MULTIMEDIA BAGI GURU SD
Mengajar merupakan
kegiatan pokok dari seorang guru, guru harus mempunyai kreatifitas yang tinggi
dalam menyampaikan materi pelajarannya, jangan sampai metode yang dilakukannya
hanya ceramah saja. Memang setiap metode mempunyai kelebihan dan kekurangannya,
metode ceramah ini berbasis teacer center dimana siswa kurang akif dalam
pembelajarannya, model sekarang yang harus dilakukan guru adalah model yang
berbasiskan student center dimana siswa berperan aktif dalam kegiatan
pembelajarannya.
Pada dasarnya
siswa mempunyai pengetahuan yang berbeda-beda namun banyak sekali pengetahuan yang
belum dimiliki oleh siswa ketika ia belajar. Guru akan sulit sekali menerangkan
benda yang belumpernah diketahui oleh siswa apabila guru mengajarnya dengan
menggunakan metode ceramah, seperti guru menerangkan tentang bentuk planet mars,
menerangkan rangka manusia, dan menerangan organ dalam manusia. Menerangkan materi-materi
tersebut akan lebih mudah apabila guru menerangkan dengan menggunakan
multimedia seperti guru menayangkan video atau gambar-gambar yang bisa langsung
dilihat oleh siswa.
Penggunaan multimedia
dalam pembelajaran akan menjadikan siswa berperan aktif dalampembelajarannya
karena multimedia pada dasarnya merupakan pembelajaran yang diharapkan mampu
memberdayakan semua aktivitas otak selama peserta didik melakukan aktivitas
pembelajaran.
Pengertian
tentang arti multimedia, adalah alat yang menciptakan presentasi yang dinamis
dan interaktif yang mengombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan video
(Darmawan: 47). Dari pengertian tersebut kita bisa memahami bahwa multimedia adalah
sebuah alat yang digunakan untuk presentasi, guru setiap hari selalu melakukan
presentasi di depan siswa dalam menyampaikan materi pelajaran.
Pembelajaran
berbasis multimedia mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan papan tulis
dan kapur. Pembelajaran berbasis multimedia melibatkan hampir semua unsur-unsur
indra. Penggunaan multimedia dapat mempermudah siswa dalam belajar, juga waktu
yang digunakan lebih efektif dan efisien. Selain itu pembelajaran dengan
menggunakan multimedia akan sangat meningkatkan motivasi belajar siswa.
Dimana dengan motivasi yang meningkat maka prestasipun akan dapat diraih dengan
lebih optimal. Penggunaan multimedia dalam pembelajaran juga akan mengenalkan
sedini mungkin pada siswa akan teknologi.
Teknologi
multimedia ini, juga dapat digunakan dalam mengembangkan Computer Assisted
Learning (CAL). Computer Assisted Learning (CAL) adalah perangkat lunak
pendidikan yang diakses melalui komputer dan meru-pakan bentuk pembelajaran
yang menempatkan komputer sebagai “dosen”. Dengan CAL, kata Widyo, proses
belajar bisa berlangsung secara individu dan mampu mengadopsi perbedaan
individu peserta didik. Karena pada intinya CAL merupakan media ganda yang
terintegrasi yang dapat menyajikan suatu paket ajar yang berisi komponen visual
dan suara secara bersamaan. CAL juga mempunyai komponen inlelegensi yang
membuat program CAL bersifat interaktif dan mampu memroses data atau memberi
jawaban bagi pengguna.CAL bersifat
interaktif artinya programnya lebih bermakna diban-dingkan dengan program
pembelajaran yang disajikan lewat media lainnya. CAL juga menggunakan
multimedia yaitu sistem komputer yang meng-gabungkan audio dan video untuk
menghasilkan aplikasi interaktif dengan menggunakan teks, suara dan gambar.
Di Sekolah
Dasar (SD) akan lebih hidup pembelajarannya apabila menggunakan multimedia
sebab siswa SD masanya anak-anak mengetahui sesuatu dengan keadaan yang
kongkrit, menonton film kartun bagi anak SD merupakan kegiatan yang
menyenangkan. Guru SD bisa memanfaatkan multimedia ini dalam pembelajarannya
dengan menampilkan video kartun yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan,
sehingga siswa bisa belajar dengan senang dan materipelajaran bisa tersampaikan
dengan optimal
DAFTAR PUSTAKA
Darnawan Deni. 2014.
Inovasi pendidikan. Bandung; PT
Remaja Rosdakarya
https://muhfathurrohman.wordpress.com/2012/10/04/penggunaan-multimedia-dalam-proses-pembelajaran/





Menarik.....lanjuttt oom
BalasHapussiap pak hatur nuhun
Hapus