Minggu, 08 September 2024

PERAN GURU SEBAGAI FASILITATOR


 

Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, peran guru tidak lagi terbatas pada penyampaian materi pelajaran semata. Salah satu peran penting yang semakin diakui adalah guru sebagai fasilitator. Dalam konteks ini, fasilitator adalah individu yang membantu siswa dalam proses belajar, menciptakan lingkungan yang mendukung, dan mendorong kolaborasi serta partisipasi aktif siswa. 

1. Definisi Guru sebagai Fasilitator

Guru sebagai fasilitator berfungsi untuk mengarahkan, mendukung, dan memotivasi siswa dalam proses pembelajaran. Alih-alih menjadi satu-satunya sumber pengetahuan, guru berperan sebagai penghubung antara siswa dengan informasi, sumber daya, dan pengalaman belajar. Dalam peran ini, guru menciptakan suasana yang kondusif bagi siswa untuk mengeksplorasi, bertanya, dan berkolaborasi dengan teman-teman mereka.

2. Tanggung Jawab Guru sebagai Fasilitator

Sebagai fasilitator, guru memiliki beberapa tanggung jawab utama, antara lain:

a. Menciptakan Lingkungan Belajar yang Positif
Guru harus menciptakan suasana kelas yang aman dan nyaman, di mana siswa merasa dihargai dan didengarkan. Lingkungan yang positif akan mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses belajar.

b. Mendorong Partisipasi Siswa
Guru perlu merangsang siswa untuk aktif berkontribusi dalam diskusi dan kegiatan kelas. Ini dapat dilakukan melalui pertanyaan terbuka, diskusi kelompok, atau proyek kolaboratif.

c. Memberikan Dukungan Individual
Setiap siswa memiliki gaya belajar dan kebutuhan yang berbeda. Sebagai fasilitator, guru harus mampu mengenali perbedaan ini dan memberikan dukungan yang sesuai untuk masing-masing siswa.

d. Membimbing Proses Belajar
Guru tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis, memecahkan masalah, dan belajar secara mandiri.

3. Tantangan dalam Peran Guru sebagai Fasilitator

Meskipun peran guru sebagai fasilitator sangat penting, ada beberapa tantangan yang sering dihadapi, antara lain:

a. Keterbatasan Waktu
Dalam kurikulum yang padat, guru sering kali merasa tertekan untuk menyelesaikan materi pelajaran. Hal ini bisa mengurangi kesempatan untuk menerapkan pendekatan fasilitator secara efektif.

b. Variasi Tingkat Kemampuan Siswa
Kelas yang terdiri dari siswa dengan tingkat kemampuan yang berbeda memerlukan pendekatan yang beragam. Menyesuaikan metode pengajaran untuk memenuhi kebutuhan semua siswa bisa menjadi tantangan tersendiri.

c. Kurangnya Pelatihan
Banyak guru yang belum mendapatkan pelatihan yang memadai dalam hal teknik fasilitasi. Tanpa pemahaman yang cukup, guru mungkin kesulitan untuk berperan sebagai fasilitator yang efektif.

4. Strategi untuk Meningkatkan Peran Guru sebagai Fasilitator

Untuk mengatasi tantangan tersebut, ada beberapa strategi yang dapat diterapkan oleh guru, antara lain:

a. Pelatihan dan Pengembangan Profesional
Mengikuti pelatihan dan workshop tentang teknik fasilitasi dapat membantu guru meningkatkan keterampilan mereka. Ini juga memberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman dengan rekan-rekan sejawat.

b. Menggunakan Teknologi
Memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran dapat membantu siswa belajar dengan cara yang lebih interaktif dan menarik. Platform pembelajaran daring, aplikasi kolaboratif, dan alat multimedia dapat digunakan untuk mendukung proses fasilitasi.

c. Menerapkan Pembelajaran Berbasis Proyek
Pembelajaran berbasis proyek memungkinkan siswa untuk bekerja sama dalam menyelesaikan tugas nyata. Ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan siswa, tetapi juga membantu mereka mengembangkan keterampilan kerja sama dan komunikasi.

d. Mendorong Refleksi Diri
Mengajak siswa untuk melakukan refleksi tentang proses belajar mereka sendiri dapat meningkatkan kesadaran diri dan tanggung jawab mereka terhadap pembelajaran. Guru dapat memfasilitasi diskusi reflektif di akhir setiap proyek atau unit pembelajaran.



Peran guru sebagai fasilitator sangat vital dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan mendukung perkembangan siswa. Dengan mengubah pendekatan dari pengajaran tradisional menjadi fasilitasi, guru dapat membantu siswa menjadi lebih aktif, mandiri, dan bertanggung jawab atas proses belajar mereka. Meskipun ada tantangan yang harus dihadapi, strategi yang tepat dapat membantu guru untuk menjalankan peran ini dengan lebih baik. Melalui upaya bersama, kita dapat menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan memberdayakan bagi semua siswa.

Dengan demikian, peran guru sebagai fasilitator bukan hanya sekadar tugas, tetapi juga merupakan panggilan untuk membentuk generasi masa depan yang cerdas, kreatif, dan siap menghadapi tantangan dunia yang terus berubah.

Sabtu, 10 Juni 2023

Komunitas Praktisi SDN 5 Situgede Mengadakan Webinar

 

SDN 5 Situgede mengadakan acara webinar yang diprakarsai oleh salah seorang guru dan sekaligus CGP Angkatan 7 Bu Nurijah Sumartini, S.Pd.I. Kegiatan webinar yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 10 Juni 2023 merupakan sebuah kegiatan komunitas praktisi yang dibuat olehnya. Tema dalam kegiatan webbinar ini "Peranan Orangtua dalam Pendidikan di Sekolah".



Kepala sekolah Undang Koswara, M.Pd mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh Bu Nurijah Sumartini, S.Pd.I. Para guru selaku rekan kerjanya sangat mendukung terhadap inisiasi yang sangat menginspirasi, bukti dukungan rekannya tersebut diantaranya para guru mengambil peranan dalam acara tersebut, Bu Arini Wulan Febrianti, S.Pd.I sebagai Moderator, Pak Aep Saepuloh, S.Pd.I sebagai pembaca doa.
Pemateri menyampaikan pentingnya orangtua dalam mendidik anak. Tri Pusat Pendidikan seperti yang disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara dantaranya: Keluarga, sekolah dan Masyarakat. Konsep yang utarakan oleh tokoh pendidikan tersebut harus dipahami oleh orang tua, sehingga anak bisa terkontrol dalam perkembangannya.


Kegiatan komunitas praktisi yang dilaksanakan ini merupakan kegiatan intern sekolah SDN 5 Situgede untuk saling berbagi dan mengingatkan antar guru, namun kegiatan ini juga terbuka untuk siapa saja yang ingin mengikuti. Seperti kegiatan semalam dihadiri juga dari guru-guru yang ada di gugus Situjaya juga ada yang di luar Gugus. 
Kedepannya kegiatan komunitas praktisi ini akan diadakan bisa seminggu sekali, dua minggu sekali, sebulan sekali ataun minimalnya tiga bulan sekali. untuk pematerinya bisa dari guru yang ada di SDN 5 Situgede atau mengundang para ahli yang ingin berbagi ilmu.

Sabtu, 25 Juni 2022

Buku Sekolah di Atas Awan


Sekolah Dasar Negeri 5 Situgede merupakan sekolah dasar yang Berlokasi di Kp. Barukai RT/RW 02/02 Des. Situgede Kec. Karangpawitan Kab. Garut. Sekolah ini berada di ujung kecamatan sebagagai pembatas dengan kecamatan yang lainnya. Walau pun sekolah berada di daerah pegunungan namun semangat dari para pendidiknya sangatlah tinggi dalam menjalani kegiatan pembelajaran. 


Tenaga pendidik yang terdiri dari kepala sekolah dan guru berjumlah delapan orang telah berhasil membuktikan pengabdiannya dengan melahirkan sebuah karya tulis berupa buku yang berjudul "Sekolah di Atas Awan". Buku ini berisikan kumpulan puisi dari para pendidik, mereka mencurahkan berbagai ide, pikiran dan perasaanya untuk menjadi sebuah karya nyata yang bisa dibagikan dan dimanfaatkan bagi yang lain. Banyak nilai yang terkandung dalam setiap bait yang dituliskan oleh para guru tersebut, nilai yang beragam tersebut mulai dari pendidkan, sosial, budaya, cinta dan lain-lain.
SDN 5 Situgede sangat merespon terhadap program kementrian pendidikan dan kebudayaan, dimana program kementrian pendidikan tentang program literasi. Buku ini sebagai respon akan program tersebut.

 
Sekolah yang berada di puncak gunung ini mempunyai program Lingkar literasi. Para siswa melakukan kegiatan membaca, menulis dan berbagi cerita di teras sekolah. Fasilitas yang disediakan ini menjadikan siswa bebas berekspresi untuk menggali berbagai pengetahuan dan mengeksplornya menjadi sebuah sarana bermain yang di dalamnya penuh dengan makna pembelajaran.


Banyak orangtua sangat bergembira dengan luncurnya buku Sekolah di Atas Awan, mereka sangat bangga dengan karya para guru, serta mereka menaruh harapan besar bahwa nanti anak-anak mereka yang dititipkan di sekolah ini bisa mengikuti jejak para gurunya dengan menerbitkan sebuah buku.




Para siswa merasa senang dengan terbitnya buku ini, mereka begitu bangga terhadap para gurunya yang selama ini mengajar, selain tatap muka para siswa bisa membaca karya gurunya dalam buku hasil dari jerih payah pena yang dituliskannya.
Terbitnya buku ini berkat kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Ketua PGRI Kecamatan Karangpwitan Bapak Drs. Arief Ganjar Nugraha, Pengawas Sekolah Bapak Drs. Jujun Junaedi, M.Pd, rekan seperjuangan diklat Calon Kepala Sekolah Ibu Erni Kusmawat, S.Pd.I dan Indra Rakhman, M.Pd serta pihak-pihak lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu.


Minggu, 25 April 2021

RESUME KE-8 BUKU MAHKOTA PENULIS


 

Menulis merupakan sebuah mahkota bagi seorang penulis itu kata pak Tharin Dahlan seorang pensiunan polisi, dosen dan kompasianer. Beliau juga mengatakan "Sesungguhnya uara dari menulis itu adalah buku. karena, buku bersifat abadi dan menjadi alibi tak terbantahkan atas kehadirann seorang anak manusia di muka bumi ini".

Menulis  itu ibaratkan air mengalir yang terus menetes dan akhirnya bermuara di lautan, kumpulan tulisan itulah sebuah buku. Lembaran-lembaran hasil goresan sang penulis yang dijadikan satu itulah buku.

Semua orang itu bisa menulis, ketika bisa berbicara otamatis bisa menulis, coba saja kita berbicara lalu kita rekam terus ucapan yang kita lontarkan itu kita tuliskan, maka itu menjadi sebuah tulisan. Tak ada alasan mengatakan, kalau kita tidak bisa menulis. Sejatinya menulis merupakan pengejawantahan atau memindahkan apa yang diucapkan kedalam peralatan tulismenulis.

Dalam menulis ada beberapa kategori Artikel atau tulisan diantaranya

1. Artikel Deskriptif

2. Artikel Eksplonatif

3. Fiksi

Ketika kita menulis orientasikan pemilihan kategorinya ketiga kategori di atas dengan menggunakan unsur 5W 1H.

Ada beberapa methode menulis dalam sekali duuk sebuah tulisan bisa jadi:

a. upayakan tidak meninggalkan tulisan

b. Hiraukan kesalahan ketik

c. Ketika blak. Tinggalkan paragraf, masuk ke paragraf baru

d. Baca berulang-ulang pada proses editing

e. Sebagai pemula cukup 5 paragraf

f. Bersegera posting tulisan di media sosial

metode tersebut bisa digunakan ketika kita belajar dalam menulis, biasakan menyempatkan diri, memberi waktu luang untuk duduk dan menulis.




Resume : Ke 8

Tema : Buku Mahkota Penulis, Buku Muara Tulisan

Gelombang : 18

Garut: 21 April 2021



Selasa, 20 April 2021

RESUME KE-7 MENERBITKAN BUKU LEBIH MUDAH DI PENERBIT INDIE


Menerbitkan buku merupakan cita-cita kebanyakan orang, nama yang tertera dalam buku menjadi kebanggan tersendiri bagi seorang penulis. Penulis terkadang banyak ketakutan dalam menerbitkan sebuah buku dikarenakan banyaknya persyaratan yang ditetapkan oleh sebuah penerbit.

Penerbit itu ada dua kriteria yaitu penerbit mayor dan penerbit indie, di dalam menerbitkan ke dua jenis penerbit tersebut ada kelebihan dan kekurangan sendiri, namun bagi penulis yang ingin menerbitkan buku dengan kepastian terbit, maka memilih penerbit indie menjadi pilihan yang tepat.

Di penerbit indie tanpa seleksi, sehingga biaya penerbitan menjadi tanggung jawab penulis. Sekarang banyak sekali penerbit indie yang menawarkan biaya yang menarik dengan berbagai fasilitas yang ada, kita bisa mencari berbagai penerbit itu di media sosial atau di komunitas kepenulisan.

Pengeditan di penerbit indie terkadang berbeda-beda kualitas dalam pengeditan, ini ditentukan oleh kualitas dari editor di penerbit tersebut. Oleh karena itu penulis yang menerbitkan buku dipenerbit indie harus berusaha menjadi editor supaya buku yang dihasilkan bisa memuaskan.

Ada bebrapa tips dalam mengedit naskah:

- Penulisan kata jangan disingkat-singkat (yg, tdk, blm)

- Jangan sampai ada tulisan yang salah ketik (Typo)

- Satu Paragraf jangan berisi terlalu banyak kalimat

- Mulailah membiasakan membuat kalimat yang pendek-pendek. Kalimat panjang cenderung akan membingungkan.

- Setiap bab baru selalu dimulai di halaman baru. Jangan digabung dengan bab sebelumnya

 




Resume : Ke 7

Tema : Menerbitkan Buku Lebih Mudah di Penerbit Indie

Gelombang : 18

Garut: 19 April 2021



Jumat, 16 April 2021

RESUME KE-6 MENULIS RESUME UNTUK JADI BUKU

Menulis bisa dilakukan dengan berbagai cara, diantara cara menulis yaitu kita menulis sebuah resume ketika kita mendengarkan materi dari orang lain. Langkah ini cukup mudah sebab dalam menulisnya telah mendapatkan point-point penting, kesananya tinggal mengembangkan dengan modal wawasan  atau pengalaman yang dimiliki sesuai dengan materi yang disampaikan pemateri.

Resume dari berbagai pemateri yang telah kita tuliskan, bisa dijadikan sebuah buku, penulisan sebuah resume untuk menjadi sebuah buku memerlukan sebuah langkah. Ada 7 teknik untuk menulis resume jadi buku: 

1. Mengumpulkan resume dalam file word.

Supaya hasil resume materi tidak acak-acakan maka kita taruh semua resume dalam satu file word, penulisannya bisa disusun berdasarkan urutan kita menulis resumenya. Penulisan di word ini menjadi langkah awal, sehingga nanti kedepannya tidak perlu mencari file-file tersebut kemana-mana seperti ke blog, medsos dan lainnya. Sebab terkadang kita menulis file itu sering dimedia berbasis internet.

2. Menentukan tema.

 Resume materi tersebut terkadang pemateri satu dengan pemateri yang lain mempunyai kesamaan isi, oleh karena itu kita harus memilah materi-materi yang sama tersebut ke dalam bab yang sesuai, jangan sampai pembahasan materi tersebut terulang dibab yang lain

3. Buat TOC (Table of Content/daftar isi) 

Agar mudah mengembangkan tulisan kita yang telah diberi tema, maka kita buat daftar isinya, supaya pengembangan tulisan kita terarah sesuai dengan bab yang ditentukan

4. Kembangkan TOC

Kembangkan TOC tersebut dengan pemikiran dan pengalaman kita, cari referensi untuk memperkaya dan memadatkan isi materi. Tulisan akan berbobot apabila mempunyai wawasan literatur yang banyak, bahkan dengan membaca berbagai buku akan memudahkan dalam menulis. Ketika menulis ide-ide tersebut akan mengalir deras sebab sudah mempunyai bahan yang telah kita baca.

5. Review, revisi, dan edit naskah. 

Baca kembali tulisan yang kita telah selesai kita kerjakan, langkah ini harus dilakukan sebab kita pasti akan menemukan kesalahan-kesalan penulisan, bahkan kekurangan-kekurangan tulisan yanglainnya seperti pembahasanna, pemberian contoh dan lain-lain. Jadilah seperti seorang editor, walaupun editor seadanya, namun kita melakukan pengeditan untuk mengurangi kesalahan-kesalahan sebelum dilakukan pengeditan oleh pihak penerbit.

6. Buatlah Sinopsisnya

Sinopsis adalah gambaran isi buku yang telah kita buat. Biasanya ada di cover belajang buku. Buatlah sinopsis itu semenarik mungkin supaya bisa memikat para pembaca, pembeli buku biasanya selain membaca judul buku juga suka membaca sinopsisnya sebelum membeli. Apabila sinopsisnya menarik maka dia akan jadi membeli buku

7. Kirim ke penerbit. 

Langkah selanjutnya untuk menjadikan tulisan kita menjadi sebuah buku adalah dengan mengirimkannya ke penerbit. Jangan takut salah dan malu dengan tulisan sendiri, tenang saja ada tim editor penerbit yang siap membantu terkait penulisan kita yang salah. Hanya saja, tidak semua penerbit  menyediakan jasa editor naskah. Jadi, kita harus tanyakan terlebih dahulu, apakah naskahnya di edit oleh editor atau tidak.

Ketujuh langkah tersebut akan membuat resume-resume yang kita buat bisa berwuju menjadi sebuah buku untuk dinikmati oleh banyak orang.




Resume : Ke 6

Tema : Menulis Resume Untuk Jadi Buku

Gelombang : 18

Garut: 16 April 2021





 


Rabu, 14 April 2021

RESUME KE-5 PENERBIT INDIE


Menulis sebuah buku merupakan cita-cita kebanyakan orang, dengan sebuah buku nama manusia terabadikan sepanjang hayat, namanya dikenang apalagi ilmunya dirasakan bermanfaat oleh para pembacanya.
Seorang penulis akan merasa  bahagia dan lega  ketika ia berhasil menulis dan kemudian menerbitkan buku.  sangat gembira ketika melihat namanya  terpajang di cover buku, yang mana buku-buku tersebut terpajang indah di rak buku dan bisa dinikmati oleh banyak pembaca.

Dalam menulis buku ada 5 tahapan yang harus dilakukan seseorang  diantaranya: 

Tahap 1 : Pra Writing

Tahap pertama  yang bisa kita lakukan adalah  tahap pra writing yaitu penulis akan mulai mencoba mencari ide menggali gagasan yang sesuai dengan tema yang ditulis. Tema yang baik adalah tema yang sesuai pasion yang disukai. Boleh fiksi maupun non-fiksi. Ide itu bisa kita ambil dari pemgalaman,  hasil membaca buku, majalah, koran ada kejadian yang sedang berlangsung. 

2. Drafting/ out line 

Tahapan pembuatan Drafting/ out line ini merupakan rancangan awalatau desain dimana gagasan-gasan pokok yang akan dikembangkan dalam tulisan. Apabila pembuatan out line ini selesai maka bisa dikatakan setengah dari buku telah selesai dikerjakan.. 

3. Wraiting 

Proses menulis ini merupakan pengembangan dari tahap kedua, kita telah mempunyai koridor dalam mengembangkan tulisan kita sesai dengan tema yang akan ditulis, Saat proses ini, penulis mulai menulis dan mengembangkan kerangka atau daftar isi untuk dijadikan naskah yang lengkap dengan diperlukan kreativitas penulis dalam  membuat karya-karyanya. Kreatifitas itu berupa kemampuan merangkai kata, membuat paraf frase, kemampuan menggunakan majas, kemampuan berekspresi, agar tercipta tulisan yang menarik dibaca. 


4. Revisi dan  Editing

✓Revisi

Setelah menuliskan banyak hal yang ingin ditulis pada naskah, pada tahap selanjutnya adalah mulai mengoreksi atau merevisi tulisan mana yang baik dicantumkan atau tidak. Pada tahap ini, Anda akan mencari tahu dimana letak kekurangan tulisan. Apakah sudah sesuai dengan alur, atau masih melebar kemana-mana. Setelah itu dilanjutkan  tahap revising.  Seorang penulis dapat mengubah beberapa bagian dari tulisannya. Ia juga bisa menambah isi tulisannya. Ia dapat menambahkan data baru, ia dapat menghilangkan opini tertentu, dan lain sebagainya. Intinya, melalui tahap revisi inilah penulis akan memoles karyanya, ia akan menjadikan tulisan tersebut semakin menarik lagi.

Setelah masuk tahap
✓ Editing. 

Pada tahap ini penulis akan menjalankan proses pengeditan terhadap karyanya. Berbeda pada tahap revisi yang masih bisa menambah mengurangi isi tulisan, pada tahap ini penulis hanya memperbaiki berbagai kesalahan tanda baca, kesalahan pola kalimat, dan berbagai kesalahan tata bahasa lainnya. Meskipun nanti tulisan Anda akan kembali diedit oleh editor di penerbit, seorang penulis tetap harus berusaha menyunting tulisannya sendiri atau dengan istilah lain Swasunting. Sebab editor yang baik pada sebuah tulisan itu adalah seorang penulis itu sendiri

5. Publikasi

Jika Anda sudah  yakin dengan tulisan naskah buku Anda, maka saat memasuki tahap akhir yakni publikasi. Pada tahapan ini Anda bisa meneruskan naskah Anda ke penerbit.

Mempublikasikan sebuah buku bisa ke beberapa penerbit kita bisa mengirimkan ke beberapa penerbit mayor atau indie, dimana masing-masing penerbit tersebut mempunya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Perbedaan kedua jenis penerbit tersebut diantaranya:
1.  Jumlah Cetakan di penerbit mayor. 

# Penerbit mayor  mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku.

#Penerbit indie : hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala yang dikenal dengan POD ( Print on Demand) yang umumnya didistribusikan melalui media online Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WA grup dll.


2.  Pemilihan Naskah yang Diterbitkan

# Penerbit mayor : 

Naskah harus melewati beberapa tahap prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah. Tentu saja, menyambung dari poin yang pertama, penerbit mayor mencetak bukunya secara masal 1000 - 3000 eksemplar. Mereka ekstra hati-hati dalam memilih naskah yang akan mereka terbitkan dan tidak akan berani mengambil resiko untuk menerbitkan setiap naskah yang mereka terima. Penerbit mayor memiliki syarat yang semakin ketat, harus mengikuti selera pasar, dan tingginya tingkat penolakan.

# Penerbit indie : 

Tidak menolak naskah. Selama naskah tersebut sebuah karya yang layak diterbitkan; tidak melanggar undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak plagiat, serta tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut pasti kami terbitkan. Kami adalah alternatif baru bagi para penulis untuk membukukan tulisannya.

3.  Profesionalitas

# Penerbit mayor : 

Penerbit mayor tentu saja profesional dengan banyaknya dukungan SDM di perusahaan besar mereka.

# Penerbit indie : kami pun profesional, tapi sering disalah artikan. Banyak sekali anggapan menerbitkan buku di penerbit indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual. Sebagai penulis, harus jeli memilih siapa yang akan jadi penerbit Bapak Ibu dan Saudara-saudara. Jangan tergoda dengan paket penerbitan murah, tapi kualitas masih belum jelas. Mutu dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran penilaian awal sebuah penerbitan. Kadang murah Cover kurang bagus, kertas dalam coklat kasar bukan bookpaper ( kertas coklat halus). Kami jaga mutu Cover bagus cerah mengkilat isi buku kertas cokal halus awet ( bookpapar).

4.  Waktu Penerbitan

# Penerbit mayor : 

Pada umumnya sebuah naskah diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi dalam tempo 1-3 bulan. Jika naskah diterima, ada giliran atau waktu terbit yang bisa cepat, tapi ada juga yang sampai bertahun-tahun. Karena penerbit mayor adalah sebuah penerbit besar, banyak sekali alur kerja yang harus mereka lalui. Bersyukur kalau buku bisa cepat didistribusikan di semua toko buku. Namun, jika dalam waktu yang ditentukan penjualan buku tidak sesuai target, maka buku akan dilepas oleh distributor dan ditarik kembali oleh penerbit.

# Penerbit indie :
 Tentu berbeda kami akan segera memproses naskah yang kami terima dengan cepat. Dalam hitungan minggu bukumu sudah bisa terbit. Karena memang, kami tidak fokus pada selera pasar yang banyak menuntut ini dan itu. Kami menerbitkan karya yang penulisnya yakin karya tersebut adalah karya terbaiknya dan layak diterbitkan sehingga kami tidak memiliki pertimbangan rumit dalam menerbitkan buku.

5.  Royalti

# Penerbit mayor : 

kebanyakan penerbit mayor mematok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku.

# Penerbit indie : 

umumnya 15-20%  dari harga buku. Dipasarkan dan dijual penulis lewat fb, Instagram, wa grup, Twitter, status, dll

6. Biaya penerbitan

# Penerbit mayor : 

Biaya penerbitan gratis. Itulah sebabnya mereka tidak bisa langsung menerbitkan buku begitu saja sekalipun buku tersebut dinilai bagus oleh mereka. Seperti yang sudah disebut di atas, penerbit mayor memiliki pertimbangan dan tuntutan yang banyak untuk menerbitkan sebuah buku karena jika buku tersebut tidak laku terjual, kerugian hanya ada di pihak penerbit. 

# Penerbit indie : 

Berbayar sesuai dg aturan masing-masing penerbit. Antara penerbit satu dengan yang  lain berbeda. Karena pelayanan dan mutu buku yg diterbitkan tidak sama.
Contoh penerbit mayor adalah Gramedia Pustaka Utama, Mizan, Republika, Grasindo, Loka Media, Tiga Serangkai, Bentang Pustaka, Erlangga, Yudhistira,  Andi Yogyakarta dan lain sebagainya.
Contoh penerbit Indie yg ada dalam grup belajar menulis bersama PGRI: 
YPYD
Gemala 
Kamila Press Lamongan

Menerbitkan Buku di penerbit mempunyai kriteria masing-masing maka kita pelajari setiap penerbit yang akan kita masukan naskah. Ikuti setiap ketentuan tersebut supaya proses penerbitan sesuai dengan haparan seorang penulis.

 


Senin, 12 April 2021

RESUME KE-4 MENGUBAH KARYA ILMIAH MENJADI BUKU



Mempunyai sebuah buku adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi seseorang, terkadang kita ingin menulis buku bingung mencari materi padahal bagi seorang guru itu pernah menulis sebuah karya tulis ilmiah berupa skripsi. Kita tahu bahwa skripsi menjadi syarat seseorang untuk menyelesaikan Sarjana.

Guru itu pasti seorang sarjana sesuai Undang-undang guru dan dosen dengan begitu ia punya karya tulis berupa skripsi atau PTK ketika ia menempuh belajar S1, maka bermodalkan karya tulis tersebut kita bisa membuat sebuah buku dari karaya tulis.

Ada beberapa manfaat apabila karya tulis kita diubah menjadi sebuah buku diantaranya

1. Bisa dibaca lebih luas

Skripsi yang dihasilkan oleh para mahasiswa biasanya hanya tersimpan di perpustakaan kampus, terkadang hanya dibaca oleh mahasiswa yang hanya ingin membuat karya tulis yang variabelnya hampir sama atau oleh para pengunjung perpustakaan yang kebetulan mencari literatur. 

Karya tulis yang diubah menjadi buku akan lebih luas kebermanfaatannya, dimana buku bisa kita sebarkan keberbagai perpustakaan umum serta kita publikasikan lewat media sosial. 

2.  Buku dapat diperjual-belikan

Buku mempunyai nilai jual yang cukup besar, kita bisa menjual buku itu keteman-teman atau kita jual di media sosial, buku yang kita jual akan mendapatkan profit bagi kita dan dijadikan sampingan pekerjaan.


3. Mempunyai Nilai Angka Kredit

Sesuai dengan peraturan kepegawaian PNS, buku bisa diajukan untuk kenaikan pangkat bagi seorang PNS. Pada pangkat-pangkat tertentu seorang PNS wajib mempunya karya tulis. 


4. Menjadi Terkenal

Apabila buku kita banyak dibaca oleh orang, otomatis nama kita dibaca, dengan begitu nama kita jadi dikenal. Bahkan buku kita bisa dijadikan daftar rujukan sehingga nama kita juga tertulis didaftar pustakanya.


5. Menambah Wibawa

Menulis menjadi keterampilan pembeda dikalangan para guru, keahlian ini menjadi kelebihan yang dihargai oleh orang lain. Seseorang meghargai itu disebabkan pada diri seseorang ada kelebihan yang tidak ia miliki.


Cara mengubah karya tulis menjadi sebuah buku bisa dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

A. Dalam mengubah karya ilmiah  menjadi buku, penting sekali memperbanyak isi materi variabel bebasnya. Kita dapat menentukan perluasan materi tersebut berdasarkan kata kunci judul buku kita. Dengan kata lain, karya ilmiah yang diubah menjadi buku berarti lebih memperluas isi bacaannya  berdasarkan sumber yang relevan. Misalkan  judul implementasi Media  stereofoam  pembelajaran  Organisasi kehidupan untuk meningkatkan kreativitas, maka yang harus dikembangkan adalah  tentang Media (Pengertian, manfaat, jenis),  Pembelajaran (materi tentang  belajar mengajar),  Kreativitas (diberi pengertian dan lainnya).

B.Hilangkan semua kata Penelitian/ laporan PTK, laporan skripsi dan lainnya yang biasanya ada di karya ilmiah

C. Boleh menampilkan grafik tetapi jangan terlalu banyak. Cukup grafik yang penting saja. Grafik lain yang tidak ditampilkan, ubah dalam bentuk kalimat.


Untuk menghindari kesamaan penggunaan kalimat dalam karya tulis menjadi buku maka kita bisa melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Dapat menggunakan teknik parafrasa

2. Tambah rujukan baru ke dalam karya ilmiah versi buku kita. Jadi akan ada informasi terbaru yang kita sematkan dalam karya ilmiah versi buku tersebut. 

3. Pilah isi dari karya ilmiah asli yang benar-benar dianggap penting untuk dicantumkan dalam karya ilmiah versi buku
5. Laporan Karya Ilmiah yang dibukukan, haruslah yang sudah dipublikasikan, minimal tingkat sekolah atau MGMP di wilayah masing-masing.
6. Berikanlah ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang anda lakukan agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan penelitian tersebut
7. Jika ada rujukan baru, maka rujukan yang diambil boleh menggunakan blog,  namun situs blognya haruslah situs blog resmi seperti Kemendikbud.go.id, 
8. Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan Dengan aturan Penerbit masing-masing

Penulisan buku yang dihasilkan dari mengubah karya tulis ini menjadi sebuah kesempatan bagi seorang guru untuk menulis, minimal seorang guru punya satu buku.

Sabtu, 10 April 2021

Resume Ke 3 Dasar Penulisan

 

Menulis itu memerlukan sebuah latihan yang panjang, dalam menulis terkadang kita menghadapi beberapa permasalahan baik secara konsep pemikiran yang akan ditulis atau pun tekhnis pelaksanaan menulis. Kesusahan tersebut membuat mood untuk menulis menjadi menurun. Banyak sekali permasalahan-permasalahan yang membuat susah untuk menulis diantaranya:

1.    Susah ide.
2.    Miskin kosa kata.
3.    Sulit merangkai kata.
4.    Susah memulai.
5.    Bingung mau menulis apa.
6.    Tidak percaya diri.
7.    Merasa tulisannya jelek.
8.    Merasa tulisan tidak layak untuk di baca.

Kesusahan-kesusahan dalam menulis itu bisa diatasi dengan cara menulis, ya menulislah. Duduk ditempat yang dirasakan kita nyaman serta bikin suasana ruangan yang menyebabkan kita bersemangat, bisa dengan menata ruangannya senyaman mungkin, tempelkan kata-kata motivasi di dinding, tulis target pencapaian dalam menulis, siapkan makanan dan minuman yang enak sehingga kita bisa betah berada dalam ruangan untuk menulis, apabila penat ketika menulis kita rebahan dengan memutar lagu kesayangan kita lalu bangkit lagi untuk menulis.

Berusahalah menulis apa saja, paksa diri kita untuk menulis meski sesibuk apapun, ketika kita sudah berdisiplin serta menikmati menulis, Dalam memudahkan menulis kuasailah dasar kepenulisan diantaranya: 

A. Unsur-unsur dalam Penulisan yaitu 5W dan 1H sendiri meliputi:

•    What (apa)
•    Where (dimana)
•    When (kapan)
•    Who (siapa)
•    Why (mengapa)
•    How (bagaimana)

Dalam bahasa Indonesia, untuk memudahkan penghapalan ke 6 unsur ini maka dikenal singkatan ADIKSIMBA “Apa, Dimana, Kapan, Siapa, Mengapa, dan Bagaimana.

What : Peristiwa apa yang sedang terjadi? Apa dampaknya? apakah peristiwa tersebut menimbulkan kerugian?

Who dalam 5W1H memfasilitasi untuk memberikan informasi seputar orang-orang yang terlibat dalam cerita yang yang tulis.

When
Kapan kejadian dari peristiwa yang diceritakan

 Where
Dimana kejadian/ peristiwa yang diceritakan

Why
Suatu peristiwa pasti terjadi bukan tanpa alasan.

How atau bagaimana
Penggunaan unsur how ini akan membantu pembaca memahami alur cerita

Jika telah terpenuhi ke 6 unsur tersebut maka tulisan kita akan mudah dipahami oleh pembaca.

 B. Tentang kesalahan yang sering di lakukan oleh penulis pemula

1.    Penulis pemula sering menulis dengan paragraf panjang-panjang.

2.    Tanda baca yang sering keliru.

3. Penggunaan kata yang masih banyak salah tidak menggunakan kata baku.

4.    Sering ditemukan kata yang tidak efektif.

C. Tips  Tulisan yang enak dibaca

  1. Banyak membaca karena dengan membaca selain  menambah pengetahuan, kita juga akan menemukan ide untuk menulis dan meperkaya perbendaharaan kata kita.
  2. Terus berlatih menulis setiap hari, tidak perlu panjang 3 paragraf saja tapi perhatikan  tanda baca, kata baku dan pemenggalan paragrafnya.
  3. Perhatikan paragraf pembuka , isi dan penutup. Buatlah opening yang menarik sehingga pembaca penasaran hingga tertarik untuk membaca tulisan kita begitu juga  dengan closing.
  4. Perhatikan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) yang dulu kita kenal dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Kita bisa search di google, menggunakan kamus Bahasa Indonesia ataupun menginstal aplikasi seperti KBBI V. Hal ini dapat membantu kita jika ada kata-kata baku yang masih ragu kebenarannya.
  5. Perhatikan kembali susunan kalimat yang pernah kita pelajari sejak duduk di bangku Sekolah Dasar  yaitu  Subyek, Predikat, Obyek dan Keterangan tempat/waktu yang disingkat dengan (SPOK ).
  6. Setelah selesai menulis bacalah naskah berulang-ulang minimal 3 kali, jika perlu dengan suara keras. Jika pada saat membaca naskah, nafas kita seperti tersengal-sengal berarti di dalam tulisan kita terdapat paragraf panjang atau kalimat panjang. Penggal menjadi beberapa paragraf dan buang kata-kata atau kalimat yang tidak efektif seperti contoh mereka mau akan (pilih salah satu mau atau akan yang digunakan).
  7. Perhatikan perbedaan menulis di media online seperti blog, facebook, instagram dan lain sebagainya dengan menulis untuk buku atau naskah resmi. Penulisan di media online kita bisa menggunakan paragraf pendek-pendek, sedikit koma dan banyak titik, karena dalam media online kita hanya memiliki waktu 3 menit saja untuk memastikan pembaca melanjutkan bacaannya. Jika menulis buku kita harus mengikuti kaidah-kaidah penulisan yang benar.

D. Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Bagi Penulis Pemula.

1.    Penggunaan huruf kapital/ besar :

2. Penggunaan kata depan di


Pada prinsipnya ketika belajar menulis harus melawan rasa takut seperti dicemooh atau berpikiran tulisan yang kita buat tidak menari atau banyak salahnya. Penulis yang hebat itu tidak ujug-ujug terlahir hebat melainkan ia melakukan sebuah perjalanan yang panjang untuk menjadi seperti itu.



Tanggal pertemuan: 9 April 2021
Resume ke: 3
Tema: Dasar Penulisan
Narasumber: Rita Wati, S.Kom
Gelombang: 18

 

Kamis, 08 April 2021

Resume ke 2 Ide Menulis Bagi Guru

 


Sebenarnya ide menulis bertebaran di depan mata kita. Namun terkadang kita belum siap menuliskannya. Hal itu disebabkan karena kita belum terbiasa menulis. 

Ada beberapa sumber ide untuk menjadi sebuah tulisan diantaranya

1. Diri Sendiri

Diri sendiri merupakan sumber untuk menjadi sebuah tulisan, pribadi kita ini memiliki berbagai pengalaman serta pengetahuan yang bisa kita tuangkan dalam sebuah tulisan. Buku biografi merupakan contoh dari tulisan yang mengambarkan diri seseorang. 

Kita pun bisa menuliskan pengalaman hidup kita sehingga menjadi sebuah buku, menulis pengalaman sendiri akan mengalir deras gagasannya sebab kita tahu persis urutan kejadiannya. 

Setiap orang pasti mempunyai kelebihannya sendiri-sendiri, kelebihan tersebut bisa kita tuliskan secara detail yang bisa dijadikan sebuah buku.

2. Rekan kerja  

Manusia sebagai makhluk sosial pasti mempunyai teman atau rekan kerja, di tempat kerja kita menemukan berbagai karakter dan sifat seseorang, kelebihan rekan kerja itu bisa menjadi sumber tulisan. Ada teman yang menasihati diri kita, lalu nasihatnya tersebut menginspirasi kita maka inspirasi tersebut bisa dijadikan sebuah tulisan yang indah.

3. peserta didik

Peserta didik juga bisa dijadikan ide dalam menulis, dimana kita sering menemukan kemajukan karakteristik siswa yang berbeda. Permasalahan yang dihadapi siswa juga bisa dijadikan sebagai sumber tulisan, bahkan karya tulis ilmiah seperti PTK juga banyak berangkat dari permasalahan siswa di kelas. Siswa memberikan konstribusi besar kepada kita untuk menulis apabila kita jadikan siswa sebagai sumber ide. 

Menulis dengan sumber permasalahan dari siswa selain kita mempunyai tulisan juga kita bisa mendapatkan bonus-bonus lainnya diantaranya kita akan menjadi guru yang profesional sebab memahami karakter peserta didik, karya tulis kita bisa dijadikan buku,  mendapatkan angka kredit yang lumayan besar.

4.  tetangga 

Hidup bermasyarakat pasti mempunyai tetangga, dengan mereka kita hidup saling berdekatan, terkadang teman ngobrol atau teman ketika berangkat kemesjid. Dalam percakapan dengan tetangga kita bisa berbagi cerita. Hasil cerita yang didapatkan oleh kita, bisa dibuat sebuah tulisan.

5. Keluarga 

Kita hidup berkeluarga, banyak suka duka yang kita dapatkan dalam berkeluarga. Berdiskusi dengan pasangan hidup dan anak bisa kita jadikan sebuah tulisan, pengalaman keluarga ketika pergi wisata saat libur bahkan pengalaman mempersiapan hajatan keluarga.

 

Pada intinya apa pun bisa dijadikan tulisan, tinggal kita melatih kepekaan diri kita, memanfaatkan panca indra dan hati nurani kita untuk menangkap setiap makna yang tersirat dalam kehidupan ini.


Tanggal pertemuan: 7 April 2021
Resume ke: 2
Tema: Ide Menulis Bagi Guru
Narasumber: Wijaya Kusumah, M.Pd
Gelombang: 18

Resume ke-1 Belajar Nulis Bersama Bu Kanjeng

 



Bu Kanjeng begitu namanya dipanggi atau nama aslinyari  Sugiastuti , dilahirkan  di  Semarang  8  April  1961, dari pasangan  Sugiman- Hj Sri Yatminten. Ia pernah belajar di UNS tahun 1980-1984,  FKIP Bahasa Inggris, setelah jeda melanjutkan ke S2 di UMS Surakarta tahun 2007-2010. Saat ia diamanahi  sebagai  Kepala  SMK  Tunas Pembangunan 2  Surakarta.

Bu kanjeng ini keren, belajar menulisnya diusia yang tidak muda lagi namun karya-karyanya mengalahkan banyak anak muda. Semangat literasi terus menggelora meski telah pensiun.

Menulis meupakan sebuah keahlian yang perlu dilatih, yang terpenting ketika menulis itu harus punya semangat, dengan semangat dan belajar maka akan berhasil.

Dalam menulis kadang bingung apa yang harus ditulis, kebingungan seperti ini banyak ditemui oleh orang-orang yang memulai ingin menulis, sebenarnya ketika kita mau merenung sejenak, melihat sekelilinng kita maka itu bisa dijadikan ide untuk menulis. Menulis juga bisa didapat dari teman kita atau pikiran kita. Semua hal sebenarnya bisa kita tuliskan.

Memulai dalam menulis ya menulislah jangan terlalu banyak berpikir akan ketakutan-ketakutan yang membuat kita tidak menulis. Biasanya orang menjadi berhenti dalam menulis dikarenakan takutnya salah ejaan, takut tidak sistematis dan lain-lain.

Setelah kita terbiasa menulis yang ringan-ringan maka kita bisa menulis untuk sebuah buku. Proses dalam pembuatan buku yang baik maka bangun dulu mental yang kuat, bikin outline dan sub judul terus bangun semangat.

Supaya semangat tulislah apa yang dalam pikiran. Bacaan supaya enak dibaca maka penulisannya bisa kita mulai dengan kata, bijak, hadis, Alquran dll.

Sebelum menulis buku pasti punya tujuan yang berbeda maka tentukanlah tujuannya, dan segmen pasarnya. Berdasrkan tujuan yang jelas akan membuat kita fokus dalam berkarya sehingga kita bisa mempersiapkan materi-materi yang akan kita tuliskan.

Menulis sebuah buku itu merupakan sebuah amal yang sangat berharga, maka dalam menulis jangan bertujuan kepada materi, kita menulis buku bisa bertujuan sebagai terapi jiwa, seperti berbagi ilmu, berdakwah dengan tulisan serta bisa memberikan inspirasi dengan sebuah cerita dalam sebuah buku.

Dalam tujuannya menulis itu harus punya keyakinan bahwa takdir Allah itu akan indah pada waktunya. ketika menulis buku bahwa ketika menulis itu adalah mendialogkan kebenaran,  menulis itu mengikat ilmu dan menebar kebaikan bahwa dalam menulis pun menghargai guru, dalam menulis itu merupakan perjuangan dan kenangan. menulis juga bagai seorang desainer, dalam sebuah tulisan itu mempunyai ciri khasnya masing-masing. pada awalnya kita mengikuti para penulis hebat namun pada akhirnya akan membuat karakter tulisan masing-masing.

Cara menulis buku adalah dengan membuat outline yaitu daftar isi yang merupakan sub judul. dengan membuat outline dan kumpulkan materi-materiyang mendukung.

Persiapan membuat outline

1. Memilih topik

2. Tentukan sifat tulisan kita

3. Fokus

Untuk menulis bisa dimulai dengan menulis antologi, dimana kita bersama-sama menulis dengan tema yang sama. Antologi menjadi sarana untuk mencoba keberanian dalam menulis.

Ketika menulis kita harus yakinkan bahwa kita itu bisa menulis, untuk menjaga mood menulis maka tulislah tulisan yang ringan dahulu misalkan kita menulis hal-hal kecil yang kita lakukan. untuk membangkitkan menulis maka menulislah setiap hari bahwa menulis itu harus menjadi kebutuhan, ketika kita tidak menulis maka kita akan merasa ada yang kurang dalam menjalani hidup.

Terkadang dalam menulis kita susah disiplin dikarenakan moodnya berubah-rubah. Supaya kita bisa stabil berdisiplin menulis maka coba dengan cara membagi waktu, bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing misalkan setelah subuh atau ketika santai, menulis harus memiliki waktu luang bisa 30 menit sampai 1 jam, atur saja waktu secara fleksibel dan sesuaikan dengan kondisi kita yang terpentingkita menulis setiap hari atau menulis dengan cara dicicil.


Resume : Ke 1

Tema : Cara Menjadi Penulis 

Gelombang : 18

Garut: 5 April 2021

 

 




 


 


 

 

PERAN GURU SEBAGAI FASILITATOR

  Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, peran guru tidak lagi terbatas pada penyampaian materi pelajaran semata. Salah satu peran pe...