Undang Koswara
Wahana Berbagi Ide dan Inspirasi
Minggu, 08 September 2024
PERAN GURU SEBAGAI FASILITATOR
Sabtu, 10 Juni 2023
Komunitas Praktisi SDN 5 Situgede Mengadakan Webinar
Sabtu, 25 Juni 2022
Buku Sekolah di Atas Awan
Minggu, 25 April 2021
RESUME KE-8 BUKU MAHKOTA PENULIS
Menulis merupakan sebuah mahkota bagi seorang penulis itu kata pak Tharin Dahlan seorang pensiunan polisi, dosen dan kompasianer. Beliau juga mengatakan "Sesungguhnya uara dari menulis itu adalah buku. karena, buku bersifat abadi dan menjadi alibi tak terbantahkan atas kehadirann seorang anak manusia di muka bumi ini".
Menulis itu ibaratkan air mengalir yang terus menetes dan akhirnya bermuara di lautan, kumpulan tulisan itulah sebuah buku. Lembaran-lembaran hasil goresan sang penulis yang dijadikan satu itulah buku.
Semua orang itu bisa menulis, ketika bisa berbicara otamatis bisa menulis, coba saja kita berbicara lalu kita rekam terus ucapan yang kita lontarkan itu kita tuliskan, maka itu menjadi sebuah tulisan. Tak ada alasan mengatakan, kalau kita tidak bisa menulis. Sejatinya menulis merupakan pengejawantahan atau memindahkan apa yang diucapkan kedalam peralatan tulismenulis.
Dalam menulis ada beberapa kategori Artikel atau tulisan diantaranya
1. Artikel Deskriptif
2. Artikel Eksplonatif
3. Fiksi
Ketika kita menulis orientasikan pemilihan kategorinya ketiga kategori di atas dengan menggunakan unsur 5W 1H.
Ada beberapa methode menulis dalam sekali duuk sebuah tulisan bisa jadi:
a. upayakan tidak meninggalkan tulisan
b. Hiraukan kesalahan ketik
c. Ketika blak. Tinggalkan paragraf, masuk ke paragraf baru
d. Baca berulang-ulang pada proses editing
e. Sebagai pemula cukup 5 paragraf
f. Bersegera posting tulisan di media sosial
metode tersebut bisa digunakan ketika kita belajar dalam menulis, biasakan menyempatkan diri, memberi waktu luang untuk duduk dan menulis.
Resume : Ke 8
Tema : Buku Mahkota Penulis, Buku Muara Tulisan
Gelombang : 18
Garut: 21 April 2021
Selasa, 20 April 2021
RESUME KE-7 MENERBITKAN BUKU LEBIH MUDAH DI PENERBIT INDIE
Penerbit itu ada dua kriteria yaitu penerbit mayor dan penerbit indie, di dalam menerbitkan ke dua jenis penerbit tersebut ada kelebihan dan kekurangan sendiri, namun bagi penulis yang ingin menerbitkan buku dengan kepastian terbit, maka memilih penerbit indie menjadi pilihan yang tepat.
Di penerbit indie tanpa seleksi, sehingga biaya penerbitan menjadi tanggung jawab penulis. Sekarang banyak sekali penerbit indie yang menawarkan biaya yang menarik dengan berbagai fasilitas yang ada, kita bisa mencari berbagai penerbit itu di media sosial atau di komunitas kepenulisan.
Pengeditan di penerbit indie terkadang berbeda-beda kualitas dalam pengeditan, ini ditentukan oleh kualitas dari editor di penerbit tersebut. Oleh karena itu penulis yang menerbitkan buku dipenerbit indie harus berusaha menjadi editor supaya buku yang dihasilkan bisa memuaskan.
Ada bebrapa tips dalam mengedit naskah:
- Penulisan kata jangan disingkat-singkat (yg, tdk, blm)
- Jangan sampai ada tulisan yang salah ketik (Typo)
- Satu Paragraf jangan berisi terlalu banyak kalimat
- Mulailah membiasakan membuat kalimat yang pendek-pendek. Kalimat panjang cenderung akan membingungkan.
- Setiap bab baru selalu dimulai di halaman baru. Jangan digabung dengan bab sebelumnya
Resume : Ke 7
Tema : Menerbitkan Buku Lebih Mudah di Penerbit Indie
Gelombang : 18
Garut: 19 April 2021
Jumat, 16 April 2021
RESUME KE-6 MENULIS RESUME UNTUK JADI BUKU
Menulis bisa dilakukan dengan berbagai cara, diantara cara menulis yaitu kita menulis sebuah resume ketika kita mendengarkan materi dari orang lain. Langkah ini cukup mudah sebab dalam menulisnya telah mendapatkan point-point penting, kesananya tinggal mengembangkan dengan modal wawasan atau pengalaman yang dimiliki sesuai dengan materi yang disampaikan pemateri.
Resume dari berbagai pemateri yang telah kita tuliskan, bisa dijadikan sebuah buku, penulisan sebuah resume untuk menjadi sebuah buku memerlukan sebuah langkah. Ada 7 teknik untuk menulis resume jadi buku:
1. Mengumpulkan resume dalam file word.
Supaya hasil resume materi tidak acak-acakan maka kita taruh semua resume dalam satu file word, penulisannya bisa disusun berdasarkan urutan kita menulis resumenya. Penulisan di word ini menjadi langkah awal, sehingga nanti kedepannya tidak perlu mencari file-file tersebut kemana-mana seperti ke blog, medsos dan lainnya. Sebab terkadang kita menulis file itu sering dimedia berbasis internet.
2. Menentukan tema.
Resume materi tersebut terkadang pemateri satu dengan pemateri yang lain mempunyai kesamaan isi, oleh karena itu kita harus memilah materi-materi yang sama tersebut ke dalam bab yang sesuai, jangan sampai pembahasan materi tersebut terulang dibab yang lain
3. Buat TOC (Table of Content/daftar isi)
Agar mudah mengembangkan tulisan kita yang telah diberi tema, maka kita buat daftar isinya, supaya pengembangan tulisan kita terarah sesuai dengan bab yang ditentukan
4. Kembangkan TOC
Kembangkan TOC tersebut dengan pemikiran dan pengalaman kita, cari referensi untuk memperkaya dan memadatkan isi materi. Tulisan akan berbobot apabila mempunyai wawasan literatur yang banyak, bahkan dengan membaca berbagai buku akan memudahkan dalam menulis. Ketika menulis ide-ide tersebut akan mengalir deras sebab sudah mempunyai bahan yang telah kita baca.
5. Review, revisi, dan edit naskah.
Baca kembali tulisan yang kita telah selesai kita kerjakan, langkah ini harus dilakukan sebab kita pasti akan menemukan kesalahan-kesalan penulisan, bahkan kekurangan-kekurangan tulisan yanglainnya seperti pembahasanna, pemberian contoh dan lain-lain. Jadilah seperti seorang editor, walaupun editor seadanya, namun kita melakukan pengeditan untuk mengurangi kesalahan-kesalahan sebelum dilakukan pengeditan oleh pihak penerbit.
6. Buatlah Sinopsisnya
Sinopsis adalah gambaran isi buku yang telah kita buat. Biasanya ada di cover belajang buku. Buatlah sinopsis itu semenarik mungkin supaya bisa memikat para pembaca, pembeli buku biasanya selain membaca judul buku juga suka membaca sinopsisnya sebelum membeli. Apabila sinopsisnya menarik maka dia akan jadi membeli buku
7. Kirim ke penerbit.
Langkah selanjutnya untuk menjadikan tulisan kita menjadi sebuah buku adalah dengan mengirimkannya ke penerbit. Jangan takut salah dan malu dengan tulisan sendiri, tenang saja ada tim editor penerbit yang siap membantu terkait penulisan kita yang salah. Hanya saja, tidak semua penerbit menyediakan jasa editor naskah. Jadi, kita harus tanyakan terlebih dahulu, apakah naskahnya di edit oleh editor atau tidak.
Ketujuh langkah tersebut akan membuat resume-resume yang kita buat bisa berwuju menjadi sebuah buku untuk dinikmati oleh banyak orang.
Resume : Ke 6
Tema : Menulis Resume Untuk Jadi Buku
Gelombang : 18
Garut: 16 April 2021
Rabu, 14 April 2021
RESUME KE-5 PENERBIT INDIE
Senin, 12 April 2021
RESUME KE-4 MENGUBAH KARYA ILMIAH MENJADI BUKU
Mempunyai sebuah buku adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi seseorang, terkadang kita ingin menulis buku bingung mencari materi padahal bagi seorang guru itu pernah menulis sebuah karya tulis ilmiah berupa skripsi. Kita tahu bahwa skripsi menjadi syarat seseorang untuk menyelesaikan Sarjana.
Guru itu pasti seorang sarjana sesuai Undang-undang guru dan dosen dengan begitu ia punya karya tulis berupa skripsi atau PTK ketika ia menempuh belajar S1, maka bermodalkan karya tulis tersebut kita bisa membuat sebuah buku dari karaya tulis.
Ada beberapa manfaat apabila karya tulis kita diubah menjadi sebuah buku diantaranya
1. Bisa dibaca lebih luas
Skripsi yang dihasilkan oleh para mahasiswa biasanya hanya tersimpan di perpustakaan kampus, terkadang hanya dibaca oleh mahasiswa yang hanya ingin membuat karya tulis yang variabelnya hampir sama atau oleh para pengunjung perpustakaan yang kebetulan mencari literatur.
Karya tulis yang diubah menjadi buku akan lebih luas kebermanfaatannya, dimana buku bisa kita sebarkan keberbagai perpustakaan umum serta kita publikasikan lewat media sosial.
2. Buku dapat diperjual-belikan
Buku mempunyai nilai jual yang cukup besar, kita bisa menjual buku itu keteman-teman atau kita jual di media sosial, buku yang kita jual akan mendapatkan profit bagi kita dan dijadikan sampingan pekerjaan.
3. Mempunyai Nilai Angka Kredit
Sesuai dengan peraturan kepegawaian PNS, buku bisa diajukan untuk kenaikan pangkat bagi seorang PNS. Pada pangkat-pangkat tertentu seorang PNS wajib mempunya karya tulis.
4. Menjadi Terkenal
Apabila buku kita banyak dibaca oleh orang, otomatis nama kita dibaca, dengan begitu nama kita jadi dikenal. Bahkan buku kita bisa dijadikan daftar rujukan sehingga nama kita juga tertulis didaftar pustakanya.
5. Menambah Wibawa
Menulis menjadi keterampilan pembeda dikalangan para guru, keahlian ini menjadi kelebihan yang dihargai oleh orang lain. Seseorang meghargai itu disebabkan pada diri seseorang ada kelebihan yang tidak ia miliki.
Cara mengubah karya tulis menjadi sebuah buku bisa dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Penulisan buku yang dihasilkan dari mengubah karya tulis ini menjadi sebuah kesempatan bagi seorang guru untuk menulis, minimal seorang guru punya satu buku.
Sabtu, 10 April 2021
Resume Ke 3 Dasar Penulisan
Menulis itu memerlukan sebuah latihan yang panjang, dalam menulis terkadang kita menghadapi beberapa permasalahan baik secara konsep pemikiran yang akan ditulis atau pun tekhnis pelaksanaan menulis. Kesusahan tersebut membuat mood untuk menulis menjadi menurun. Banyak sekali permasalahan-permasalahan yang membuat susah untuk menulis diantaranya:
Kesusahan-kesusahan dalam menulis itu bisa diatasi dengan cara menulis, ya menulislah. Duduk ditempat yang dirasakan kita nyaman serta bikin suasana ruangan yang menyebabkan kita bersemangat, bisa dengan menata ruangannya senyaman mungkin, tempelkan kata-kata motivasi di dinding, tulis target pencapaian dalam menulis, siapkan makanan dan minuman yang enak sehingga kita bisa betah berada dalam ruangan untuk menulis, apabila penat ketika menulis kita rebahan dengan memutar lagu kesayangan kita lalu bangkit lagi untuk menulis.
Berusahalah menulis apa saja, paksa diri kita untuk menulis meski sesibuk apapun, ketika kita sudah berdisiplin serta menikmati menulis, Dalam memudahkan menulis kuasailah dasar kepenulisan diantaranya:
A. Unsur-unsur dalam Penulisan yaitu 5W dan 1H sendiri meliputi:
Dalam bahasa Indonesia, untuk memudahkan penghapalan ke 6 unsur ini maka dikenal singkatan ADIKSIMBA “Apa, Dimana, Kapan, Siapa, Mengapa, dan Bagaimana.
What : Peristiwa apa yang sedang terjadi? Apa dampaknya? apakah peristiwa tersebut menimbulkan kerugian?
Who dalam 5W1H memfasilitasi untuk memberikan informasi seputar orang-orang yang terlibat dalam cerita yang yang tulis.
Jika telah terpenuhi ke 6 unsur tersebut maka tulisan kita akan mudah dipahami oleh pembaca.
B. Tentang kesalahan yang sering di lakukan oleh penulis pemula
1. Penulis pemula sering menulis dengan paragraf panjang-panjang.
2. Tanda baca yang sering keliru.
3. Penggunaan kata yang masih banyak salah tidak menggunakan kata baku.
4. Sering ditemukan kata yang tidak efektif.
C. Tips Tulisan yang enak dibaca
- Banyak membaca karena dengan membaca selain menambah pengetahuan, kita juga akan menemukan ide untuk menulis dan meperkaya perbendaharaan kata kita.
- Terus berlatih menulis setiap hari, tidak perlu panjang 3 paragraf saja tapi perhatikan tanda baca, kata baku dan pemenggalan paragrafnya.
- Perhatikan paragraf pembuka , isi dan penutup. Buatlah opening yang menarik sehingga pembaca penasaran hingga tertarik untuk membaca tulisan kita begitu juga dengan closing.
- Perhatikan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) yang dulu kita kenal dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Kita bisa search di google, menggunakan kamus Bahasa Indonesia ataupun menginstal aplikasi seperti KBBI V. Hal ini dapat membantu kita jika ada kata-kata baku yang masih ragu kebenarannya.
- Perhatikan kembali susunan kalimat yang pernah kita pelajari sejak duduk di bangku Sekolah Dasar yaitu Subyek, Predikat, Obyek dan Keterangan tempat/waktu yang disingkat dengan (SPOK ).
- Setelah selesai menulis bacalah naskah berulang-ulang minimal 3 kali, jika perlu dengan suara keras. Jika pada saat membaca naskah, nafas kita seperti tersengal-sengal berarti di dalam tulisan kita terdapat paragraf panjang atau kalimat panjang. Penggal menjadi beberapa paragraf dan buang kata-kata atau kalimat yang tidak efektif seperti contoh mereka mau akan (pilih salah satu mau atau akan yang digunakan).
- Perhatikan perbedaan menulis di media online seperti blog, facebook, instagram dan lain sebagainya dengan menulis untuk buku atau naskah resmi. Penulisan di media online kita bisa menggunakan paragraf pendek-pendek, sedikit koma dan banyak titik, karena dalam media online kita hanya memiliki waktu 3 menit saja untuk memastikan pembaca melanjutkan bacaannya. Jika menulis buku kita harus mengikuti kaidah-kaidah penulisan yang benar.
D. Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Bagi Penulis Pemula.
1. Penggunaan huruf kapital/ besar :
2. Penggunaan kata depan di
Pada prinsipnya ketika belajar menulis harus melawan rasa takut seperti dicemooh atau berpikiran tulisan yang kita buat tidak menari atau banyak salahnya. Penulis yang hebat itu tidak ujug-ujug terlahir hebat melainkan ia melakukan sebuah perjalanan yang panjang untuk menjadi seperti itu.
Tanggal pertemuan: 9 April 2021
Resume ke: 3
Tema: Dasar Penulisan
Narasumber: Rita Wati, S.Kom
Gelombang: 18
Kamis, 08 April 2021
Resume ke 2 Ide Menulis Bagi Guru
Sebenarnya ide menulis bertebaran di depan mata kita. Namun terkadang kita belum siap menuliskannya. Hal itu disebabkan karena kita belum terbiasa menulis.
Ada beberapa sumber ide untuk menjadi sebuah tulisan diantaranya
1. Diri Sendiri
Diri sendiri merupakan sumber untuk menjadi sebuah tulisan, pribadi kita ini memiliki berbagai pengalaman serta pengetahuan yang bisa kita tuangkan dalam sebuah tulisan. Buku biografi merupakan contoh dari tulisan yang mengambarkan diri seseorang.
Kita pun bisa menuliskan pengalaman hidup kita sehingga menjadi sebuah buku, menulis pengalaman sendiri akan mengalir deras gagasannya sebab kita tahu persis urutan kejadiannya.
Setiap orang pasti mempunyai kelebihannya sendiri-sendiri, kelebihan tersebut bisa kita tuliskan secara detail yang bisa dijadikan sebuah buku.
2. Rekan kerja
Manusia sebagai makhluk sosial pasti mempunyai teman atau rekan kerja, di tempat kerja kita menemukan berbagai karakter dan sifat seseorang, kelebihan rekan kerja itu bisa menjadi sumber tulisan. Ada teman yang menasihati diri kita, lalu nasihatnya tersebut menginspirasi kita maka inspirasi tersebut bisa dijadikan sebuah tulisan yang indah.
3. peserta didik
Peserta didik juga bisa dijadikan ide dalam menulis, dimana kita sering menemukan kemajukan karakteristik siswa yang berbeda. Permasalahan yang dihadapi siswa juga bisa dijadikan sebagai sumber tulisan, bahkan karya tulis ilmiah seperti PTK juga banyak berangkat dari permasalahan siswa di kelas. Siswa memberikan konstribusi besar kepada kita untuk menulis apabila kita jadikan siswa sebagai sumber ide.
Menulis dengan sumber permasalahan dari siswa selain kita mempunyai tulisan juga kita bisa mendapatkan bonus-bonus lainnya diantaranya kita akan menjadi guru yang profesional sebab memahami karakter peserta didik, karya tulis kita bisa dijadikan buku, mendapatkan angka kredit yang lumayan besar.
4. tetangga
Hidup bermasyarakat pasti mempunyai tetangga, dengan mereka kita hidup saling berdekatan, terkadang teman ngobrol atau teman ketika berangkat kemesjid. Dalam percakapan dengan tetangga kita bisa berbagi cerita. Hasil cerita yang didapatkan oleh kita, bisa dibuat sebuah tulisan.
5. Keluarga
Kita hidup berkeluarga, banyak suka duka yang kita dapatkan dalam berkeluarga. Berdiskusi dengan pasangan hidup dan anak bisa kita jadikan sebuah tulisan, pengalaman keluarga ketika pergi wisata saat libur bahkan pengalaman mempersiapan hajatan keluarga.
Pada intinya apa pun bisa dijadikan tulisan, tinggal kita melatih kepekaan diri kita, memanfaatkan panca indra dan hati nurani kita untuk menangkap setiap makna yang tersirat dalam kehidupan ini.
Tanggal pertemuan: 7 April 2021
Resume ke: 2
Tema: Ide Menulis Bagi Guru
Narasumber: Wijaya Kusumah, M.Pd
Gelombang: 18
Resume ke-1 Belajar Nulis Bersama Bu Kanjeng
Bu Kanjeng begitu namanya dipanggi atau nama aslinyari Sugiastuti , dilahirkan di Semarang 8 April 1961, dari pasangan Sugiman- Hj Sri Yatminten. Ia pernah belajar di UNS tahun 1980-1984, FKIP Bahasa Inggris, setelah jeda melanjutkan ke S2 di UMS Surakarta tahun 2007-2010. Saat ia diamanahi sebagai Kepala SMK Tunas Pembangunan 2 Surakarta.
Bu kanjeng ini keren, belajar menulisnya diusia yang tidak muda lagi namun karya-karyanya mengalahkan banyak anak muda. Semangat literasi terus menggelora meski telah pensiun.
Menulis meupakan sebuah keahlian yang perlu dilatih, yang terpenting ketika menulis itu harus punya semangat, dengan semangat dan belajar maka akan berhasil.
Dalam menulis kadang bingung apa yang harus ditulis, kebingungan seperti ini banyak ditemui oleh orang-orang yang memulai ingin menulis, sebenarnya ketika kita mau merenung sejenak, melihat sekelilinng kita maka itu bisa dijadikan ide untuk menulis. Menulis juga bisa didapat dari teman kita atau pikiran kita. Semua hal sebenarnya bisa kita tuliskan.
Memulai dalam menulis ya menulislah jangan terlalu banyak berpikir akan ketakutan-ketakutan yang membuat kita tidak menulis. Biasanya orang menjadi berhenti dalam menulis dikarenakan takutnya salah ejaan, takut tidak sistematis dan lain-lain.
Setelah kita terbiasa menulis yang ringan-ringan maka kita bisa menulis untuk sebuah buku. Proses dalam pembuatan buku yang baik maka bangun dulu mental yang kuat, bikin outline dan sub judul terus bangun semangat.
Supaya semangat tulislah apa yang dalam pikiran. Bacaan supaya enak dibaca maka penulisannya bisa kita mulai dengan kata, bijak, hadis, Alquran dll.
Sebelum menulis buku pasti punya tujuan yang berbeda maka tentukanlah tujuannya, dan segmen pasarnya. Berdasrkan tujuan yang jelas akan membuat kita fokus dalam berkarya sehingga kita bisa mempersiapkan materi-materi yang akan kita tuliskan.
Menulis sebuah buku itu merupakan sebuah amal yang sangat berharga, maka dalam menulis jangan bertujuan kepada materi, kita menulis buku bisa bertujuan sebagai terapi jiwa, seperti berbagi ilmu, berdakwah dengan tulisan serta bisa memberikan inspirasi dengan sebuah cerita dalam sebuah buku.
Dalam tujuannya menulis itu harus punya keyakinan bahwa takdir Allah itu akan indah pada waktunya. ketika menulis buku bahwa ketika menulis itu adalah mendialogkan kebenaran, menulis itu mengikat ilmu dan menebar kebaikan bahwa dalam menulis pun menghargai guru, dalam menulis itu merupakan perjuangan dan kenangan. menulis juga bagai seorang desainer, dalam sebuah tulisan itu mempunyai ciri khasnya masing-masing. pada awalnya kita mengikuti para penulis hebat namun pada akhirnya akan membuat karakter tulisan masing-masing.
Cara menulis buku adalah dengan membuat outline yaitu daftar isi yang merupakan sub judul. dengan membuat outline dan kumpulkan materi-materiyang mendukung.
Persiapan membuat outline
1. Memilih topik
2. Tentukan sifat tulisan kita
3. Fokus
Untuk menulis bisa dimulai dengan menulis antologi, dimana kita bersama-sama menulis dengan tema yang sama. Antologi menjadi sarana untuk mencoba keberanian dalam menulis.
Ketika menulis kita harus yakinkan bahwa kita itu bisa menulis, untuk menjaga mood menulis maka tulislah tulisan yang ringan dahulu misalkan kita menulis hal-hal kecil yang kita lakukan. untuk membangkitkan menulis maka menulislah setiap hari bahwa menulis itu harus menjadi kebutuhan, ketika kita tidak menulis maka kita akan merasa ada yang kurang dalam menjalani hidup.
Terkadang dalam menulis kita susah disiplin dikarenakan moodnya berubah-rubah. Supaya kita bisa stabil berdisiplin menulis maka coba dengan cara membagi waktu, bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing misalkan setelah subuh atau ketika santai, menulis harus memiliki waktu luang bisa 30 menit sampai 1 jam, atur saja waktu secara fleksibel dan sesuaikan dengan kondisi kita yang terpentingkita menulis setiap hari atau menulis dengan cara dicicil.
Resume : Ke 1
Tema : Cara Menjadi Penulis
Gelombang : 18
Garut: 5 April 2021
PERAN GURU SEBAGAI FASILITATOR
Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, peran guru tidak lagi terbatas pada penyampaian materi pelajaran semata. Salah satu peran pe...
-
Bu Kanjeng begitu namanya dipanggi atau nama aslinyari Sugiastuti , dilahirkan di Semarang 8 April 1961, dari pasangan Sugiman- Hj ...
-
Sekolah Dasar Negeri 5 Situgede merupakan sekolah dasar yang Berlokasi di Kp. Barukai RT/RW 02/02 Des. Situgede Kec. Karangpawitan Kab. Garu...
.jpeg)












