. Di atas batu kita bisa menikmati berbagai kegiatan kepariwisataan seperti berfoto, makan dan melihat pemandangan sekitar. Pemandangan diarea ini terlihat sangat menarik mata bisa lepas jauh memandang, menikmati berbagai jenis pohon besar yang terlihat, serta merasakan deburan angin yang cukup deras, suara-suara khas hewan terdengar menyejukkan hati, sesekali kita bisa melihat monyet yang bergelantungan di atas pohon. Monyet-monyet di sini masih banyak sebab Lingaratu ini masih lebat pohonnya serta aktivitas penebangan pohon bisa dicegah oleh PERHUTANI.

Area batu Linggaratu ini cukup luas sehingga kita bisa mengitari untuk melihat berbagai keunikan di area ini, di bawah area batu kita bisa melihat ada sebuah goa yang sangat indah, goa ini banyak dipakai oleh orang untuk melakukan tirakat atau bertafakur. Bentuk goanya unik dimana goa ini di bawahnya tanah, dindingnya dan atapnya merupakan batu, sekilas kita bisa beranggapan ini merupakan tempat tinggal sejenis rumah. Di area lainnya ada lobang yang hanya bisa dimasuki tangan, diyakini apabila orang yang memasukkan tangannya ke dalam lalu mendapatkan sebuah benda maka ia akan mendapatkan sebuah rejeki. Di bawah kita bisa melihat gugusan batu terlihat sangat angun, kemegahan batu yang terlihat membuat mata terpesona begitu dahsyatnya ciptaan Allah. Batu-batu ini berdiri tegak dan gagah seperti sebuah kerajaan yang pernah mengalami suatu kejayaan dimasanya.
Pesona gunung Linggaratu ini perlu dilestarikan dan dijadikan objek wisata supaya semua orang bisa merasakan kenikmatan dan keindahannya selain itu gunung Linggaratu ini perlu dikaji lebih dalam tentang sejarahnya, karena bisa jadi di sini terdapat situs sejarah yang sangat berharga bagi kabupaten Garut. Pengenalan akan sejarah akan membuat kota Garut ini bertambah indah dengan warisan budaya yang dimiliki. Bukti-bukti tatanan batu ini seperti memiliki cerita tersendiri dalam kehidupan di zamannya, seperti peninggalan-peninggalan orang-orang terdahulu yang sekarang sudah terbukti dan dijadikan objek wisata.
Kabupaten Garut lewat Camat Karangpawitan Rena Sudrajas, S.Sos., M.Si telah meresmikan gunung Linggaratu sebagai tempat pariwisata atau Desa Wisata pada hari Minggu tanggal 13 Oktober 2019. Peresmian gunung Linggaratu sebagai Desa Wisata diharapkan menjadi lokomotif perekonomian setempat sehingga bisa berdampak pada kemajuan daerahnya.
Setelah diresmikan gunung Linggaratu sebagai tempat wisata diharapkan ada perbaikan-perbaikan sarana prasarana ke depannya untuk memudahkan para wisatawan berkunjung, jalanan bisa diperbesar sehingga akses kendaraan bermotor dan roda empat bisa masuk sampai ke lokasi, pengadaan fasilitas umum seperti penginapan, WC umum, Mesjid akan membuat tempat wisata ini indah, aman dan nyaman. Kenyamanan yang didapat wisatawan membuat corong informasi kepada masyarakat yang lain untuk berdatangan kelokasi wisata.
Selain perbaikan dalam bentuk sarana prasarana juga diperlukan perbaikan terhadap warga sekitar, masyarakat yang ada dilayah tersebut harus bisa menjadi warga masyarakat wisata dimana mereka melakukan pelayanan prima terhadap wisatawan dengan menyediakan berbagai fasilitas pelayanan yang baik seperti sopan santun, tidak menggunakan asas manfaat dan ramah mendampingi para wisatawan sehingga para pengunjung tidak kapok untuk kembali datang ke gunung Linggaratu bahkan nantinya wisatawan akan mempromosikan daerah wisata ini kepada yang lain. Promosi yang dilakukan oleh mulut orang lebih berpengaruh ketimbang informasi yang disampaikan oleh media lainnya. Wisatawan yang berwisata ke tempat yang sama berkali-kali menandakan mereka merasakan kepuasan dari objek wisata tersebut.
Undang-undang no 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan telah menetapkan berbagai aturan tentang kepariwisataan, disini pemerintah daerah bisa mengembangkan gunung Linggaratu ini sesuai dengan peraturan tersebut, desain dan mekanisme pembangunan daerah wisata tersebut telah jelas digambarkan disana. Beragam konsep pengembangan pariwisata ini harus dilakukan supaya terjadi daerah wisata yang baik dan menarik banyak pengunjung.
Ada beberapa konsep yang harus dikembangkan supaya gunung Linggaratu menjadi daerah wisata yang sejajar dengan wisata-wisata lainnya. Beberapa pengembangan harus dilakukan diantaranya.
1.      Makam
Tujuan ziarah bukan hanya panggilan agama tetapi panggilan kemanusiaan. Tujuan ziarah atau wisata religi itu banyak sekali manfaatnya diantaranya: dijadikan sebagai sarana syiar umat islam ke seluruh dunia, lahan untuk beribadah kita mendoakan kepada mereka yang sudah meninggal, mengingat akan kematian, mengharapkan keberkahan, mendapatkan kesemangatan baru dalam beragama.
Pengembangan dalam urusan ziarah di gunung Linggaratu ini harus dikembangkan sedemikian rupa. Sarana untuk berziarah disiapkan senyaman mungkin agar para penziarah bisa benar-benar khusu melakaukan kegiatan ziarahnya. Tempat wudhu yang bersih dan bacaan-bacaan Al-Qur’an harus tersedia. Para kuncen memberikan arahan yang baik kepada para penziarah dan mengingatkan kepada mereka supaya membenahi niatnya agar tujuan ziarah ini benar-benar tulus karena Allah tidak ada niatan lain apalagi sampai meminta-minta yang menyebabkan kepada kemusyrikan. Kuncen juga menyampaikan sejarah Prabu Kingking secara gamlang dan jelas sehingga sumber informasi yang didapatkan oleh para wisatawan dapat melepaskan dahaga kepenasaran mereka.
Pembenahan pada makam ini membuat daya tarik tersendiri kepada para wisatawan yang suka melakukan kegiatan wisata religi.
2.      Cagar Budaya
Batu-batu besar yang ada di Liggaratu ini harus bisa dirawat dengan baik jangan sampai dirusak dengan tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab seperti penulisan pada batu-batu dengan menggunakan pilok atau pembongkaran batu sehingga nilai sejarah dan budayanya menghilang. Pendalaman kajian sejarah tentang batu ini mesti terus digali, supaya diketahui secara pasti dan menjadikan sumber ilmu pengetahuan bagi mereka yang ingin tahu akan asal mula batu Lingaratu tersebut.
3.      Geografis
Daerah pegunungan ini bisa dikembangkan menjadi bagian wisata tak terpisahkan, berbagai suasana pegunungan ini mesti ditata sedemikian rupa supaya mempunyai nilai wisata yang tinggi. Masyarakat sekitar bisa diajak untuk mengembangannya dengan menata lahan pertanian mereka menjadi komuditas pertanian yang baik. Komoditas pertanian yang dikembangkan pertanian menjadi pemandangan wisatawan ketika mereka melewatinya.
Area pohon pinus dikelola dengan segala potensinya, aroma pohon pinus ini meupakan aroma yang baik dan bermanfaat bagi kesehatan seperti dapat menenangkan diri, mengobati pilek, sinus, sesak napas dll.
Pemanfaatan perkebunan pines bisa jadi daya tarik para wisatawan untuk menikmati suasana alam dan kesegaran yang susah ditemui di daerah perkotaan. Di area ini juga bisa dijadikan tempat untuk bersantap makanan, dan bersua foto sambil melihat pemandangan dari atas.
Kontur wilayah berbatuan bisa dikembangkan menjadi spot wisata yang memiliki keunikan didalamnya, di atas batu bisa dibuat untuk melihat pemandangan pegunungan, dibuatkan tempat untuk berfoto dengan backgroud batu-batu besar yang ada disana. Di bawah area batu dan di sampingnya bisa dijadikan camping ground dan wahana bermain.
Pengembangan gunung Linggaratu ini membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak yang berkepentingan, supaya segala potensi yang dikembangkan dari objek wisata ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat.





Sumber bacaan dan foto
-          https://www.jelajahgarut.com
-          http://abusawawa-kisahnyata.blogspot.com
-          http://www.dejurnal.com
-          kemenpar.go.id

Rabu, 16 Oktober 2019

MANFAAT MENULIS


Pernah suatu hari ketika saya belajar di kampus, disana saya belajar banyak hal tentang berbagai ilmu pendidikan, banyak para dosen yang memberikan berbagai ilmu dan ispirasi. Ada seorang profesor yang terkenal di Indonesia bernama Prof. Dr. Mohamad Surya sekarang sudah almarhum, semoga beliau mendapatkan kasih sayang Allah aamiin. waktu itu beliau mengajar pada salah satu mata kuliah, kegiatan pembelajaran yang beliau berikan sungguh sangat menarik, banyak ilmu yang berat namun terasa renyah beliau sampaikan. Ada pesan menarik tentang menulis yang beliau sampaikan sehingga saya sekarang terus mengingatnya, beliau pernah berkata "Jangan menjadi seperti pohon pisang yang sekali berbuah ia mati" beliau menganalogikan kepenulisan para guru terhenti ketika sudah selesai kuliah, menulisnya hanya dalam bentuk skripsi selanjutnya ia berhenti hanya sibuk dengan pekerjaan mengajarnya. Saya bangga pernah belajar secara langsung kepada beliau sehingga saya pun sangat terispirasi untuk menulis. Banyak sekali karya-karya beliau meski beliau sudah sepuh pada saat saya belajar kepadanya namun produktivitas menulisnya sungguh sangat luar biasa.
Menulis ternyata banyak sekali manfaatnya diantaranya:
1. Ilmu Tersalurkan
Manusia diwajibkan untuk belajar ketika ia belajar maka akan mendapatkan banyak ilmu, dalam sebuah keterangan dikatakan "Ilmu itu laksana binatang liar dan menulis adalah pengikatnya", ilmu yang kita tangkap akan terpelihara atau pun terjaga dengan baik ketika kita menuliskannya, menulis menjadikan ilmu yang dimiliki bisa tersalurkan tidak mengendap hanya dikepala kita. Ketika remaja  ada yang mengatakan bahwa ketika cinta tidak tersalurkan maka akan menjadi jerawat. Mungkin ilmu yang tidak tersalurkan juga akan menyebakan sebuah kejelekan, apabila kita belum punya tempat untuk menyalurkan ilmu seperti para ulama kepada jamaahnya maka kita bisa menyalurkan ilmu kepada sebuah buku sebagai pelampiasan penyaluran ilmu.
2. Beramal Lebih Luas
Menulis menjadikan ilmu kita berada di dalam sebuah buku, buku bisa melintasi zaman dan waktu, penulisnya belum pernah ke luar Negeri bisa jadi bukunya sudah dibaca di luar negeri, penulisnya sudah meninggal boleh jadi tulisannya tetap hidup di zaman yang berbeda. Melintasi waktu dan zaman ini menyebabkan amal berupa ilmu bisa menyebar luas hinga tak terhingga, bisa dibayangkan bila orang terispirasi oleh tulisan kita dan melakukan amal kebaikan maka pahala akan mengalir deras dan tak terhenti kepada kita.
3. Alat Merubah Orang dan Peradaban
Ilmu merupakan alat pemecah kegelapan untuk mencapai kecerahan masa depan, manusia terbatas oleh langkah namun tulisan tidak, orang bisa terinspirasi dengan tulisan dan mengubah hidupnya meski pun kita tidak ada di depannya seperti seorang guru kepada muridnya sewaktu di kelas. Peradaban di muka bumi itu pasti oleh perkembangan ilmu dan teknologi, sumber dari ilmu dan teknologi itu berada dalam sebuah buku, Bangsa-bangsa yang maju pasti menghargai karya-karya besar para pemikir dunia dalam sebuah bukunya. Menulis bagian penting dalam mengubah peradaban ketika ilmu yang kita tuliskan dalam sebuah buku serta buku tersebut bagian dari perubahan suatu bangsa maka kita itu bagiannya.
4. Sebagai Investasi
Banyak sekali orang yang mendapatkan penghasilan dari sebuah buku, Robert Kiyosaki pernah mengatakan bahwa "menulis merupakan salah satu Pasive income.", dengan menulis maka kita mendapatkan royalti dari penjualan buku, banyak orang-orang yang telah sukses dari bukunya sehingga penghasilannya bisa diwarskan kepada anak cucunya.
5. Warisan Bagi Anak Cucu
Nama penulis akan tertera dalam buku karyanya sehingga nama penulis menjadi populer, kepopuleran ini menjadikan anak keturunannya terbawa baik citranya. Pewarisan nam baik akanmendapatkan nilai penghargaan dikalangan masyarakat sebab banyaknya orang yang telah terinspirasi oleh tulisannya. Royalti dari buku pun terus mengalir selama buku tersebut dicetak dan diperbanyak.
6. Rekreasi Pikiran
Menulis menjadikan pikiran ini bekerja berdasarkat kodrat Ilahi, syaraf-syaraf berjalan mencari ide untuk ditulis, kegiatan ini seperti sebuah rekreasi seperti organ tubuh memerlukan pergerakan sebagi kodratnya, mata perlu memerlukan pemandangan, perut memerlukan makan tatkala ia lapar. Menulis menjadikan perasaan tenang dan nyaman, orang sedih lalu menulis dalam bentuk sebuah puisi atau prosa membuat sang penulis ada tempat mencurahkan kesedihan dan menjadikan perasaannya bahagia.
7. Lahan Komunikasi
Tidak semua orang bisa berbicara dihadapan orang atau khalayak ramai untuk menyampaikan gagasan dan idenya disebabkan rasa malu dan kurang percaya diri karena takut akan tanggapan dari lawan komunikasinya. Menulis bisa membuat orang bebas berkomunikasi menyampaikan berbagai gagasannya, ekspresi tak terbatas membuat komunikasi seorang penulis dan buku tulisnya lancar .
8. Dokumentasi
Pengalaman hidup yang dijadikan sebuah tulisan menjadikan sebuah alat pengingat terhadap kita akan hal-hal yang terjadi dalam kehidupan. Kejadian-kejadian ini menjadi dokumentasi dikemudian hari, peristiwa yang tercatat dengan baik bisa jadi saksi sejarah dikemudian hari.
9. Penajaman Daya Analisis
Otak itu harus dilatih sedemikian rupa supaya menjadi lebih cemerlang, para ilmuan banyak melatih otaknya itu engan cara menulis, otak akan bekerja menganalisis setiap kata yang ditulis, nyambung atau tidak sebuah tulis dll. Ketika menulis otak kita menjadi terbiasa untuk menganalisis dan berfikir secara sistematis, bukankah latihan akan membuat sempurnanya suatu keahlian.
10. Meningkatkan Kemasyuran
Kepopuleran pasti akan didapatkan oleh para penulis orang zaman sekarang pun masih mengenal para penulis yang mashur padahal ia telah meninggal ratusan tahun silam seperti Plato, Aristoteles, Thomas Alfa Edison, Al-Khowarizmi,Imam Syafei dll.


Sabtu, 12 Oktober 2019

GURU dan MENULIS


Guru merupakan orang yang berilmu, bagaimana tidak, dia telah belajar berpuluh-puluh tahun, Sekolah Dasar (SD) selama enam tahun, Sekolah Menengah Pertama (SMP) selama tiga tahun,Sekolah Menengah Atas (SMA) selama tiga tahun, Strata Satu (S1) selama empat tahun bahkan ada yang Strata Dua (S2) selama dua tahun. Pendidikan formal saja SD-S1 seorang guru sudah belajar sebanyak 16 tahun,bahkan seorang guru menimpa ilmunya bukan hanya belajar pada pendidikan formal saja melainkan selalu berkegiatan menimba ilmu pada pendidikan non formal seperti pesantren atau bergelut pada organisasi-organisasi. Banyaknya belajar menjadikan seorang guru berilmu cukup banyak sehingga keilmuan ini tidak diragukan lagi untuk membesarkan peserta didik menjadi anak yang berhasil dikemudian hari.
Dalam Undang-undang Guru dan Dosen no14 tahun 2005 Bab 1 Pasal point ke 1 dikatakan bahwa Guru adalah pendidik profesional dengan utama mendidik, mengajar, membingbing, mengarahkan, melatih, menilai danmengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Tugas yang diemban dalam pengertian guru tersebut menunjukkan bahwa guruitu merupakan orang yang syarat dengan keilmuan.
Mengajar peserta didik di dalam kelas merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh seorang guru, guru mentranfer knowledge dan mentransfer value sebagai kewajiban dirinyan untuk mencerasan para peserta didik. Selain kegiatan mengajar guru juga mempunyai tugas lain seperti mengisi atau mengerjakan berbagai administrasi sebagai bukti pelaksanaan kegiatannya untuk diberikan kepada yang berkepentingan.
Kegiatan menulis sudah menjadi kebiasaan guru yang tidak bisa dipisahkan,ketika mau mengajar maka guru harus mempersiapkan perangkat pembelajaran minimal Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dalam penulisan RPP ini guru menuangkan berbagai ide untuk dijadikan pedoman kegiatan pembelajaran yangakan dilaksanakannya nanti. Penulisan RPP ini menjadikan guru terbiasa menuangkan gagasan dan idenya dalam bentuk tulisan. Kebiasaan menulis RPP menjadikan guru terlatih menjadi seorang penulis.
Kegiatan menulis bagi seorang guru harus dibiasakan sebab dengan menulis ilmu yang dimilikinya akan bermanfaat lebih yang nantinya bisa dirakan bukan hanya oleh peserta didik melainkan oleh mereka yang membaca karya tulis dari seorang guru tersebut. Dalam Permenpan RB nomor 16 tahun 2019 tenteng jabatan fungsional guru dan angka kreditnya. Guru dituntut untuk membuat karya tulis ilmiah dan publikasi ilmiah ketika akan mengajukan kenaikan pangkat. Tuntutan ini harus menjadi motivasi bagi seorang guru untuk membiasakan diri menulis.
Di lapangan terkadang kita banyak sekali menemukan guru yang susah untuk menulis, berbagai alasan diungkapkan penyebab ia tidak menulis mulai dari sibuk, susah mencurahkan gagasan dalam bentuk tulisan, tidak tahu harus darimana ia memulai dll.
Ada sebuah ungkapan bijak "Tulisan yang buram lebih baik ketimpang otak yang jenius.", "Ikatlahlah ilmu dengan menulis.". Pepatah itu mengajak kita untuk senantiasa menulis sebagai bakti kita menghargai ilmu, orang zaman dahulu sudah banyak yang membiasakan dirinya untuk menulis sehingga kita banyak menemukan para tokoh dengan berjilid-jilid buku karangannya. ImamMalik dengan karyanya Al Muwattha,Imam Syafi'i dengan kitab al-umm.Imam Ahmad dengan Musnad-nya, Buya Hamka dengan tafsir Al Azharnya dll. Para ulama telah memberikan contoh kepada kita untuk senantiasa menulis sebab sebuah peradaban itu dibangun dengan ilmu pengetahuan.
Ilmu yang kita tulis dalam buku akan menjadikan nama kita lebih panjang dari umurkita, bahkan ilmu kita akan bermanfaat terus walau pun kita telah meninggal dunia. bukankah amal yang akan menolong kita diakhirat salah satunya adalah ilmu yang bermanfaat. Anak didik kita bahkan keluarga kita ketika ia merindukan kita sewaktu kita sudah tiada maka ia akan meluapkan kerinduannya dengan membaca karya kita, buku tersebut juga bisa menjadi alat orang yang membacanya mendoakan kita.
Kedahsatan menulis bisa kita lihat dari salah satu perkataan Sayyid Quthb "Satu peluru hanya bisa menembus satu kepala, tapi satu telunjuk (tulisan ) mampu menembus jutaan kepala.". Jadi tak ada alasan lagi kita sebagai guru untuk tidak membiasakan menulis. 
Menulis akan mudah ketika kita sudah membiasakan untuk menulis, tulisan akan terasa baik ketika jam terbangnya sudah cukup lama, Bang Tere Liye membiasakan menulis ketika usia 10 tahun sehingga sekarang sudah terkenal dengan karya-karya tulisnya. Menulis tidak bisa langsung mahir dalam hitungan hari, keterampilan ini memerlukan sebuah proses. Sekarang kita sebagai guru sudah saatnya membiasakan menulis supaya kita tidak hanya mencerdaskan peserta didik dengan mengajar dikelas tetapi kita juga mencerdaskan warga bangsa dengan buku kita.

PERAN GURU SEBAGAI FASILITATOR

  Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, peran guru tidak lagi terbatas pada penyampaian materi pelajaran semata. Salah satu peran pe...